Rahasia Tenaga Dalam

Tenaga Dalam definisinya adalah pemfokusan energi tubuh pada satu titik sehingga hasilnya maksimal . Itu saja sih sebetulnya definisi nya . Jadi tidak ada mantra – mantra atau jampi – jampi, bacaan – bacaan, puasa atau berbagai macam tirakat, semua dilatih, semuanya didapat dengan olah raga. Raga kita di olah agar mampu menghasilkan energy yang lebih baik .

Di negara-negara maju penelitian mengenai hal ini sudah jauh sekali, bahkan ada dua orang ilmuwan yang bernama Cann and Wilson tahun 1987 menemukan bahwa di satu centimeter kubik sel mythocondria manusia itu bisa menghasilkan listrik 200.000 volt . Jadi Tenaga Dalam itu sebetulnya sudah ada di tubuh setiap manusia, karena itu adalah energy yang dihasilkan oleh ATP atau Adenosin TryPhospat, dan itu adalah tenaga yang biasa kita pakai sehari – hari untuk menggerakan otot juga untuk melakukan segala kegiatan, hanya bedanya, ada teknik untuk memfokuskan energy itu, sehingga hasilnya lebih maksimal.

Contohnya, ketika kita sedang mengangkat meja yang berat, muka kita suka ikutan berkerut-kerut dan ber-ekspresi, leher ikutan tegang, dubur jadi ngeden, suara jadi keluar ikutan ngeden, nah, dengan Teknik Tenaga Dalam, semua yang tidak perlu itu dihilangkan, jadi tenaga kita hanya terfokus ke kaki dan tangan yang sedang mengangkat benda itu, wajah dan yang lainnya, terutama bagian yang tidak perlu diberi tenaga, yaa nggak usah ikutan, wajah – leher – dubur jadi rileks, karena tenaga hanya mengaliri bagian yang diperlukan untuk bekerja. Dengan begitu kita memaksimalkan energy yang kita pakai, jadi bisa untuk menghancurkan benda keras dengan tangan kosong, karena tenaga terfokus. “

Pertama berlatih TD dengan Nafas dada :

“Dengan posisi relax, boleh duduk atau berdiri. Posisi pertama kita menarik oksigen secara berlahan -lahan melalui hidung terus ke paru-paru dengan dada dikembangkan perut dikempeskan (jgn ada 02 terisi di perut). Setelah 02 tersimpan didada (paru2) tahan nafas sesuai dgn kekuatan kita, trus rasakan hawa panas di dada. setelah itu kempeskan dada secara perlahan lahan melalui mulut trus rasakan hawa panas di dada.

kita coba latihan dasar dulu, nanti saya akan beri trik nafas diaframa dan nafas perut berikutnya.

Sy melakukan penyaluran TD dari dada ke tangan bolak balik (nafas dada dgn posisi duduk sila dan mendorong kedua tangan kedepan seakan seperti mendorong sesuatu dengan dialirkan TD)

TENAGA DALAM dgn metode pernafasan

Judul diatas sering disebutkan oleh masyarakat untuk suatu kekuatan yang timbul dari diri manusia yang tidak biasanya, seperti pada saat seseorang dalam keadaan panik. Pada saat seseorang melihat rumahnya terbakar, dengan seketika ia masuk kerumahnya dan mengangkat lemari besar untuk dikeluarkan agar tidak dilalap si jago merah. Pada saat ia akan memasukkan kembali kerumahnya, lemari tersebut harus diangkut tiga orang. Begitu juga dengan seseorang yang dikejar anjing gila, dengan seketika ia dapat lari sangat cepat dan walaupun didepannya terdapat pagar setinggi 1,5 meter dapat dilompatinya. Kondisi yang dijelaskan diatas merupakan kejadiankejadian nyata yang ada di masyarakat. Karena kekuatan yang timbul sangat besar, maka masyarakat menyebutnya dengan tenaga dalam.

Bila dilihat secara fisiologis (Guyton, 1987), pada saat seseorang dalam keadaan panik atau terancam jiwanya, tubuh seseorang akan mengalami perubahan akibat dari sebagian besar susunan syaraf simpatis menjadi terangsang secara serentak sehingga dalam banyak hal meningkatkan kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan hebat, seperti :

  • Peningkatan tekanan arteri.
  • Peningkatan aliran darah ke otot-otot aktif yang secara bersamaan dengan penurunan aliran darah ke organ-organ yang tidak penting untuk kegiatan cepat.
  • Peningkatan kecepatan metabolisme sel di seluruh tubuh.
  • Peningkatan konsentrasi glukosa darah.
  • Peningkatan glikolisis di dalam otot.
  • Peningkatan kekuatan otot.
  • Peningkatan kegiatan mental.

Malah efek ini memungkinkan seseorang melakukan kegiatan fisik yang jauh lebih berat dibanding dengan tiada efek ini. Karena stres fisiklah yang biasanya merangsang syaraf simpatis untuk mengadakan peningkatan kegiatan tambahan bagi tubuh. Sistem syaraf simpatis juga sangat digiatkan bila dalam keadaan emosional (marah, takut) yang terutama ditimbulkan oleh perangsangan hipotalamus, dimana isyarat dikirimkan melalui formasio retikulasis dan medulla spinalis yang menyebabkan pencetusan syaraf simpatis secara besar-besaran dan terjadi reaksi alarm simpatis atau reaksi melawan atau kabur (fight or flight reation).

Bila tubuh dalam keadaan reaksi tersebut dan dalam kondisi siaga (memutuskan apakah tetap diam untuk melawan atau melarikan diri) akan membuat kegiatan-kegiatan selanjutnya menjadi sangat hebat. Adapun diagram proses dari reaksi tersebut dapat dilihat pada gambar yang disajikan.

Bila seseorang telah mengalami kondisi dari reaksi melawan atau kabur akan terjadi kekelahan yang luar biasa dikarenakan tubuhnya telah mengeluarkan energi yang sangat besar, sehingga diperlukan waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisi tubuhnya seperti semula.

Pelatihan pernafasan yang biasa disebut dengan pelatihan tenaga dalam bertujuan untuk dapat membangkitkan dan memperbesar tenaga simpanan yang ada di tubuh untuk dapat dikeluarkan/dipergunakan setiap saat diperlukan. Juga dilakukan proses pelatihan kepada tubuh untuk beradaptasi atas perubahan-peruabahan yang terjadi apabila tenaga dalam itu dipergunakan.

Metode pelatihan pernafasan yang ada diperguruan ini, merupakan metode yang memanfaatkan oksigen secara optimal dan hampir semua sistem yang terdapat di tubuh dilakukan perbaikanperbaikan untuk mencapai kondisi optimal. Dengan metode kontraksi-relaksasi yang digabungkan dengan teknik pernafasan membuat tenaga dalam yang berbentuk/dirasakan seperti hawa panas didalam tubuh dapat disalurkan ke anggota tubuh yang diinginkan. Hawa panas tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengobatan pada semua jenis penyakit.

Bila dilihat secara fisiologis (Vander, 1994), proses perubahan zat makanan menjadi Adenosine TriPosphate (ATP), energi yang digunakan diubah menjadi panas sebanyak 60% selama pembentukan ATP dan lebih banyak lagi energi yang diubah menjadi panas sewaktu perpindahan ATP ke sistem fungsional sel, sehingga hanya 25% energi yang digunakan oleh sistem fungsional sel. Walaupun demikian, sebagian besar energi yang tersisa tersebut akan menjadi panas juga karena untuk sistesis protein dan unsur-unsur pertumbuhan lain, untuk aktivitas otot, dan untuk jantung memompa darah. Sehingga hawa panas yang timbul dalam pelatihan ini diduga merupakan proses terjadinya peningkatan energi yang dihasilkan dengan mengoptimalkan semua sistem tubuh yang terkait dalam proses menghasilkan energi.

Karena hawa panas tadi dapat dipergunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan pada tingkat sel, maka pelatihan ini sangat baik untuk dilakukan semua usia, khususnya para pelajar/mahasiswa.

Hawa panas (tenaga dalam) tersebut bila disalurkan ke otak akan menyebabkan proses perbaikan pada sel-sel otak dan dapat meningkatkan kemampuan kerja otak sehingga dapat mencerdaskan otak.

STRESS -> Input from Various Brain Areas -> Hypothalamus -> CRH Secretion -> Plasma CRH Increasing -> Anterior Pituitary -> ACTH Secretion -> Plasma ACTH Increasing -> Adrenal Cortex -> Cortisol Secretion -> Plasma Cortisol Increasing -> Target Cells of Cortisol -> Respond to Increased Cortisol

Diagram Reaksi Melawan atau Kabur

Dewasa ini telah berkembang perkumpulan/perguruan yang mengkhususkan diri dalam bidang pernafasan untuk membangkitkan dan memperkuat energi tubuh yang tersimpan/tenaga dalam. Untuk itu, perlu dilakukan pengamatan dan analisa atas pengertian dari tenaga dalam tersebut.

Berdasarkan pada hasil Dialog Terbuka pada tanggal 29 April 2000 yang bertopik tentang Pemanfaatan Pelatihan Pernafasan untuk Pengobatan Penyakit, dimana panitia mengundang 2 (dua) guru besar bidang faal olahraga sebagai pembicara utama, yaitu : Prof. Dr. Santosa Giriwijoyo dan Prof. Dr. Wahyu Karhiwikarta. Berikut ini merupakan ringkasan dari materi yang diberikan oleh kedua pembicara tersebut.

Tenaga dalam dalam tinjauan faal olah raga

Prof. Dr. Santosa Giriwijoyo : Sel yang merupakan unsur kehidupan terkecil yang berjumlah 100 triliun sel membentuk wujud tubuh manusia. Sel-sel tersebut yang sejenis bergabung untuk membentuk jaringan seperti jaringan otot, saraf, ikat, tulang, dsb. Dari jaringan tersebut akan membentuk alat/organ tubuh seperti paru-paru, hati, ginjal, jantung. Organ jantung tersusun dari jaringan otot, ikat, pembuluh darah, dan syaraf. Masing-masing organ tubuh tersebut memiliki tugas khusus dan membentuk jalinan kerjasama menjadi suatu sistema seperti sistema respirasi/pernafasan, sistema kardiovaskular, sistema gastro-intesnal, sistema otot, dll. Keseluruhan sistema ini dengan masingmasing fungsinya bergabung membentuk organisme yang mandiri yaitu manusia.

Adapun struktur biologiknya sebagai berikut : Sel Jaringan Organ Sistema Organisme (Manusia) Dari struktur biologik tersebut diperoleh pemahaman bahwa derajat kesehatan sel menentukan kualitas fungsional/vitalitas yang berhubungan dengan derajat kesahatan, kualitas hidup dan vitalitas kehidupan individu/manusia.

Manusia adalah mahluk aerobik, yaitu kehidupan manusia sangat tergantung pada Oksigen, dimana ketiadaan oksigen selama kurang dari 10 menit akan menyebabkan kematian. Pasokan oksigen kedalam tubuh terjadi melalui sistema respirasi/pernafasan, sehingga sistem ini berfungsi sebagai gerbang pemasukan oksigen.

Kebutuhan oksigen tergantung pada intensitas gerak, kerja atau olahraga yang dilakukan. Pada kondisi istirahat dan olahraga ringan (sub-maksimal) kebutuhan oksigen selalu dapat dipenuhi, akan tetapi tidak dapat meningkatkan kemampuan fungsional yang sudah ada. Sehingga untuk meningkatkan kemampuan fungsional perlu diciptakan kondisi pelatihan, yaitu kesenjangan antara kebutuhan oksigen dan pasokannya. Pada OlahRaga Tenaga Dalam (OR TD), kondisi pelatihan diciptakan melalui pengendalian pernafasan.

Bila dikaji sampai pada tingkat sel, kondisi pelatihan pada olahraga konvensional hanya terjadi pada sel-sel otot yang aktif, sedangkan pada OR TD terjadi pada semua sel tubuh. Pelatihan sel-sel tubuh yang bersifat sistemik/menyeluruh pada OR TD akan meningkatkan kualitas fungsional sel secara keseluruhan. Kondisi ini akan merangsang seluruh sel untuk meningkatkan kemampuannya menyelenggarakan olahdaya/metabolisme dengan meningkatkan kualtias dan kuantitas komponen-komponen seluler sehingga meningkatkan derajat vitalitasnya.

Tenaga Dalam secara fisiologis adalah tenaga hidup atau vitalitas yang lebih tinggi yang bersumber pada unsur kehidupan terkecil dari tubuh, yaitu: sel, yang diperoleh melalui pelatihan anaerobik-sistemik (pengendalian pernafasan).

Semua alat tubuh manusia dalam menjalankan fungsinya selalu berkaitan dengan masalah listrik, khususnya sel saraf dan otot yang merupakan penghasil listrik terbesar. Listrik tubuh dibangkitkan dari adanya perbedaaan potensial antara dalam sel dengan diluar sel, beda potensialnya rata-rata 70 mVolt.

OR TD yang terdiri dari olah gerak yang berarti pelatihan jaringan otot sehingga meningkatkan listrik otot, termasuk otot pernafasan. Dan disertai dengan konsentrasi yang berarti pelatihan jaringan syaraf sehingga meningkatkan listrik syaraf. Sehingga orang yang berlatih OR TD akan dapat melakukan diagnosa, terapi, dan komunikasi tanpa menggunakan alat apapun, karena listrik di tubuhnya dapat digunakan seperti alat keperluan diagnostik seperti EKG, USG, dan Xray. Juga alat untuk keperluan terapi seperti UKG, Ultra Sonik, EST. Maupun untuk komunikasi (Telepon, Handpone, Radio, TV).

Prof. Dr. Wahyu Karhiwikarta : Pelatihan Pernafasan terdapat 3 (tiga) unsur yang dilatih/diaktifkan, yaitu :

  1. Khusus organ/sistem pernafasan, dengan pengaturan frekuensi dan durasi

pengeluaran/ekspirasi dan pemasukan/inspirasi nafas.

  1. Sistem pembentukan energi/metabolisme, khususnya proses anerobik dengan terutama menahan nafas.
  2. Sistem otot-syaraf (musculo-sceletal), kekuatan dan daya tahan lokal otot dengan berbagai macam gerakan “jurus” secara berulang-ulang.

Sehingga latihan pernafasan ini adalah lebih dari sekedar latihan organ/sistem pernafasan, tetapi ikut pula terlatih organ dan atau sistem tubuh lain yang secara langsung maupun tidak langsung terangsang oleh gerak/aktivitas fisik tubuh.

Jika kita ingin meningkatkan sistem energi tubuh adalah terutama dengan latihan endurance aerobik dan atau latihan stamina anerobik. Dalam proses pembentukan dan penggunaan energi/metabolisme tubuh, ilmu kedokteran memakai prinsip ilmu fisika (hukum dan kaidah termodinamika) dimana satuan dasarnya Kilokalori (kcal). Berdasarkan hukum termodinamika I tentang kekekalan energi, prinsip keseimbangan/homeostastis pertukaran/perubahan energi tubuh.

Energi Kimia dari makanan yang diubah menjadi energi listrik (penjalaran dan perangsangan syaraf dan otot), energi mekanik (kontraksi otot, sekresi kelenjar, dll) dan energi panas(suhu tubuh), atau dirumuskan sebagai berikut :

E Kimia Makanan = E Listrik + E Mekanik Kerja + E Panas + E Kimia Cadangan.

Latihan Pernafasan bermanfaat untuk meningkatkan dan memantapkan Kesegaran Jasmani (KJ) pada umumnya, serta secara khusus latihan Hipoksik-anerobik. Keadaan Hipoksik-anerobik dalam dunia olahraga atletik telah menjadi salah satu topik pembahasan dalam upaya peningkatan prestasi. Pada latihan ini agar latihan dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas semua unsur KJ secara optimal, maka faktor cara/metode dan takaran/dosis latihan amat penting. Disamping pemberian secara gradual beban/intensitas latihan terutama pada awal latihan, waktu /lama repetisi dan sesi, serta interval antar latihan cukup menentukan.

Jika hal-hal tersebut tentang latihan yang aman dan efektif terpenuhi, maka manfaat yang diperoleh secara praktis klinis adalah:

  1. Meningkatnya kebugaran dan kesehatan pada umumnya.
  2. Dengan peningkatan derajat kesehatan dan kualtias hidup, maka meningkatkan potensi/kapasitas dan produktivitas kerja dengabn memalui peningkatan efesisensi “mesin” tubuh serta berkurang/tidak cepat timbulnya kelelahan kerja.
  3. Mencegah dan mengurangi kesakitan (morbility) dan kematian (mortality) beberapa penyakit pada khususnya, seperti :
    • Penyakit sistem kardiovaskular (koroner),
    • mengurangi keparahan dan resiko timbulnya penyakit diabetes mellitus,
    • rehabilitasi penyakit paru-paru menahun.
  4. Pencengahan Ostoporosis/perapuhan tulang.
  5. Peningkatan kepercayaan diri.

Kesimpulannya adalah latihan pernafasan ini pada umumnya, manfaatnya sama dengan program olahraga/latihan fisik yang dilaksanakan secara teratur dan terukur. Dengan lancarnya aliran darah keseluruh tubuh akan meningkatkan berbagai fungsi organ/ sistem tubuh seperti jantung dan pembuluh darah yang berperan penting pada kebugaran tubuh dan pembinaan kesehatan pada umumnya.

Dewasa ini telah berkembang perkumpulan/perguruan yang mengkhususkan diri dalam bidang pernafasan untuk membangkitkan dan memperkuat energi tubuh yang tersimpan/tenaga dalam. Untuk itu, perlu dilakukan pengamatan dan analisa atas pengertian dari tenaga dalam tersebut.

Berdasarkan pada hasil Dialog Terbuka pada tanggal 29 April 2000 yang bertopik tentang Pemanfaatan Pelatihan Pernafasan untuk Pengobatan Penyakit, dimana panitia mengundang 2 (dua) guru besar bidang faal olahraga sebagai pembicara utama, yaitu: Prof. Dr. Santosa Giriwijoyo dan Prof. Dr. Wahyu Karhiwikarta.

Berikut ini merupakan ringkasan dari materi yang diberikan oleh kedua pembicara tersebut.

Olah raga dalam tenaga dalam

Energi dibutuhkan oleh tubuh manusai untuk dapat melakukan aktivitasnya baik internal (pemanasan tubuh, regenerasi sel, dll) maupun untuk eksternal (kerja). Kemampuan tubuh manusia untuk melangsungkan kegiatannya dipengaruhi oleh struktur fisik yang membentuknya, dimana terdiri dari subsistem-subsistem (rangkah, peredaran darah, syaraf, otot, hormon, reproduksi, dll) yang saling berintrkasi dan bekerjasama untuk menjaga keseimbangan tubuh agar dapat bekerja secara optimal.

Bila ditinjau pada tingkat sel, tubuh manusia disusun dari 100 triliun sel dan mempunyai sifat dasar tertentu yang sama dimana terdiri dari 2 bagian utama yaitu inti dan sitoplasma. Setiap sel digabung oleh struktur penyokong intrasel, dan secara khusus beradaptasi untuk melakukan fungsi tertentu. Dimana 25 triliun sel yang ada merupakan sel darah merah yang mempunyai fungsi sebagai alat transportasi bahan makanan dan oksigen di dalam tubuh dan membawa karbon dioksida menuju paru-paru untuk dikeluarkan.

Semua sel menggunakan oksigen sebagai salah satu zat utama untuk membentuk energi, dimana mekanisme umum perubahan zat gizi menjadi energi di semua sel pada dasarnya sama. Bahan makanan yang berupa karbohidrat, lemak, dan protein yang dioksidasi akan menghasilkan energi untuk digunakan membentuk sejumlah besar Adenosine TriPosphate (ATP), dan selanjutnya ATP tersebut digunakan sebagai sumber energi bagi banyak fungsi sel. Sehingga ATP merupakan senyawa kimia labil yang terdapat di semua sel, dan semua mekanisme fisiologis yang memerlukan energi untuk kerjanya mendapatkan energi langsung dari ATP.

Bila ATP di urai secara kimia menjadi ADP akan menghasilkan energi sebesar 7 kkal/mol, dan cukup untuk berlangsungnya hampir semua langkah reaksi kimia dalam tubuh. Beberapa reaksi kimia yang memerlukan energi ATP hanya menggunakan beberapa ratus kalori dari 8 kkal yang tersedia, sehingga sisa energi ini hilang dalam bentuk panas.

Beberapa fungsi utama ATP sebagai sumber energi antara lain :

  1. Mensintesis komponen sel yang penting,
  2. Kontraksi otot,
  3. Transport aktif untuk melintasi membran sel (Absorpsi dari traktus intestinalis (usus),
  4. Absorpsi dari tubulus ginjal,
  5. Pembentukan sekreksi kelenjar,
  6. Membentuk perbedaan konsentrasi ion di dalam syaraf yang memberikan energi untuk transmisi impuls syaraf).

Inti dipisahkan dari sitoplasma oleh membran inti, dan sitoplasma dipisahkan dari cairan sekitarnya oleh membran sel. Berbagai zat yang membentuk sel secara keseluruhan dinamakan protoplasma, dimana terdiri dari atas 5 senyawa dasar, yaitu :

  1. air,
  2. elektrolit,
  3. protein,
  4. lipid,
  5. karbohidrat.

Sel juga mengalami pertumbuhan dengan menggandakan diri. Inti merupakan pusat pengawas sel, dimana berfungsi mengawasi reaksi kimia dan reproduksi sel. Inti mengandung asam deosirebonukleat (DNA) dalam jumlah besar, dimana menentukan sifat-sifat protein enzim sitoplasma dan mengawasi aktivitas sitoplasma, untuk mengawasi reproduksi (pembelahan sel) yang disebut mitosis.

Inti sel juga mengandung satu atau lebih nukleoli yang merupakan struktur protein sederhana yang mengandung asam ribonekleat (RNA), dimana memegang peranan penting untuk pembentukan protein. Sedangkan Sitoplasma terisi oleh partikel dan organel kecil dan besar yang tersebar, dimana ukurannya dari nano meter sampai 3 mikron.

2 organel yang sangat penting dalam sitoplasma adalah mitokondria dan lisosom.

Mitokondria dinamakan “pusat energi” bagi sel, karena menyaring energi dari zat gizi dan oksigen dan selanjutnya menyediakan sebagian besar energi (95%) yang diperlukan agar sel dapat melakukan fungsinya. Jumlahnya dalam setiap sel berbeda (dari puluhan sampai ribuan), dimana tergantung pada jumlah energi yang diperlukan oleh setiap sel, dan mitokondria mengadakan replikasi sendiri sampai jumlah yang dapat memenuhi kebutuhan energi sel. Komponen utama sel memperoleh energi adalah oksigen dan satu atau lebih bahan makanan (nutrisi).

Di dalam sel, bahan makanan secara kimia bereaksi dengan oksigen dibawah pengaruh berbagai enzim (puluhan enzim) yang mengawasi kecepatan reaksi dan menyalurkan energi yang dikeluarkan dalam arah yang tepat.

Lisosom merupakan sistem pencernaan intrasel yang memungkinkan sel mencerna, dan membuang zat dan struktur yang tidak diinginkan, khususnya struktur sel rusak atau asing (bakteri). Lisosom granula kecil yang banyak (kumpulan protein enzim hidrolitik) yang mampu memecahkan senyawa organik menjadi 2 bagian atau lebih dengan mengikatkan hidrogen dari molekul air dengan bagian senyawa ini (protein di hidrolisis menjadi asam amino, glikogen menjadi glukosa). Lebih dari 40 jenis hidrolase asam telah ditemukan dalam lisosom. Zat utama yang dicerna adalah protein, asam nukleat, mukopolasakarida, lipid dan glikogen.

Sel tersusun dari 4 unsur utama, yaitu :

  1. karbon,
  2. hidrogen,
  3. oksigen,
  4. nitrogen.

Sel hidup dan tumbuh bila mendapatkan zat gizi dan zat lainnya dari cairan sekitarnya, dimana zat tersebut dapat melewati membran sel melalui 3 jalan :

  1. Difusi, melalui pori-pori membran atau melalui matriks membran itu sendiri;
  2. Tranpor aktif, melalui membran, suatu mekanisme tempat sistem enzim dan zat pembawa khusus yang membawa zat melalui membran;
  3. Endositosis, suatu mekanisme membran menelan cairan ekstrasel dan isinya) Gen mengawasi fungsi sel dengan menentukan zat (struktur, enzim, dan zat kimia) yang akan disintesis di dalam sel.

Gen yang merupakan asam nukleat dinamakan asam deoksiribonukleat (DNA) yang secara otomatis mengawasi pembentukan asam ribonukleat (RNA), yang menyebar ke seluruh sel dan mengawasi pembentukan protein. Sebagian protein berjenis protein struktural, yang berhubungan dengan berbagai lipid (lemak) untuk membentuk struktur berbagai organel, dan protein jenis enzim yang berfungsi sebagai katalisator berbagai reaksi kimia dalam sel, seperti enzim untuk menggiatkan semua reaksi oksidatif yang memberi energi pada sel, sehingga menggiatkan sintesis berbagai zat kimia (lipid, glikogen, ATP, dan sebagainya).

DNA mempunyai bentuk dasar yang terdiri dari :

  1. Asam fosfat
  2. Deoksiribosa (gula)
  3. Empat basa nitrogen (Adenin, Guanin, Timin, dan Sitosin)

Asam fosfat dan deoksiribosa membentuk dua utas heliks DNA, serta basa nitrogen terletak di antara utas dan menghubungkannya. Sedangkan Nukleotida dibentuk dari penggabungan satu molekul asam fosfat, satu molekul deoksiribosa, dan salah satu dari empat basa nitrogen. Sehingga terbentuk empat nukleotida terpisah, yang masing-masing mengandung salah satu dari empat basa nitrogen. Nukleotida dibagi atas dua pasangan komplementer, yaitu :

  1. pasangan yang dibentuk dari asam adenilat dan asam timidiloat
  2. pasangan yang dibentuk dari asam guanilat dan asam sitidilat.

Basa nitrogen pada tiap-tipa pasangan dapat berikatan secara longgar satu sama lainnya, sehingga memberikan dua utas heliks DNA saling berikatan. Nukleotida tersebut berikatan sedemikian rupa sehingga asam fosfat dan deoksiribosa saling bergantian satu sama lain dalam dua utas yang terpisah, dan utas tersebut diikat yang kekuatannya lemah bersama-sama oleh pasangan basa komplementer masing-masing.

Untuk meletakkan DNA diperlukan pengangkatan kedua ujung dan memutarnya menjadi bentuk heliks. Sepuluh pasang nukleotida terdapat pada setiap putaran heliks sempurna dalam molekul DNA. Kepentingan DNA terletak pada kemampuannya untuk mengawasi pembentukan zat-zat lain dalam sel, yang disebut dengan kode genetik. Bila kedua utas molekul DNA saling berpisahan, rangkaian basa purin dan piramidin yang terpapar ini menonjol ke samping tiap-tiap utas untuk membentuk kode. Kata kode terdiri atas “triplet” basa (tiga basa yang berurutan).

Rangkaian kata-kata kode mengawasi rangkaian asam amino dalam molekul protein selama sintesis protein dalam sel. Tiap molekul DNA berutas dua membawa kode genetiknya sendiri-sendiri, misalnya utas yang mempunyai kode genetik GGC, AGA, CTT. Kata-kata kode ini bertanggung jawab untuk meletakkan tiga asam amino(prolin, serin, dan asam glutamat) dalam molekul protein.

Selanjutnya ketiga asam amino ini akan berbaris dalam molekul protein asam seperti barisan kode genetik dalam utas DNA. Karena hampir semua DNA terletak di dalam inti sel dan sebagian besar fungsi sel dilangsungkan di dalam sitoplasma, harus terdapat beberapa cara pada gen inti untuk mengawasi rekai-reaksi kimia sitoplasma. Untuk itu, pengawasannya dilakukan dengan melalui perantaraan asam ribonukleat (RNA), dimana pembentukan RNA diawasi oleh DNA inti, proses ini disebut transkripsi. RNA kemudian ditranspor ke dalam ruang sitoplasma tempat ia mengawasi sintesis protein.

Salah satu utas molekul DNA yang mengandung gen, bekerja sebagai “template” untuk tempat mensintesis molekul RNA. Kata kode dalam DNA menyebabkan pembentukan kata-kata kode komplementer yang dinamakan kodon dalam RNA.

Perlu diingat bahwa terdapat empat jenis basa DNA dan empat jenis basa nukleotida RNA. Basa-basa ini selalu berikatan satu sama lain dengan kombinasi khusus. Oleh karena itu, kode yang terdapat pada utas DNA dipindahkan dalam bentuk komplementer ke molekul RNA. Ribosa basa nukleotida selalu berikatan dengan basa deoksiribosa dengan kombinasi sebagai berikut :

Puluhan ribu protein enzim yang dibentuk pada hakekatnya mengawasi semua reaksi-rekasi kimia lain yang berlangsung dalam sel. Enzim-enzim ini meningkatkan sintesis lipid, glikogen, purin, pirimidin, dan beratus zat lainnya.

Dalam proses pengawasan fungsi genetik dan aktivitas biokomia sel, pada dasarnya terdapat 2 cara pengawasan aktivitas biokimia selyang berbeda, yaitu :

  1. Pengaturan genertik, tempat aktivitas gen itu sendiri diawasi
  2. Pengaturan enzimatik, tempat kecepatan aktivitas enzim dalam sel diawasi.

Pertumbuhan dan pembiakan sel biasanya terjadi secara bersama-sama, dimana pertumbuhan dalam keadaan normal mengakibatkan replikasi DNA inti, beberapa jam kemudian diikuti oleh mitosis (pembelahan sel).

Pada tubuh manusia normal, pengaturan pertumbuhan dan pembiakan sel sebagai suatu peristiwa ajaib. Sel-sel tertentu tumbuh dan berbiak terus-menerus, seperti pada sel-sel yang membentuk darah pada sumsum tulang, lapisan germinativum kulit, dan epitel usus. Bila terdapat ketidak-cukupan pada beberapa jenis sel dalam tubuh, sel-sel ini akan tumbuh dan berkembang biak dengan amat cepat sampai jumlah semula/asal.

Misalnya 7/8 bagian organ hati dibuang sehingga tersisa 1/8 bagian saja, sel yang tersisa akan tumbuh dan berkembang biak sampai bentuk hati kembali seperti semula. Peristiwa ini terjadi di hampir semua sel (kelenjar, sumsum tulang, jaringan subkutis, epitel usus).

Mekanisme yang mempertahankan jumlah yang tetap berbagai jenis sel dalam tubuh disebabkan oleh adanya zat–zat pengawas perkembang-biakan yang disebut “chalone” yang disekresi oleh berbagai sel yang menyebabkan efek umpan balik untuk menghentikan atau memperlambat pertumbuhan dan mitosis sel.

Adapun penyakit kanker yang sering terjadi pada saat ini adalah penyakit yang menyerang proses dasar kehidupan sel, yang hampir semuanya mengubah genom sel (komplemen genetik total sel) serta mengakibatkan pertumbuhan liar dan penyebaran sel kanker. Penyebab perubahan genom ini adalah :

  1. Mutasi (perubahan) salah satu gen atau lebih
  2. Mutasi sebagian besar segmen utas DNA yang mengandung banyak gen,
  3. Pada beberapa keadaan, penambahan atau pengurangan sebagian besar segmen kromosom.

Dalam tubuh manusia terjadi pembentukan bermilyaran sel baru yang dibentuk pada setiap tahun. Pembentukan sel tidak terjadi bila utas kromosom DNA mengadakan replikasi dengan tepat sebelum berlangsung mitosis, dan walaupun sudah terbentuk utas baru, ketelitian proses replikasi “dikoreksi” beberapa kali.

Bila ada suatu kesalahan, utas yang baru dipotong dan diperbaiki sebelum proses mitosis berlangsung. Walaupun terdapat semua pencegahan seperti ini, mungkin salah satu dari ratusan ribu sampai jutaan sel yang baru dibentuk tetap mempunyai sifat mutan. Setiap gen pada manusia mempunyai kemungkinan 1 dalam 100.000 merupakan suatu mutan bila dibandingkan dengan gen orangtuanya. Sehingga hanya dibutuhkan kesempatan saja agar mutasi dapat berlangsung. dimana faktor-faktor lain yang menambah kemungkinan mutasi adalah :

  1. Radiasi ionisasi,
  2. Zat kimia tertentu (karsinogen),
  3. Beberapa virus,
  4. Iritasi fisik,
  5. Prediposisi herediter.

Dua perbedaan utama antara sel kanker dan sel normal adalah :

  1. Sel kanker tidak mematuhi batas-batas pertumbuhan sel yang umum, karena ia tidak mensekresi “cholone” yang sesuai.
  2. Sel kanker jauh kurang adhesif satu sama lain dibandingkan sel normal, mempunyai kecenderungan mengembara melalui jaringan, memasuki aliran darah, dan ditranspor ke seluruh tubuh tempat mereka membentuk banyak nodus untuk pertumbuhan kanker baru.

Tubuh manusia mempunyai kemampuan untuk melawan hampir semua jenis organisme/toksin yang merusak jaringan dan organ. Kemampuan tersebut dinamakan kekebalan. Kekebalan dapat dibagi atas 2 jenis, yaitu :

  1. Kekebalan didapat/kekebalan khusus, yang membentuk antobodi serta limfosit peka yang menyerang dan menghancurkan organisme spesifik/toksin.
  2. Kekebalan bawaan/alamiah, membuat tubuh manusia resisten terhadap penyakit-penyakit pada binatang, kolera, campak, penyakit virus yang membunuh. Kekebalan ini disebabkan oleh proses berikut:
    • Fagositosis bakteri dan penyerang lain oleh sel darah putih dan sel dari sistem makrofag jaringan.
    • Destruksi organisme yang tertelan dalam lambung oleh enzim-enzim pencernaan.
    • Daya tahan kulit terhadap invasi oleh organisme asing.
    • Adanya senyawa kimia tertentu dalam darah yang menyerang organisme asing/toksin dan menghancurkannya.

Tubuh manusia mempunyai kekebalan spesifik yang sangat kuat terhadap tiap-tiap agen penyerang seperti bakteri, virus, toksin. Sistem kekebalan didapat ini penting sebagai pertahanan terhadap organisme penyerang karena tubuh tidak mempunyai kekebalan bawaan/alamiah. Tubuh tidak menghambat invasi pada serangan pertama, tetapi dalam beberapa hari sampai beberapa minggu terserang menyebabkan sistem imun khusus timbul dengan kuat untuk menahan penginvasi/toksin, sehingga timbul daya tahan sangat spesifik untuk penginvasi tertentu dan tidak untuk penginvasi jenis lainnya. Kekebalan didapat sering dapat memberikan proteksi ekstrim, misalnya toksin tertentu/tetanus dapat memproteksi dalam dosis 100 ribu kali jumlah yang akan menimbulkan kematian tanpa kekebalan tersebut. Karena alasan ini proses yang dikenal dengan vaksinasi sangat penting dalam melindungi manusia terhadap penyakit tertentu.

Dalam tubuh manusia terdapat 2 jenis dasar kekebalan yang didapat/khusus dan berhubungan sangat erat, yaitu :

  1. Kekebalan humoral, tubuh manusia membentuk antibodi yang beredar, yang merupakan molekul globulin yang mampu menyerang agen penginvasi.
  2. Kekebalan seluler/limfositik, didapat melalui pembentukan limfosit yang sangat khusus dalam jumlah besar yang peka terhadap agen asing, yang mempunyai kemampuan menyerang agen asing dan menghancurkannya.

Tiap-tiap toksin atau jenis organisme penginvasi mengandung satu senyawa kimia spesifik atau lebih yang membedakannya dari semua senyawa lainnya. Umumnya senyawa ini adalah suatu protein, polisakarida besar, atau kompleks lipoprotein besar, dan inilah yang menyebabkan kekebalan didapat, zat ini disebut antigen. Hal sama pada jaringan, seperti jantung yang ditransplantasikan dari manusia lain juga mengandung sejumlah antigen yang dapat menimbulkan proses imun dan selanjutnya menyebabkan destruksi cangkokan.

Zat-zat yang bersifat antigenik biasanya harus mempunyai berat molekul yang besar, selanjutnya proses antigenisitas mungkin tergantung atas rantai prostetik yang secara teratur timbul pada permukaan molekul besar, yang mungkin menerangkan mengapa protein dan polisakarida hampir selalu bersifat antigenik, karena mereka mempunyai kedua jenis sifat streokimia ini.

Kekebalan didapat adalah hasil dari jaringan limfoid tubuh. Pada orang yang secara genetik tidak mengandung jaringan limfoid atau rusak oleh radiasi atau zat kimia, kekebalan didapatnya tidak terbentuk. Walaupun sebagain besar limfoit dalam jaringan limfoid normal, sel-sel ini secara nyata dibagi atas 2 golongan, yaitu :

  1. Limfosit T, bergantung jawab dalam pebentukan limfosit yang disensitisasi yang memberikan kekebalan seluler, dimana Limfosit T dibentuk dalam timus
  2. Limfosit B, untuk pembentukan antibodi yang memberikan kekebalan humoral, dimana limfosit B dibentuk dalam hati fetus Limfosit bersikulasi dalam darah selama beberapa jam tetapi kemudian terjebak oleh jala retikulum di dalam jaringan limfoid, selanjutnya limfosit terus berproduksi dan tumbuh jaringan limfoid di seluruh tubuh.

Sebenarnya bila orang menjadi kebal terhadap jaringannya sendiri, proses kekebalan didapat akan menghancurkan tubuhnya sendiri. Untungnya, mekanisme kekebalan normal mengenali jaringannya sendiri sebagai jaringan yang berbeda dengan jaringan penginvasi/toksin, dan sistem kekebalan membentuk sedikit antibodi maupun limfosit yang disensitisasi terhadap antigennya sendiri. Fenomena ini dikenal sebagai toleransi terhadap jaringan tubuhnya sendiri.

Oleh karena itu, dianggap bahwa selama pembentukan limfosit T dan B, semua koloni limfosit spesifik bagi jaringan tubuh sendiri dihancurkan sendiri karena mereka terus menerus terpapar antigen tubuh. Karena sifat antibodi yang bervalensi dua, dan tempat antigen multipel pada sebagian besar agen penginvasi/toksin, antibodi dapat tidak mengaktifkan toksin dengan salah satu jalan berikut ini, yaitu :

  1. Aglutinasi, tempat agen antigenik multipel terikat bersama-sama dalam suatu gumpalan.
  2. Presipitasi, tempat kompleks antigen yang larut dan antibodi menjadi tidak larut dan mengalami presipitasi.
  3. Netralisasi, tempat antobodi yang meliputi tempat toksik agen antigenik.
  4. Lisis, Tempat sebagian antibodi yang sangat berat yang mampu langsung menyerang membran agen seluler, dan menyebabkan pecahnya sel.

Efek pengaktifan enzim sebagai awal reaksi lokal jaringan untuk melindungi terhadap kerusakan oleh penginvasi/toksin sebagai berikut:

  1. Lisis, enzim proteolitik sistem komplemen mencernakan bagian membran sel sehingga pecahnya agen seluler (bakteri).
  2. Opsonisasi dan Fagositosis, enzim komplemen menyerang permukaan bakteri/antigen yang mengakibatkan mereka sagnat peka terhadap fagositosis oleh neutrofil dan makrofag jaringan (opsonisasi)
  3. Kemotaksis, satu atau ;lebih dari hasil komplemen menyebabkan kemotaksis neutrofil dan makrofag sehingga sangat meningkatkan jumlah fagosit dalam daerah sekitar agen antigenik.
  4. Aglutinasi, enzim komplemen juga mengubah permukaan agen antigenik sehingga mereka saling melekat satu sma lain.
  5. Netralisasi virus, enzim komplemen sering menyerang struktur molekuler virus.
  6. Efek peradangan, produk komplemen yang menimbulkan reaksi peradangan lokal yang mengakibatkan hiperemia, kogulasi protein dalam jaringan, dan aspek lain dari poroses peradangan sehingga mencegah pergerakan agen penginvasi melalui jaringan.

Dalam proses vaksinasi yang telah digunakan selama bertahun-tahun untuk memberikan kekebalan didapat/khusus terhadap penyakit spesifik. Orang yang divaksinasi dengan memasukkan organisme mati ke dalam tubuh melalui suntikan yang tidak lagi mampu menyebabkan penyakit tetapi tetap mempunyai antigen kimia. Jenis vaksinasi ini digunakan untuk melindungi terhadap penyakit demam tifoid, pertusis, difteria, dan yang serupa.

Kekebalan juga dapat dicapai terhadap toksin yang telah diolah dengan zat kimia sehingga sifat toksiknya telah dimusnahkan walaupun antigen penyebab kekebalan tetap utuh. Tindakan ini digunakan untuk vaksinasi tetanus, botulism, dan yang serupa.

Orang divaksinasi dengan menginfeksi mereka dengan organisme hidup yang telah dilemahkan, yaitu organisme yang dibiakkan pada medium khsuus sampai mengalami mutasi yang cukup sehingga mereka tidak akan menyebabkan penyakit tetapi tetap membawa antigen spesifik. Tindakan ini digunakan untuk melindungi terhadap penyakit pliomielitis, demam kuning, campak, caar, dan penyakit virus lainnya.

Adapun untuk kasus transplantasi jaringan atau organ tertentu, seperti kulit, ginjal, jantung, dan lain-lain. Percobaan secara seksama perlu dilakukan untuk mencegah reaksi antigen-antibodi. Tindakan khusus perlu dilakukan untuk memberikan keberhasilan klinis dengan cara mencegah penolakan cangkokan.

Antigen terpenting yang menyebabkan penolakan cangkokan adalah sekelompok antigen yang disebut HLA yang terdiri dari 50 antigen atau lebih dalam membran sel jaringan. Keberhasilan terbaik bila mempunyai kecocokan golongan jaringan antara anggota keluarga yang sama, atau dengan menggunakan hormon glukokortioid dari kelenjar adrenalin yang mempunyai kemampuan menekan pembentukan antibodi dan limfosit.

Pemberian hormon dalam jumlah besar (ACTH) menyebabkan kelenjar adrenalin menghasilkan glukosa kortikoid yang sangat membantu dalam mencegah penolakan transplantasi organ, dan telah menjadi bagian utama banyak program terapi.

Bila dilihat secara fisiologis (Guyton, 1987), pada saat seseorang dalam keadaan panik atau terancam jiwanya, tubuh seseorang akan mengalami perubahan akibat dari sebagian besar susunan syaraf simpatis menjadi terangsang secara serentak sehingga dalam banyak hal meningkatkan kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan hebat (Peningkatan tekanan arteri, Peningkatan aliran darah ke otot-otot aktif yang secara bersamaan dengan penurunan aliran darah ke organorgan yang tidak penting untuk kegiatan cepat, Peningkatan kecepatan metabolisme sel di seluruh tubuh, Peningkatan konsentrasi glukosa darah, Peningkatan glikolisis di dalam otot, Peningkatan kekuatan otot, Peningkatan kegiatan mental).

Dimana Pada kondisi stres (rasa takut/terancam jiwa) tubuh terpaksa menyalurkan seluruh sumber daya yang dimiliki, termasuk kekuatan dan kecepatan. Hal ini berdampak pada :

  • Otak yang menumpulkan kepekaan tubuh terhadap rasa sakit dan meningkatkan daya ingat dan daya pikir.
  • Pupil mata membesar supaya penglihatan membaik.
  • Paru-paru makin rajin menghirup oksigen.
  • Nadi mengalirkan oksigen dan glukosa/gula darah ekstra sebagai tenaga.
  • Denyut jantung dan tekanan darah meningkat.
  • Hormon adrenalin dipacu keluar lebih banyak.
  • Sel darah merah ekstra juga dipaksa mengalir keluar sehingga memungkinkan darah mengakut lebih banyak okdigen ke seluruh otot.
  • Sistem pencernaan berhenti supaya tubuh bisa memaksimalkan penggunaan energi untuk otot.
  • Bulu-bulu tubuh berdiri.

Beberapa menit setelah respon aktif, tubuh melakukan beberapa penyesuaian agar proses metabolisme tetap stabil.

Hippocampus sebagai tempat pusat ingatan dan daya belajar otak mulai aktif menghadapi stres. Tetapi mekanisme ini menyebabkan :

  • Perlindungan terhadap infeksi lenyap.
  • Membuat tubuh terpaksa menghabiskan energi yang tersisa.
  • Cadangan lemak (tempat tenaga disimpan) terpaksa disedot habis dan diubah menjadi energi.

Jika kondisi ini terlalu sering terjadi, respon terhadap stres dapat menyebabkan :

  • Merusak sistem kekebalan.
  • Merusak otak.
  • Merusak jantung.

Jaringan otak berubah menjadi sel otak beracun, dan berpotensi merusak kemampuan kognitif. Rasa lelah, amarah dan depresi meningkat. Sel-sel antibodi yang bekerja keras secara berulang-ulang akan menjadi lemah juga, sehingga berakibat daya tahan tubuh terhadap infeksi menurun. Dari keterangan diatas, pertanyaan yang timbul adalah bagaimana cara/metode yang dapat mengatur respon terhadap stres tersebut ?.

Para ahli di University of Massachusett mempunyai cara ampuh, yaitu melalui latihan meditasi dan relaksasi dengan pengaturan pernafasan. Tujuan dari program tersebut adalah untuk membebaskan pikiran dari gangguan pengalaman masa lalu dan masa depan, dimana partisipan diminta berbaring, dan membuat otot-otot santai pada saat bersamaan.

Cara latihan tersebut mampu menguapkan aliran hormon adrenalin/stres yang membantu menurunkan denyut jantung dan tekanan darah. Walau tidak diketahui secara pasti bagaimana perubahan secara pasti, olahraga diketahui dapat meningkatkan :

  1. Produksi hormon endorfin ( mirip dengan zat morfin) dalam tubuh,
  2. Menambah pasokan oksigen di otak,
  3. Melemaskan ketegangan otot).

Jumlah efek ini memungkinkan seseorang melakukan kegiatan fisik yang jauh lebih berat dibanding dengan tiada efek ini. Karena stres fisiklah yang biasanya merangsang syaraf simpatis untuk mengadakan peningkatan kegiatan tambahan bagi tubuh.

Sistem syaraf simpatis juga sangat digiatkan bila dalam keadaan emosional (marah, takut) yang terutama ditimbulkan oleh perangsangan hipotalamus, isyarat dikirimkan melalui formasio retikulasis dan medulla spinalis yang menyebabkan pencetusan syaraf simpatis secara besar-besaran dan terjadi reaksi alarm simpatis atau reaksi melawan atau kabur (fight or flight reation). Bila tubuh dalam keadaan reaksi tersebut dan dalam kondisi siaga (memutuskan apakah tetap diam untuk melawan atau melarikan diri) akan membuat kegiatan-kegiatan selanjutnya menjadi sangat hebat.

Manusia adalah mahluk aerobik, yaitu kehidupan manusia sangat tergantung pada Oksigen, dimana ketiadaan oksigen selama kurang dari 10 menit akan menyebabkan kematian. Pasokan oksigen kedalam tubuh terjadi melalui sistema respirasi/pernafasan, sehingga sistema ini berfungsi sebagai gerbang pemasukan oksigen. Kebutuhan oksigen tergantung pada intensitas gerak, kerja atau olahraga yang dilakukan.

Pada kondisi istirahat dan olahraga ringan (sub-maksimal) kebutuhan oksigen selalu dapat dipenuhi, akan tetapi tidak dapat meningkatkan kemampuan fungsional yang sudah ada. Sehingga untuk meningkatkan kemampuan fungsional perlu diciptakan kondisi pelatihan, yaitu kesenjangan antara kebutuhan oksigen dan pasokannya. Pada OlahRaga Tenaga Dalam (OR TD), kondisi pelatihan diciptakan melalui pengendalian pernafasan.

Bila dikaji sampai pada tingkat sel, kondisi pelatihan pada olahraga konvensional hanya terjadi pada sel-sel otot yang aktif, sedangkan pada OR TD terjadi pada semua sel tubuh. Pelatihan sel-sel tubuh yang bersifat sistemik/menyeluruh pada OR TD akan meningkatkan kualitas fungsional sel secara keseluruhan. Kondisi ini akan merangsang seluruh sel untuk meningkatkan kemampuannya menyelenggarakan olahdaya/metabolisme dengan meningkatkan kualtias dan kuantitas komponen-komponen seluler sehingga meningkatkan derajat vitalitasnya.

Tenaga Dalam secara fisiologis adalah tenaga hidup atau vitalitas yang lebih tinggi yang bersumber pada unsur kehidupan terkecil dari tubuh, yaitu: sel, yang diperoleh melalui pelatihan anaerobik-sistemik (pengendalian pernafasan).

Semua alat tubuh manusia dalam menjalankan fungsinya selalu berkaitan dengan masalah listrik, khususnya sel saraf dan otot yang merupakan penghasil listrik terbesar. Listrik tubuh dibangkitkan dari adanya perbedaaan potensial antara dalam sel dengan diluar sel, beda potensialnya rata-rata 70 mVolt. OR TD yang terdiri dari olah gerak yang berarti pelatihan jaringan otot sehingga meningkatkan listrik otot, termasuk otot pernafasan. Dan disertai dengan konsentrasi yang berarti pelatihan jaringan syaraf sehingga meningkatkan listrik syaraf.

Perbandingan olah raga biasa dengan olah pernafasan (TD).

Olah raga anaerob seperti fitness yaitu berolahraga dengan mengangkat beban-beban berat. Olah raga anaerob ini bisa jadi sangat berat tergantung pda porsi latihan yang digunakan. Olah raga anaerob ini memperoduksi zat asam laktat.

Olah raga aerob yaitu olah raga yang menggunakan pengaturan nafas sebagai kunci utamanya. Contoh olah raga aerob yang biasa ada dimasyarakat yaitu senam, yoga, tai chi, silat tenaga dalam.

Pada saat kita melakukan olahraga anaerob dibawah 2 jam maka akan mengeluarkan hasil yang cukup baik tapi setelah 2 jam maka olah raga aerob akan menghasilkan kebaikan yang lebih besar bagi tubuh dibanding olahraga anaerob.Tapi perlu diperhatikan pula ialah pernafasan dan gerakan yang benar menjadi kunci keberhasilan dan bisa saja melebihi hasil olahraga anaerob saat berolah raga dibawah 2 jam.

Olah raga aerob yang disiplin akan membuat terhambatnya kematian pada sel sehingga akan terlihat lebih awet muda dan kekuatan fisiknya lebih dari orang pada umumnya.

Sumber Energi Tenaga Dalam (teknik pernafasan)

Manusia dalam melakukan kegiatan/aktivitas setiap hari membutuhkan energi, baik untuk bergerak maupun untuk bekerja. Kemampuan tubuh manusia untuk melangsungkan kegiatannya dipengaruhi oleh struktur fisiknya. Tubuh manusia terdiri dari struktur tulang, otot, syaraf, dan proses metabolisme. Rangkah tubuh manusia disusun dari 206 tulang yang berfungsi untuk melindungi dan melaksanakan kegiatan fisiknya, dimana tulang-tulang tersebut dihubungkan dengan sendi-sendi otot yang dapat berkontraksi. Otot-otot ini berfungsi mengubah energi kimia menjadi energi mekanik, dimana kegiatannya dikontrol oleh sistem syaraf sehingga dapat bekerja secara optimal.

Hasil dari proses metabolisme yang terjadi di otot, berupa kumpulan proses kimia yang mengubah bahan makanan menjadi dua bentuk, yaitu energi mekanik dan energi panas. Proses dari pengubahan makanan dan air menjadi bentuk energi.

Adapun penjelasan sebagai berikut:

Bahan makanan yang diproses pada sistem pencernaan yang meliputi Lambung diruai/dihaluskan menjadi seperti bubur, kemudian masuk ke usus halus untuk diserap bahan-bahan makanan tersebut yang selanjutnya masuk ke sistem peredaran darah, menuju ke sistem otot.

Begitu juga dengan udara yang dihirup melalui hidung akan masuk ke paru-paru/sistem pernafasan, dimana zat oksigen yang turut masuk ke paru-paru selanjutnya oleh paru-paru dikirim ke sistem peredaran darah. Selain itu paru-paru berfungsi juga untuk mengambil karbon dioksida dari sistem peredaran darah untuk dikeluarkan dari dalam tubuh. Selanjutnya oksigen yang telah berada di sistem peredaran darah dikirimkan ke sistem otot, yang akan bertemu dengan zat gizi untuk beroksidasi menghasilkan energi.

Selain menghasil energi, proses ini menghasilkan juga asam laktat yang dapat menghambat proses metabolisme pembentukan energi selanjutnya. Selama kebutuhan oksigen terpenuhi proses metabolisme, oksigen sisa yang ada di dalam darah digunakan untuk menguraikan asam laktat menjadi glikogen untuk digunakan kembali menghasilkan energi kembali.

Kemudian bila dilihat dari proses tempat terjadinya pembentukan energi pada tubuh manusia, maka perlu dijelaskan mekanisme pada tingkat sel. Hal ini dipandang perlu, agar konsep pembentukan energi tenaga dalam yang akan diterangkan pada edisi berikutnya dapat dipahami dengan baik.

Bila ditinjau pada tingkat sel, tubuh manusia disusun dari 100 triliun sel dan mempunyai sifat dasar tertentu yang sama. Setiap sel digabung oleh struktur penyokong intrasel, dan secara khbusus beradaptasi untuk melakukan fungsi tertentu. Dari total sel yang ada tersebut, 25 triliun sel merupakan sel darah merah yang mempunyai fungsi sebagai alat tranportasi bahan makanan dan oksigen di dalam tubuh dan membawa karbon dioksida menuju paru-paru untuk dikeluarkan.

Disamping itu, hampir semua sel juga mempunyai kemampuan untuk berkembang biak, walaupun sel-sel tertentu rusak karena suatu sebab, sel-sel yang tersisa dari jenisnya akan membelah diri secara kontinyu sampai jumlah yang sesuai/membentuk seperti semula.

Semua sel menggunakan oksigen sebagai salah satu zat utama untuk membentuk energi, dimana mekanisme umum perubahan zat gizi menjadi energi di semua sel pada dasarnya sama.

Bahan makanan yang berupa karbohidrat, lemak, dan protein yang dioksidasi akan menghasilkan energi. Energi dari karbohidrat, lemak, dan protein semuanya digunakan untuk membentuk sejumlah besar Adenosine TriPosphate (ATP), dan selanjutnya ATP tersebut digunakan sebagai sumber energi bagi banyak fungsi sel. Bila ATP di urai secara kimia sehingga menjadi Adenosine DiPosphate (ADP) akan menghasilkan energi sebesar 8 kkal/mol, dan cukup untuk berlangsungnya hampir semau langkah reaksi kimia dalam tubuh. Beberapa reaksi kimia yang memerlukan energi ATP hanya menggunakan beberapa ratus kalori dari 8 kkal yang tersedia, sehingga sisa energi ini hilang dalam bentuk panas. Beberapa fungsi utama ATP sebagai sumber energi adalah untuk mensintesis komponen sel yang penting, kontraksi otot, dan transport aktif untuk melintasi membran sel.

Bila dilihat secara persentase, energi yang menjadi panas sebesar 60% selama pembentukan ATP, kemudian lebih banyak lagi energi yang menjadi panas sewaktu dipindahkan dari ATP ke sistem fungsional sel. Sehingga hanya 25% dari seluruh energi dari makanan yang digunakan oleh sistem fungsional sel.

Dan walaupun demikian, sebagian besar energi ini juga menjadi panas karena :

  • Energi untuk sistesis protein dan unsur-unsur pertumbuhan lain. Bila protein disintesis menyebabkan banyak ATP digunakan untuk membentuk ikatan peptida dan ia menyimpan energi dalam rantai ini, terdapat pertukaran protein secara terus-menerus, sebagian didegradasi dan sementara protein lainnya dibentuk. Energi yang disimpan dalam ikatan peptida dikeluarkan dalam bentuk panas ke dalam tubuh.
  • Energi untuk aktivitas otot. Sebagian besar energi ini dengan mudah melawan viskositas otot itu sendiri atau jaringan sekelilingnya sehingga anggota badan dapat bergerak. Pergerakan liat ini menyebabkan gesekan dalam jaringan akan menimbulkan panas.
  • Energi untuk jantung memompa darah. Darah merenggangkan sistem arteri sehingga menyebabkan resevoar energi potensial. Pada saat darah mengalir melalui pembuluh darah kapiler, gesekan dari lapisan darah yang mengalir satu sama lain terhadap dinding pembuluh mengubah energi ini menjadi panas.

Oleh karena itu, dapat dikatakan semua energi yang digunakan oleh tubuh diubah menjadi panas, kecuali di otot yang digunakan untuk melakukan beberapa bentuk kerja di luar tubuh.

Sumber :

  1. Guyton A.C,”Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit”, ECG, Jakarta, 1987.
  2. Schumm D.E,“Intisari Biokimia”, Binarupa Aksara, Jakarta, 1993.
  3. Vanders, et al,”Human Physiology”, 6Th Edition, McGraw-Hill, 1994.

Sel dan fungsinya ditinjau dari TD

Tubuh manusia dibentuk dari susunan sel yang berjumlah sekitar 100 triliyun sel, dimana sel-sel yang sejenis membentuk jaringan yang mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Jaringan otot untuk berkontraksi, kelenjar Pankreas untuk menghasilkan enzim insulin, kelenjar Adrenalin menghasilkan hormon adrenalin, sumsum tulang menghasilkan sel darah merah, dan lain-lain.

Meskipun semua fungsi dari jaringan tersebut berbeda-beda, tetapi berbagai sel pembentuk jaringan mempunyai banyak kesamaan. Sel pada umumnya mempunyai struktur yang sama, yang terdiri dari 2 bagian utama yaitu inti dan sitoplasma. Adapun struktur komponen dan fungsinya di dalam sel secara rinci dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Struktur dan fungsinya dari Organel di dalam SEL.

STRUKTUR FUNGSI

  1. Inti Mengandung kromosom, DNA, mensintesis RNA.
  2. Anak inti Mensintesis ribosom RNA.
  3. Mitokondria Memproduksi ATP, langkah pertama mensintesis urea dan tahap akhir dari oksidasi substrat.
  4. Mikrofilamen, Mikrotubulus Mempertahankan bentuk sel, memungkinkan pergerakan bahan di dalam sel, termasuk kromosom ketika sel membelah diri.
  5. Retikulum endoplasmik berfungsi Mensintesis protein, steroid dan karbohidrat.
  6. Kompleks Golgi Mengubah protein sehingga siap disekresikan.
  7. Lisosom Merombak asam nukleat, protein dan karbohidrat.

Peroksisom Mengoksidasi berbagai substrat, perombakan H2O2 Inti dipisahkan dari sitoplasma oleh membran inti, dan sitoplasma dipisahkan dari cairan sekitarnya oleh membran sel. Berbagai zat yang membentuk sel secara keseluruhan dinamakan protoplasma, dimana terdiri dari atas 5 senyawa dasar, yaitu air, elektrolit, protein, lipid, dan karbohidrat. Sel tersusun dari 4 unsur utama, yaitu karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen.

Sel juga mengandung struktur fisik yang sangat terorganisir yang disebut organel, dimana fungsinya penting sebagai tempat unsur-unsur kimia sel. Berbagai organel seluler memilih berbagai macam substrat ke dalam berbagai tempat penyimpanan yang berbeda, memisahkan enzim, tempat terjadinya reaksi-reaksi biokimia dan melindungi informasi genetik. Sel juga mengalami pertumbuhan dengan menggandakan diri.

Inti merupakan pusat pengawas sel, dimana berfungsi mengawasi reaksi kimia dan reproduksi sel.

Inti mengandung asam deosirebonukleat (DNA) dalam jumlah besar, dimana menentukan sifatsifat protein enzim sitoplasma dan mengawasi aktivitas sitoplasma, untuk mengawasi reproduksi (pembelahan sel) yang disebut mitosis. Inti sel juga mengandung satu atau lebih nukleoli yang merupakan struktur protein sederhana yang mengandung asam ribonekleat (RNA), dimana memegang peranan penting untuk pembentukan protein.

Sitoplasma terisi oleh partikel dan organel kecil dan besar yang tersebar, dimana ukurannya dari nano meter sampai 3 mikron. 2 organel yang sangat penting dalam sitoplasma adalah mitokondria dan lisosom. Sitoplasma mengandung 2 pasang sentriol, yang merupakan struktur silindris kecil yang memegang peranan penting pada pembelahan sel. Juga sebagian besar mengandung tetesan lipid dan granula glikogen yang memegang peranan penting pada metabolisme energi sel.

Mitokondria dinamakan “pusat energi” bagi sel, karena menyaring energi dari zat gizi dan oksigen dan selanjutnya menyediakan sebagian besar energi (95%) yang diperlukan agar sel dapat melakukan fungsinya. Jumlahnya dalam setiap sel berbeda (dari puluhan sampai ribuan),dimana tergantung pada jumlah energi yang diperlukan oleh setiap sel, dan mitokondriamengadakan replikasi sendiri sampai jumlah yang dapat memenuhi kebutuhan energi sel.

Komponen utama sel memperoleh energi adalah oksigen dan satu atau lebih bahan makanan (nutrisi). Di dalam sel, bahan makanan secara kimia bereaksi dengan oksigen dibawah pengaruh berbagai enzim (puluhan enzim) yang mengawasi kecepatan reaksi dan menyalurkan energi yang dikeluarkan dalam arah yang tepat. Energi yang dihasilkan membentuk Adenosine Triphospate (ATP).

ATP adalah suatu nukleotida yang terdiri dari basa nitrogen adenin, gula pentosa ribosa dan tiga rantai fosfat. Dua rantai fosfat yang terakhir dihubungkan dengan bagian sisa molekul oleh ikatan fosfat berenergi tinggi yang sangat labil sehingga dapat dipecah seketika bila dibutuhkan energi untuk meningkatkan reaksi sel lainnya. Enzim-enzim oksidatif yang mengkatalis perubahan Adenosine Diphospate (ADP) menjadi ATP dengan serangkaian reaksi menyebabkan energi yang dikeluarkan dari pengikatan hidrogen dengan oksigen digunakan untuk mengaktifkan ATPase dan mengendalikan reaksi untuk membentuk ATP dalam jumlah besar dari ADP. ATP kemudian ditransfor ke luar mitokondria ke semua bagian sitoplasma dan nukleoplasma, dimana energinya digunakan untuk memberi tenaga pada fungsi-fungsi sel. Oleh karena itu, ATP dinamakan sebagai bentuk energi sel karena dapat disimpan dan dibentuk kembali.

Lisosom merupakan sistem pencernaan intrasel yang memungkinkan sel mencerna, dan membuang zat dan struktur yang tidak diinginkan, khususnya struktur sel rusak atau asing (bakteri). Lisosom granula kecil yang banyak (kumpulan protein enzim hidrolitik) yang mampu memecahkan senyawa organik menjadi 2 bagian atau lebih dengan mengikatkan hidrogen dari molekul air dengan bagian senyawa ini (protein di hidrolisis menjadi asam amino, glikogen menjadi glukosa). Lebih dari 40 jenis hidrolase asam telah ditemukan dalam lisosom. Zat utama yang dicerna adalah protein, asam nukleat, mukopolasakarida, lipid dan glikogen.

Sel hidup dan tumbuh bila mendapatkan zat gizi dan zat lainnya dari cairan sekitarnya, dimana zat tersebut dapat melewati membran sel melalui 3 jalan, yaitu :

  1. Difusi, melalui pori-pori membran atau melalui matriks membran itu sendiri.
  2. Tranpor aktif, melalui membran, suatu mekanisme tempat sistem enzim dan zat pembawa khusus yang membawa zat melalui membran.
  3. Endositosis, suatu mekanisme membran menelan cairan ekstrasel dan isinya.

Sel juga mengalami pergerakan yang terjadi dalam tubuh, seperti pada sel otot rangka, otot jantung, otot polos, dan lain-lain. Pergerakan sel dibagi atas 2, yaitu gerakan amuboid dan gerakan silia.

Gerakan Amuboid adalah gerakan seluruh sel dalam hubungannya dengan sekitarnya, seperti pergerakan sel darah putih yang bergerak keluar dari darah memasuki jaringan dalam bentuk makrofag dan mikrofag jaringan, sel Fibroblast akan bergerak ke dalam setiap daerah yang rusak untuk membantu memperbaiki kerusakan, sel Germinativum kulit melalui sel-sel yang biasa melekat pada membran basalis bergerak ke arah daerah luka untuk memperbaikinya.

Gerakan Silia adalah pembengkokan silia pada permukaan sel dalam saluran pernafasan dan dalam tuba fallopii saluran produksi. 9 tubulus ganda dan 2 tubulus tunggal satu sama lain yang saling dihubungkan oleh kompleks protein yang mengadakan ikatan silang, kemudian energi yang dilepas dari ATP yang terhubung dengan ATPase menyebabkan lengan bergerak sepanjang permukaan tubulus yang berdekatan. Karena banyak silia pada permukaan sel yang berkontraksi serentak seperti gelombang, diduga beberapa isyarat yang disinkronisasi merupakan suatu isyarat elektrokimia di atas permukaan sel yang dipindahkan dari silia ke silia yang lain.

Metabolisme ATP terhadap latihan TD

Bila ditinjau pada tingkat sel, tubuh manusia disusun dari 100 triliun sel dan mempunyai sifat dasar tertentu yang sama. Setiap sel digabung oleh struktur penyokong intrasel, dan secara khusus beradaptasi untuk melakukan fungsi tertentu. Dari total sel yang ada tersebut, 25 triliun sel merupakan sel darah merah yang mempunyai fungsi sebagai alat transportasi bahan makanan dan oksigen di dalam tubuh dan membawa karbon dioksida menuju paru-paru untuk dikeluarkan. Semua sel menggunakan oksigen sebagai salah satu zat utama untuk membentuk energi, dimana mekanisme umum perubahan zat gizi menjadi energi di semua sel pada dasarnya sama.

Bahan makanan yang berupa karbohidrat, lemak, dan protein yang dioksidasi akan menghasilkan energi, dimana energi tersebut digunakan untuk membentuk sejumlah besar Adenosine TriPosphate (ATP), dan selanjutnya ATP tersebut digunakan sebagai sumber energi bagi banyak fungsi sel. Sehingga ATP merupakan senyawa kimia labil yang terdapat di semua sel, dan semua mekanisme fisiologis yang memerlukan energi untuk kerjanya mendapatkan energi langsung dari ATP.

ATP adalah suatu nukleotida yang terdiri dari basa nitrogen adenin, gula pentosa ribosa dan tiga rantai fosfat. Dua rantai fosfat yang terakhir dihubungkan dengan bagian sisa molekul oleh ikatan fosfat berenergi tinggi yang sangat labil sehingga dapat dipecah seketika bila dibutuhkan energi untuk meningkatkan reaksi sel lainnya. Enzim-enzim oksidatif yang mengkatalis perubahan Adenosine Diphospate (ADP) menjadi ATP dengan serangkaian reaksi menyebabkan energi yang dikeluarkan dari pengikatan hidrogen dengan oksigen digunakan untuk mengaktifkan ATPase dan mengendalikan reaksi untuk membentuk ATP dalam jumlah besar dari ADP. Bila ATP di urai secara kimia sehingga menjadi ADP akan menghasilkan energi sebesar 8 kkal/mol, dan cukup untuk berlangsungnya hampir semua langkah reaksi kimia dalam tubuh.

Beberapa reaksi kimia yang memerlukan energi ATP hanya menggunakan beberapa ratus kalori dari 8 kkal yang tersedia, sehingga sisa energi ini hilang dalam bentuk panas. Beberapa fungsi utama ATP sebagai sumber energi antara lain :

  1. Mensintesis komponen sel yang penting
  2. Kontraksi otot
  3. Transport aktif untuk melintasi membran sel :
    • Absorpsi dari traktus intestinalis (usus)
    • Absorpsi dari tubulus ginjal
    • Pembentukan sekreksi kelenjar
    • Membentuk perbedaan konsentrasi ion di dalam syaraf yang memberikan energi untuk transmisi impuls syaraf.

ATP bukan zat yang terbanyak disimpan sebagai ikatan phospate berenergi tinggi dalam sel, melainkan Creatine Phospate (CP) yang mengandung ikatan phospate berenergi tinggi lebih banyak (9,5 kkal/mol pada suhu tubuh) terutama di otot. CP dapat memindahkan energi dengan saling bertukar dengan ATP, dimana bila ATP mulai digunakan, energi dari CP dipindahkan dengan cepat kembali ke ATP. Dengan kandungan energi lebih tinggi antara CP terhadap ATP menyebabkan reaksi sangat menguntungkan ATP, dimana pengunaan ATP yang paling kecilpun dalam sel mengeluarkan energi dari CP untuk mensistesis ATP baru. Efek ini mempertahankan konsentrasi ATP hampir pada tingkat puncak selama CP tetap di dalam sel.

Karena itu, CP merupakan senyawa “bufer/penyangga” ATP.

ATP + H2O ADP + ENERGY (Output)

ADP + CP + ENERGY (Input) ATP + H2O

Dalam produksi energi, terdapat dua macam metabolisme, yaitu :

  1. Anaerob (tanpa oksigen), hanya untuk karbohidrat, terjadi di sitosol.
  2. Aerob (dengan oksigen), karbohidrat, lemak, dan protein, terjadi di mitokondria.

Setiap mol glukosa dalam proses anaerob yang terjadi di sitoplasma/sitosol menghasilkan 2 ATP, sedangkan pada proses aerob yang terjadi di mitokondria menghasilkan 36 ATP, sehingga total produksinya sebanyak 38 ATP (304 kkal/mol). Tiap mol glukosa dapat memberikan energi sebesar 686 kkal, sehingga energi yang tersisa menghilang dalam bentuk panas. Sedangkan untuk setiap mol lemak menghasilkan 2340 kkal (3,5 kali dibanding glukosa) atau sebanyak 146 ATP.

C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H20 + ENERGY

Mitokondria dinamakan “pusat energi” bagi sel, karena menyaring energi dari zat gizi dan oksigen dan selanjutnya menyediakan sebagian besar energi (95%) yang diperlukan agar sel dapat melakukan fungsinya. Jumlahnya dalam setiap sel berbeda (dari puluhan sampai ribuan), dimana tergantung pada jumlah energi yang diperlukan oleh setiap sel, dan mitokondria mengadakan replikasi sendiri sampai jumlah yang dapat memenuhi kebutuhan energi sel.

Komponen utama sel memperoleh energi adalah oksigen dan satu atau lebih bahan makanan (nutrisi). Di dalam sel, bahan makanan secara kimia bereaksi dengan oksigen dibawah pengaruh berbagai enzim (puluhan enzim) yang mengawasi kecepatan reaksi dan menyalurkan energi yang dikeluarkan dalam arah yang tepat. Energi yang dihasilkan membentuk ATP. ATP kemudian ditransfer keluar mitokondria menuju semua bagian sitoplasma dan nukleoplasma, dimana energinya digunakan untuk memberi tenaga pada fungsi-fungsi sel. Oleh karena itu, ATP dinamakan sebagai bentuk energi sel karena dapat disimpan dan dibentuk kembali.

Bila dilihat secara persentase, energi yang menjadi panas sebesar 60% selama pembentukan ATP, kemudian lebih banyak lagi energi yang menjadi panas (15%) sewaktu dipindahkan dari ATP ke sistem fungsional sel. Sehingga hanya 25% dari seluruh energi dari makanan yang digunakan oleh sistem fungsional sel.

Dan walaupun demikian, sebagian besar energi ini juga menjadi panas karena :

  • Energi untuk sistesis protein dan unsur-unsur pertumbuhan lain. Bila protein disintesis menyebabkan banyak ATP digunakan untuk membentuk ikatan peptida dan ia menyimpan energi dalam rantai ini, terdapat pertukaran protein secara terus-menerus, sebagian didegradasi dan sementara protein lainnya dibentuk. Energi yang disimpan dalam ikatan peptida dikeluarkan dalam bentuk panas ke dalam tubuh.
  • Energi untuk aktivitas otot. Sebagian besar energi ini dengan mudah melawan viskositas otot itu sendiri atau jaringan sekelilingnya sehingga anggota badan dapat bergerak. Pergerakan liat ini menyebabkan gesekan dalam jaringan akan menimbulkan panas.
  • Energi untuk jantung memompa darah. Darah merenggangkan sistem arteri sehingga menyebabkan resevoar energi potensial. Pada saat darah mengalir melalui pembuluh darah kapiler, gesekan dari lapisan darah yang mengalir satu sama lain terhadap dinding pembuluh mengubah energi ini menjadi panas.

Oleh karena itu, panas merupakan energi kinetik pergerakan molekul-molekul. Bila semua ADP dalam sel telah diubah menjadi ATP, seluruh proses glikolisis dan oksidasi terhenti, dan sebaliknya bila lebih banyak ATP digunakan untuk melakukan berbagai fungsi fisiologis dalam sel, dibentuklah ADP baru, yang secara otomatis menggiatkan kembali proses glikolisis dan oksidasi. Sehingga cadangan ATP secara otomatis dipertahankan setiap saat.

Sumber:

DNA dan Fungsinya

Hampir setiap orang mengetahui bahwa gen mengawasi hereditas dari orangtua ke anak-anak mereka, tetapi sebagian besar orang tidak menyadari bahwa gen yang sama mengawasi reproduksi dan fungsi semua sel sehari-hari. Gen mengawasi fungsi sel dengan menentukan zat (struktur, enzim, dan zat kimia) yang akan disintesis di dalam sel. Gen yang merupakan asam nukleat dinamakan asam deoksiribonukleat (DNA) yang secara otomatis mengawasi pembentukan asam ribonukleat (RNA), yang menyebar ke seluruh sel dan mengawasi pembentukan protein.

Sebagian protein berjenis protein struktural, yang berhubungan dengan berbagai lipid (lemak) untuk membentuk struktur berbagai organel, dan protein jenis enzim yang berfungsi sebagai katalisator berbagai reaksi kimia dalam sel, seperti enzim untuk menggiatkan semua reaksi oksidatif yang memberi energi pada sel, sehingga menggiatkan sintesis berbagai zat kimia (lipid, glikogen, ATP, dan sebagainya).

DNA mempunyai bentuk dasar yang terdiri dari :

  1. Asam fosfat
  2. Deoksiribosa (gula)
  3. Empat basa nitrogen (Adenin, Guanin, Timin, dan Sitosin)

Asam fosfat dan deoksiribosa membentuk dua utas heliks DNA, serta basa nitrogen terletak di antara utas dan menghubungkannya.Sedangkan Nukleotida dibentuk dari penggabungan satu molekul asam fosfat, satu molekul deoksiribosa, dan salah satu dari empat basa nitrogen. Sehingga terbentuk empat nukleotida terpisah, yang masing-masing mengandung salah satu dari empat basa nitrogen.

Nukleotida dibagi atas dua pasangan komplementer, yaitu :

  1. pasangan yang dibentuk dari asam adenilat dan asam timidiloat
  2. pasangan yang dibentuk dari asam guanilat dan asam sitidilat.

Basa nitrogen pada tiap-tipa pasangan dapat berikatan secara longgar satu sama lainnya, sehingga memberikan dua utas heliks DNA saling berikatan. Nukleotida tersebut berikatan sedemikian rupa sehingga asam fosfat dan deoksiribosa saling bergantian satu sama lain dalam dua utas yang terpisah, dan utas tersebut diikat yang kekuatannya lemah bersama-sama oleh pasangan basa komplementer masing-masing. Untuk meletakkan DNA diperlukan pengangkatan kedua ujung dan memutarnya menjadi bentuk heliks. Sepuluh pasang nukleotida terdapat pada setiap putaran heliks sempurna dalam molekul DNA.

Kepentingan DNA terletak pada kemampuannya untuk mengawasi pembentukan zat-zat lain dalam sel, yang disebut dengan kode genetik. Bila kedua utas molekul DNA saling berpisahan, rangkaian basa purin dan piramidin yang terpapar ini menonjol ke samping tiap-tiap utas untuk membentuk kode.

Kata kode terdiri atas “triplet” basa (tiga basa yang berurutan). Rangkaian katakata kode mengawasi rangkaian asam amino dalam molekul protein selama sintesis protein dalam sel. Tiap molekul DNA berutas dua membawa kode genetiknya sendiri-sendiri, misalnya utas yang mempunyai kode genetik GGC, AGA, CTT. Kata-kata kode ini bertanggung jawab untuk meletakkan tiga asam amino(prolin, serin, dan asam glutamat) dalam molekul protein. Selanjutnya ketiga asam amino ini akan berbaris dalam molekul protein asam seperti barisan kode genetik dalam utas DNA. Karena hampir semua DNA terletak di dalam inti sel dan sebagian besar fungsi sel dilangsungkan di dalam sitoplasma, harus terdapat beberapa cara pada gen inti untuk mengawasi rekai-reaksi kimia sitoplasma.

Untuk itu, pengawasannya dilakukan dengan melalui perantaraan asam ribonukleat (RNA), dimana pembentukan RNA diawasi oleh DNA inti, proses ini disebut transkripsi. RNA kemudian ditranspor ke dalam ruang sitoplasma tempat ia mengawasi sintesis protein.

Tiga jenis RNA yang penting pada sintesais protein adalah :

  1. Messenger RNA (mRNA), yang berfungsi sebagai pembawa kode genetik
  2. Transfer RNA (tRNA), yang berfungsi membawa asam amino aktif ke ribosom
  3. Ribosomal RNA (rRNA), yang berfungsi untuk pembentukan ribiosom.

Salah satu utas molekul DNA yang mengandung gen, bekerja sebagai “template” untuk tempat mensintesis molekul RNA. Kata kode dalam DNA menyebabkan pembentukan kata-kata kode komplementer yang dinamakan kodon dalam RNA.

Tahapan dalam sintesis RNA sebagai berikut:

  1. Bahan dasar pembentuk RNA hampir sama dengan bahan dasar pembentuk DNA, kecuali ada dua keadaan yang berbeda, yaitu:
    • Gula deoksiribosa tidak digunakan dalam pembentukan RNA, sebagai gantinya adalah gula yang sedikit berbeda susunannya (ribosa).
    • Timin diganti oleh basa lain (urasil).
  2. Bahan dasar pembentuk RNA mula-mula membentuk nukleotida persis sama dengan sintesis DNA. Empat jenis nukleotida digunakan dalam pembentukan RNA. Urasil menggantikan timin yang terdapat dalam empat nukleotida yang membentuk DNA.
  3. Pengaktifan nukleotida, terjadi dengan menambahkan pada tiap-tiap nukletida dua rantai fosfat (difosfat) untuk membentuk trifospat. Dua fosfat yang terkahir ini bergabung ke nukleotida dengan ikatan fosfat berenergi tinggi yang berasal dari ATP sel.

Hasil dari proses pengaktifan ini adalah dibentuknya energi dalam jumlah besar pada tiap nukleotida, dan energi ini digunakan untuk meningkatkan reaksi-reaksi kimia yang mengakhiri pembentukan rantai RNA.

  1. Pemisahan kedua utas molekul DNA, salah satu utas digunakan sebagai “template” tempat dibentuk molekul RNA yang merupakan utas yang mengandung gen, sedangkan utas lainnya secara genetik tetap tidak aktif.

Pembentukan molekul RNA dibawah pengaruh enzim RNA polimerase, dimana langkahnya sebagai berikut :

  • Pengikatan sementara basa RNA dengan setiap basa DNA
  • Pengikatan basa-basa RNA satu sama lain
  • Pemecahan utas RNA dari utas DNA.

Perlu diingat bahwa terdapat empat jenis basa DNA dan empat jenis basa nukleotida RNA. Basa-basa ini selalu berikatan satu sama lain dengan kombinasi khusus. Oleh karena itu, kode yang terdapat pada utas DNA dipindahkan dalam bentuk komplementer ke molekul RNA. Ribosa basa nukleotida selalu berikatan dengan basa deoksiribosa dengan kombinasi sebagai berikut :

Puluhan ribu protein enzim yang dibentuk pada hakekatnya mengawasi semua reaksi-rekasi kimia lain yang berlangsung dalam sel.

Enzim-enzim ini meningkatkan :

  1. sintesis lipid,
  2. glikogen,
  3. purin,
  4. pirimidin,
  5. beratus zat lainnya.

Dalam proses pengawasan fungsi genetik & aktivitas biokomia sel, pada dasarnya terdapat dua cara pengawasan aktivitas biokimia sel yang berbeda, yaitu :

  1. Pengaturan genertik, tempat aktivitas gen itu sendiri diawasi
  2. Pengaturan enzimatik, tempat kecepatan aktivitas enzim dalam sel diawasi.

Pertumbuhan dan pembiakan sel biasanya terjadi secara bersama-sama, dimana pertumbuhan dalam keadaan normal mengakibatkan replikasi DNA inti, beberapa jam kemudian diikuti oleh mitosis (pembelahan sel).

Pada tubuh manusia normal, pengaturan pertumbuhan dan pembiakan sel sebagai suatu peristiwa ajaib. Sel-sel tertentu tumbuh dan berbiak terus-menerus, seperti pada sel-sel yang membentuk darah pada sumsum tulang, lapisan germinativum kulit, dan epitel usus. Bila terdapat ketidakcukupan pada beberapa jenis sel dalam tubuh, sel-sel ini akan tumbuh dan berkembang biak dengan amat cepat sampai jumlah semula/asal.

Misalnya 7/8 bagian organ hati dibuang sehingga tersisa 1/8 bagian saja, sel yang tersisa akan tumbuh dan berkembang biak sampai bentuk hati kembali seperti semula. Peristiwa ini terjadi di hampir semua sel (kelenjar, sumsum tulang, jaringan Guanin Sitosin subkutis, epitel usus).

Mekanisme yang mempertahankan jumlah yang tetap berbagai jenis sel dalam tubuh disebabkan oleh adanya zat–zat pengawas perkembang-biakan yang disebut “chalone” yang disekresi oleh berbagai sel yang menyebabkan efek umpan balik untuk menghentikan atau memperlambat pertumbuhan dan mitosis sel.

Adapun penyakit kanker yang sering terjadi pada saat ini adalah penyakit yang menyerang proses dasar kehidupan sel, yang hampir semuanya mengubah genom sel (komplemen genetik total sel) serta mengakibatkan pertumbuhan liar dan penyebaran sel kanker. Penyebab perubahan genom ini adalah :

  1. Mutasi (perubahan) salah satu gen atau lebih
  2. Mutasi sebagian besar segmen utas DNA yang mengandung banyak gen,
  3. Pada beberapa keadaan, penambahan atau pengurangan sebagian besar segmen kromosom.

Dalam tubuh manusia terjadi pembentukan bermilyaran sel baru yang dibentuk pada setiap tahun. Pembentukan sel tidak terjadi bila utas kromosom DNA mengadakan replikasi dengan tepat sebelum berlangsung mitosis, dan walaupun sudah terbentuk utas baru, ketelitian proses replikasi “dikoreksi” beberapa kali.

Bila ada suatu kesalahan, utas yang baru dipotong dan diperbaiki sebelum proses mitosis berlangsung. Walaupun terdapat semua pencegahan seperti ini, mungkin salah satu dari ratusan ribu sampai jutaan sel yang baru dibentuk tetap mempunyai sifat mutan. Setiap gen pada manusia mempunyai kemungkinan 1 dalam 100.000 merupakan suatu mutan bila dibandingkan dengan gen orangtuanya. Sehingga hanya dibutuhkan kesempatan saja agar mutasi dapat berlangsung.

Akan tetapi, faktor-faktor lain yang menambah kemungkinan mutasi adalah :

  1. Radiasi ionisasi,
  2. Zat kimia tertentu (karsinogen),
  3. Beberapa virus,
  4. Iritasi fisik,
  5. Prediposisi herediter.

Dua perbedaan utama antara sel kanker dan sel normal adalah :

  1. Sel kanker tidak mematuhi batas-batas pertumbuhan sel yang umum, karena ia tidak mensekresi “cholone” yang sesuai.
  2. Sel kanker jauh kurang adhesif satu sama lain dibandingkan sel normal, mempunyai kecenderungan mengembara melalui jaringan, memasuki aliran darah, dan ditranspor keseluruh tubuh tempat mereka membentuk banyak nodus untuk pertumbuhan kanker baru.

Karena jaringan kanker bersaing dengan jaringan normal dalam memperoleh makanan, dan sel kanker terus menerus melakukan proliferasi sehingga jumlahnya makin lama semakin banyak. Hal ini berkibat jaringan normal kekurangan nutrisi sehinga mengalami kematian bagi sel, dan selanjutnya Kematian bagi organ, dan akhirnya kematian bagi tubuh manusia.

Meningkatkan IQ dgn latihan TD ( sistem pernafasan )

Wah, pasti tidak pernah terpikirkan yaa… bahwa dengan cara bernapas pun kita dapat meningkatkan IQ dengan cara menyeimbangkan proses kerja otak kanan dan otak kiri kita.

Yang dikatakan jenius itu (pake standard IQ ya…) adalah orang yang mampu mengoptimalkan fungsi otak kiri dan kanan. Tentu dah pada tahu dong, bahwa otak kiri dan kanan memiliki fungsi kerja yang berbeda-beda. contohnya, dalam urusan imaginasi dan berbahasa otak kanan lah yang paling dominan untuk kerja sedangkan otak kiri diserahkan urusan hitung menghitung (pokoke yang berbau matematik deh). Artinya; misalnya kamu mo ulangan matematika, maka kamu harus mempersiapkan otak kiri dan menjadikan otak kiri tersebut dominan dalam bekerja. sedangkan, ketika mo buat karya seni, ya… sebaliknya kamu harus mempersiapkan otak kanan untuk dapat optimal dan mendominasi kerja…

caranya?? gak susah kok.

Dalam ilmu science, ditemukan bahwa sebenarnya dalam saat yang sama kamu melakukan aktivitas, otak kita (yang bagian kiri dan kanan) itu tidak bekerja secara bersamaan. artinya, salah satu ada yang menjadi leader dan berfungsi secara dominan. dan tiap beberapa menit (kalo gak salah tiap 30 menit, sorry agak lupa), bagian otak kita berganti peran… misalnya dari otak kiri yang dominan menjadi otak kanan yang dominan…

Nah, ada resepnya neh.. supaya peranan otak (maksudnya dominasi dari salah satu bagian otak) dapat kita atur (atau di kontrol gitu lho). Caranya; dengan menghela nafas kita dari salah satu lubang hidung…. lho kok bisa??

Masih ingat gak, bahwa otak kita mengatur semua organ tubuh kita secara silang. artinya; otak kanan akan mengatur bagian tubuh bagian kiri dan otak kiri akan mengatur bagian tubuh sebelah kanan. Nah, cara bernafas juga berpengaruh dalam mengatur bagian otak yang sedang bekerja.

Ketika kamu menutup lubang hidung bagian kanan, kemudian menghela nafas panjang, tahan kemudian keluarkan (dilakukan untuk beberapa saat) artinya kamu sedang memberikan oksigen pada otak bagian kanan. sehingga otak bagian kanan akan memiliki energi yang cukup untuk mendominasi kerja. atau bahkan, dengan supply oksigen yang cukup maka otak kanan akan bekerja secara optimal.

Dan sebaliknya, ketika kamu menutup lubang hidung bagian kiri, kemudian menghela nafas panjang, tahan kemudian keluarkan artinya kamu sedang memberikan oksigen pada otak bagian kiri sehingga otak bagian kanan akan memberikan cukup energi untuk bekerja.

Nah, ketika kamu akan ulangan matematika, tentunya kamu ingin otak kiri kamu membantu tugas ini dan bekerja secara optimal. artinya kamu harus memberikan energi kepada otak bagian kiri ini untuk dapat beroperasi dengan baik… caranya, tutup lubang hidung bagian kanan dan mulailan menghirup oksigen dalam-dalam, tahan dan keluarkan secara perlahan… dan lakukan secara berulang2. Hal ini dapat mengaktifkan otak bagian kiri kamu dan menjadikannya optimal, serta memberikan tanda kepada otak bagian kanan untuk beristirahat sejenak ketika otak kiri akan bekerja.

Sebaliknya ketika kamu akan membuat puisi buat pacar (mo ngegombal gitu yaa), tentunya kamu ingin otak kanan kamu membantu tugas ini dan bekerja secara optimal. artinya kamu harus memberikan energi kepada otak bagian kanan ini untuk dapat beroperasi dengan baik… caranya, tutup lubang hidung bagian kiri dan mulailan menghirup oksigen dalam-dalam, tahan dan keluarkan secara perlahan… dan lakukan secara berulang2. Hal ini dapat mengaktifkan otak bagian kanan kamu dan menjadikannya optimal, serta memberikan tanda kepada otak bagian kiri untuk beristirahat sejenak ketika otak kanan akan bekerja.

Tenaga Dalam adalah ilmiah bukan sesat!!

Masihkah anda mengatakan bahwa tenaga dalam itu sesat? Setelah adanya berbagai penjelasan ilmiah dan bukti-bukti nyata.

Menurut anda apabila ada orang yang menguasai matematika dan anda tidak bisa lalu mengatakan bahwa matematika itu merupakan suatu yang dilarang, Siapakah orang yang mengada-adakan tanpa bukti yang jelas? Masihkah anda percaya orang yang memiliki mental iblis yaitu menyuruh orang lain agar bersama-sama tidak bisa atau menyuruh kepada suatu ketidakbenaran. ?

ENERGY TUBUH (TENAGA DALAM)

PENGERTIAN TENAGA DALAM

Pengertian Tenaga Dalam (TD) adalah ENERGY yang dipergunakan tubuh manusia untuk hidup. Ini adalah definisi tenaga dalam yang sebenarnya, yang mungkin berbeda dengan banyak pengertian dari TD yang dikenal masyarakat.

Karena TD adalah energy yang dipergunakan semua tubuh manusia termasuk Rasulullah SAW dan para Nabi yang lain (tanpa energy, tubuh manusia tidak akan bisa hidup !), maka mempergunakan dan melatih energy tubuh adalah suatu hal yang baik dan HALAL menurut agama Islam.

Oleh karena itu, jika ada yang mengharamkan untuk mempergunakan dan melatih energy tubuh ini, maka orang yang bilang tenaga dalam (energy tubuh) itu haram, dia sendiri setiap detik dalam hidupnya menggunakan hal yang dibilangnya haram ini untuk menghidupi tubuhnya sehari-hari.

SUMBER ENERGY TUBUH

Tubuh manusia terdiri dari sekitar 100 trilyun sel yang menyusun tubuhnya. Manusia membutuhkan energy untuk:

  1. Menghidupi seluruh fungsi tubuh (bernapas, membuat jantung berdenyut, menjaga tubuh tetap hangat dll);
  2. Gerak aktif – kontraksi otot;
  3. Tumbuh berkembang dan memperbaiki jaringan rusak dengan yang baru.

Energy tubuh manusia diproduksi dalam setiap sel tubuhnya, dan bagian sel yang khusus mempunyai tugas untuk memproduksi energy adalah Mitochondria (organel berongga berbentuk bulat lonjong, selaputnya terdiri dari 2 lapis membran, membran dalam bertonjolan kedalam rongga (matriks), dan mengandung banyak enzim pernapasan, rongga berisi cairan lebih kental sedikit dari sitosol).

Mitochondria ini semiotonom karena 40% kebutuhan protein dan enzimnya dihasilkan sendiri oleh gennya (mitochondria adalah salah-satu bagian sel yang punya DNA sendiri), selebihnya dihasilkan gen di nuleus (inti sel). Mitochondria (pabrik energy sel) memproduksi kimia tubuh bernama ATP (Adenosin Tri Phosphat), energy hasil reaksi dari ATP inilah yang menjadi sumber energy bagi tubuh manusia. Energy diproduksi, sebagian besar dalam bentuk hawa panas (heat).

Karena ATP sendiri ada diseluruh sel tubuh, sehingga sumber energy tubuh ini tersebar merata DISELURUH tubuh manusia dan tidak terbatas pada satu bagian tubuh saja, karena setiap sel tubuh membutuhkan energy. Sedangkan istilah yoga ‘Cakra’ (tempat-tempat sumber energy tertentu di tubuh seperti di tengah dahi, ulu hati, perut, kelamin, dll) sebenarnya kurang tepat, karena jelas sumber energy tubuh ada di seluruh sel yang tersebar merata diseluruh bagian tubuh.

Tapi memang karena proses metabolisme tubuh yang lebih banyak terasa di sekitar badan maka banyak orang menyangka sumber energy ada di uluhati atau di bawah perut (tantien kata orang cina / kundalini kata orang india), karena energy yang mereka sering rasakan berada didaerah tersebut, padahal sumber energy tubuh ini tersebar merata diseluruh tubuh manusia. Hal ini akan terasa jelas kalau energy kita sudah besar.

PROSES ENERGY TUBUH

ATP is Energy ! untuk semua otot-otot kita, sebenarnya juga untuk semua sel dalam tubuh kita, sumber dari energy yang menghidupi semuanya dinamakan ATP. Adenosine Triphosphate (ATP) adalah cara biokimia untuk menyimpan dan menggunakan energy. Keseluruhan reaksi yang menyebabkan ATP menjadi energy sebenarnya sedikit rumit, tapi secara singkat dapat dijelaskan demikian:

  1. Secara kimiawi, ATP adalah ikatan senyawa Adenine Nucleotide kepada tiga Phosphates (A-P-P-P).
  2. Disana terdapat banyak energy tersimpan dalam ikatan antara group-group phosphate kedua dan ketiga yang bisa digunakan untuk mem’bahan bakari’ reaksi kimia.
  3. Ketika sel membutuhkan energy, sel akan memecahkan ikatan ATP ini dengan bantuan enzim ATPase untuk membentuk Adenosine Diphosphate / ADP (A-P-P), molekul phosphate bebas dan menghasilkan energy (ATP –> ADP + P + Energy). Energy yang dihasilkan setiap 1ATP diperkirakan sekitar 10 kcal / mol.
  4. Di beberapa kejadian, group phosphate kedua dapat juga pecah lagi membentuk Adenosine Monophosphate / AMP (A-P).
  5. Ketika sel telah kelebihan energy, kelebihan energy ini akan disimpan dengan membentuk ATP dari ADP dan phosphate (ADP + P –> ATP).

ATP dibutuhkan untuk reaksi biokimia yang dilibatkan dalam setiap kontraksi otot. Semakin kerja otot meningkat, semakin ATP dikonsumsi dan harus diganti supaya otot bisa tetap bekerja. Karena ATP sangat penting bagi tubuh, tubuh mempunyai beberapa system yang berbeda untuk membentuk ATP. System-system ini bekerja bersama-sama dalam beberapa tahapan. ATP didapat dari tiga system biokimia berbeda didalam otot, dengan urutan demikian:

  1. phosphagen system
  2. glycogen-lactic acid system
  3. aerobic respiration
  4. Phosphagen System

Sel otot mempunyai beberapa jumlah ATP yang mengambang didalamnya, yang dapat digunakan seketika, tapi tidak terlalu banyak, hanya cukup bertahan untuk sekitar tiga detik saja. Untuk mengisi lagi level ATP dengan cepat, sel-sel otot mengandung senyawa phosphate berenergy tinggi yang dinamakan Creatine Phosphate.

Group phosphate lalu diambil dari creatine phosphate oleh enzim yang dinamakan Creatine Kinase, dan ditransfer ke ADP untuk membentuk ATP. Sel mengubah ATP menjadi ADP, dan phosphagen dengan cepat mengubah ADP kembali jadi ATP.

Seiring dengan otot terus bekerja, tingkat creatine phosphate mulai berkurang. Secara bersama-sama tingkat ATP dan creatine phosphate dinamakan phosphagen system. Phosphagen system dapat mensupply energy yang dibutuhkan untuk kerja otot dalam tingkat rata-rata yang tinggi tapi hanya untuk 8 sampai 10 detik.

Glycogen-Lactic Acid System (Anaerobic Respiration)

Otot-otot juga mempunyai cadangan besar carbohydrate yang kompleks yang dinamakan Glycogen. Glycogen adalah rantai molekul glucose. Sel membelah glycogen jadi Glucose. Kemudian sel menggunakan metabolisme anaerobic (anaerobic artinya “tanpa oxygen”) untuk membuat ATP dan produk lain yaitu Lactic Acid dari glucose. Sekitar 12 reaksi-reaksi kimia dilibatkan untuk membuat ATP didalam proses ini, sehingga akan mensupply ATP di tingkat yang lebih lambat dari system phosphagen.

System dapat tetap bekerja dengan cepat dan memproduksi ATP yang cukup bertahan selama sekitar 90 detik. System ini tidak membutuhkan oxygen, dimana hal ini mudah karena menyebabkan jantung dan paru-paru selama beberapa waktu bekerja bersama-sama. Ini mudah juga karena kontraksi otot yang cepat akan meremas / menekan pembuluh darahnya, sehingga menghabiskan darah yang sangat kaya oxygen. Ada batasan pasti untuk pernapasan anerobic respiration karena lactic acid. Acid (asam) inilah yang menyebabkan otot kita sakit. Lactic acid terbuat dijaringan otot dan menyebabkan kelelahan dan rasa sakit yang kita rasakan di otot yang bekerja.

Aerobic Respiration

Dalam dua menit latihan, tubuh merespon untuk mensupply otot yang bekerja dengan oxygen. Ketika oxygen hadir, glucose dapat memecah seluruhnya menjadi carbon dioxide dan air dalam proses yang dinamakan aerobic respiration (aerobic artinya “dengan oxygen”). Glucose didapat dari tiga tempat yang berbeda :

  1. supply-supply glycogen yang tersisa dalam otot
  2. pemecahan glycogen dalam hati (liver) menjadi glucose, yang didapat otot yang bekerja dari jalan darah
  3. penyerapan glucose dari makanan dalam usus, yang didapat otot yang bekerja dari jalan darah

Aerobic respiration juga dapat menggunakan fatty acids (asam lemak) dari cadangan lemak dalam otot dan tubuh untuk memproduksi ATP. Didalam beberapa kasus yang extreme (seperti kelaparan), protein-protein juga dapat dipecahkan menjadi amino acids (asam amino) dan digunakan untuk membuat ATP.

Pertama kali Aerobic respiration akan menggunakan carbohydrates, kemudian lemak-lemak dan akhirnya protein-protein, jika dibutuhkan. Aerobic respiration bahkan memembutuhkan lebih banyak reaksi-reaksi kimia untuk memproduksi ATP dari kedua system-system diatas.

Aerobic respiration memproduksi ATP ditingkat yang paling lambat dari ketiga system-system, tapi ini dapat berlanjut untuk mensupply ATP untuk beberapa jam atau lebih, begitu lama sampai supply bahan bakar habis. Jadi bayangkan ketika kita mulai berlari, berikut tahapan system yang akan terjadi ditubuh :

  1. Sel-sel otot membakar ATP mengambang yang dipunyai sekitar 3 detik.
  2. System phosphagen bereaksi dan mensupply energy untuk 8 sampai 10 detik. Ini akan menjadi system energy yang utama yang digunakan otot-otot sprinter (pelari cepat) 100 meter atau weight lifter (atlet angkat besi), yang akselerasinya sangat cepat, ketika latihan dengan durasi waktu yang pendek terjadi.
  3. Jika latihan berlanjut lebih lama, kemudian system glycogen-lactic acid yang akan bereaksi. Ini akan nyata bagi latihan jarak pendek (short-distance) seperti lari 200 / 400 meter atau berenang 100 meter.
  4. Akhirnya, jika latihan terus berlanjut, lalu system aerobic respiration akan mengambil alih. Ini akan terjadi di peristiwa-peristiwa yang membutuhkan stamina / ketahanan tubuh seperti lari 800-meter, lari marathon, mendayung, ski lintas alam dan skating jarak jauh.
  5. Ketika anda mulai melihat lebih dekat bagaimana tubuh manusia bekerja, tubuh adalah sebuah ‘mesin’ yang sangat menakjubkan !

Pengukuran energy

Energy dapat diukur dalam joules atau calories. 1 Joule (J) diartikan besar energy yang digunakan ketika 1 kilogram (kg) materi digerakkan sejauh 1 meter (m) dengan daya kekuatan sebesar 1 Newton (N). 1 Calorie (cal) diartikan besar energy yang dibutuhkan untuk menaikan temperature 1 gram air dari 14.5 ke 15.5ºC. 1 calorie equivalent dengan 4.184 joules.

Besar energy yang dibutuhkan orang berbeda-beda dan bergantung pada basal metabolic rate (BMR) level aktivitas dan berat tubuh mereka. Basal metabolic rate artinya tingkat energy yang digunakan seseorang untuk menjaga fungsi-fungsi dasar tubuhnya, misal orang dewasa akan menggunakan sekitar 4.6 kJ (1.1 kcal) setiap menit. BMR is diukur ketika seseorang beristirahat penuh dan bervariasi. Bayi dan anak muda punya BMR tinggi yang proposional dengan ukuran mereka dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Laki-laki biasanya punya BMR lebih tinggi dari perempuan karena laki-laki cenderung punya lebih banyak otot. Orang dewasa biasanya punya BMR lebih rendah dari yang muda karena jumlah ototnya cenderung berkurang seiring usia. The BMR dihitung dalam rata-rata untuk tiga perempat kebutuhan energy seseorang.

Total jumlah energy yang dibutuhkan seseorang tergantung pada level aktivitas dan berat badannya. Semakin aktif dan semakin berat mereka, semakin banyak energy yang mereka perlukan. Table dibawah menunjukkan contoh besar energy yang digunakan seseorang berusia 25 tahun dengan berat tubuh 65 kg dalam beberapa aktivitas.

Aktivitas sehari-hari Pengeluaran energy rata-rata :

KJ/min Kcal/min

Duduk 6 1.4

Berdiri 7 1.7

Mencuci, memakai pakaian 15 3.5

Berjalan pelan 13 3

Berjalan cukup cepat 21 5

Berjalan naik tangga 38 9

Bekerja Ringan (aktivitas sehari-hari, golf) 10-20 2.5-4.9

Bekerja Menengah (tennis, jogging) 21-30 5.0-7.4

Bekerja Berat (lari lintas alam, sepakbola) >30 >7.5

MELATIH ENERGY TUBUH

Inti dari cara melatih energy tubuh ada 3 bagian, yaitu :

  1. Pembangkitan / memproduksi energy
  2. Penyaluran / menggerakan energy
  3. Penyimpanan & pengendapan energy

PEMBANGKITAN / MEMPRODUKSI ENERGY TUBUH

Bagi manusia umumnya energy yang dipakai untuk keperluan sehari dalam hidupnya cuma sekitar 2,5% dari besar energy yang tersimpan dalam tubuhnya. Kelebihan cadangan energy tubuh yang 72,5% itu disebut orang dengan istilah tenaga dalam, dan istilah yang digunakan orang untuk energy ini berbeda-beda walau maksudnya sama, misal: orang cina (kungfu) menyebutnya ‘Chi’, orang jepang (jujitsu, aikido, dll) menyebutnya ‘Khi / Reiki’, orang India (yoga) menyebutnya ‘Prana / Kundalini’, dll.

Spontaneous Human Combustion

Salah satu bukti dari potensi cadangan energy tubuh manusia yang luar biasa besarnya adalah banyaknya terjadi kasus “Spontaneous Human Combustion” (SHC). Kasus SHC sendiri sangat banyak terjadi dan sudah berlangsung lama sekali (dalam 300 tahun terakhir saja ada 200 laporan yang tercatat).

SHC adalah terjadinya tubuh manusia tiba2 meledak terbakar hebat sehingga tubuhnya habis tanpa sisa, sedangkan penyebab faktor pemicunya tidak diketahui (tidak ditemukan pemicu seperti bahan bakar, bensin, korek api, dll) dan diduga pemicunya ada dalam tubuh manusia itu sendiri.

Ini terjadi karena tubuh manusia sendiri bisa disebut “Bom Nuklir Hidup” karena ketika ATP-ATP manusia yang menjadi sumber energy tubuh manusia, suatu ketika terpicu dan bereaksi tidak terkendali dan menyebabkan reaksi berantai ditingkat molekul sehingga seluruh ATP bereaksi mengeluarkan energy dasyat dan meledakkan tubuhnya sendiri.

Dan energy yang dihasilkan tubuh manusia ini sangat luar biasa, tidak kalah dari energy yang dihasilkan fusi (penyatuan) / fisi (pembelahan) atom2 uranium / plutonium bom nuklir. Bayangkan tubuh manusia yang meledak ini sampai habis tidak ada sisa dan cuma meninggalkan sedikit abu / arang, padahal tubuh manusia sendiri sebagian besar (60%) terdiri dari cairan sehingga sulit dibakar.

Hal ini mengindikasikan bahwa suhu yang dihasilkan lebih dari 1700 derajat Celsius(mungkin besipun akan meleleh dalam beberapa menit saja) dan proses terjadinya sangat cepat, cuma beberapa menit saja. Bandingkan dengan pembakaran mayat di crematorium yang cuma bersuhu 1300 derajat Celsius) saja dan membutuhkan waktu sampai lebih dari 3 jam untuk membakar tubuh manusia dan masih meninggalkan sisa tulang.

Dan anehnya SHC tidak merusak / membakar sekelilingnya (seperti koran disebelah atau TV didepannya masih utuh), bahkan salah satu korban yang selamat bilang bahwa ia tidak merasa panas, sakit atau melihat api, ia cuma lihat asap saja dan tahu-tahu tubuhnya sudah terbakar.

Cadangan energy tubuh manusia yang sangat besar ini bisa dilatih untuk dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk banyak hal. Untuk bisa digunakan energy cadangan ini harus terlebih dahulu dibangkitkan (ATP direaksikan supaya bisa menghasilkan energy).

Yang menjadi pertanyaan sekarang kenapa cadangan energy tubuh yang sangat besar ini tak bisa digunakan dengan leluasa (kecuali dalam keadaan tertentu dan sifatnya pun sementara) ? untuk mengetahui jawabannya kita akan membahas 4 hal yang berkaitan dengan pembangkitan cadangan energy tubuh yaitu :

  1. Optimalisasi oksigen (O2)
  2. Pengejangan tubuh (otot)
  3. Posisi / gerak tubuh (jurus)
  4. Penguasaan otak ke energy (konsentrasi)

OPTIMALISASI OKSIGEN (O2)

Jika O2 yang disupply dari paru2 dan dialirkan dalam darah bereaksi dengan ATP akan memecah jadi ADP dan melepas energy sebagai hasil reaksi. Hal inilah yang dimamfaatkan kalangan persilatan untuk menghasilkan energy tubuh yang lebih banyak dari yang normal.

Caranya adalah dengan mengoptimalkan / memaksimumkan daya reaksi O2 dengan ATP supaya reaksi ini bisa menghasilkan energy yang lebih banyak dari yang normal. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengurangi pasokan O2 dari jumlah kapasitas yang biasanya, sehingga akan memacu kerja ATP dan protein2 yang terlibat untuk memproduksi energy yang lebih banyak.

Perumpamaannya seperti seorang karyawan yang dikurangi gajinya oleh atasannya, sehingga gaji yang diperoleh tidak akan cukup untuk membiayai diri dan keluarganya, sehingga ia akan bekerja lebih keras lagi (kerja lembur, kerja sampingan, dll) sehingga ia bisa mendapat uang yang sama atau bahkan lebih banyak dari besar gajinya semula, akibatnya pun uang dihasilkan bisa lebih banyak dari semula.

Begitupula dengan ATP, dengan menahan napas selama beberapa waktu sehingga ketika dalam keadaan menahan napas, tubuh kekurangan O2 (dari kuantitas yang normal) dan karena kekurangan O2 inilah ATP akan dipaksa untuk bekerja lebih keras / terurai lebih banyak lagi sehingga energy yang dihasilkan jadi lebih banyak.

Makanya pernapasan tenaga dalam yang asli selalu ada tahan napasnya, karena inti dari latihan pernapasan ada di TAHAN / PENGURANGAN napasnya, kalau tidak ada penahan napas / pengurangan napas, maka tidak ada bedanya dengan napas biasa (normal). Atau bisa juga dengan cara pengaturan napas seperti lama napas, tahan dan buang diatur dengan lama tertentu atau dengan variasi lainnya.

PENGEJANGAN TUBUH

Didalam melatih energy tubuh, tubuh juga perlu untuk di kejangkan (otot dikontraksikan), karena dengan pengejangan otot, kerja otot semakin kuat, sehingga tubuh akan membutuhkan energy semakin banyak (karena energy yang ada tidak cukup), dan ini akan memacu sel mereaksikan ATP lebih kuat sehingga energy yang dihasilkan juga akan lebih banyak. Pengejangan juga berfungsi untuk menyerap dan menarik ATP lainnya untuk ikut terurai jadi energy.

POSISI DAN GERAK TUBUH (JURUS)

Posisi diam dan gerak tubuh juga mempengaruhi banyaknya energy yang dihasilkan tubuh kita. Semakin sulit posisi diam dan gerak tubuh yang kita lakukan, kontraksi otot akan semakin kuat, tubuh akan membutuhkan energy yang semakin banyak (karena energy yang ada tidak cukup) untuk melakukan dan mempertahankan posisi diam atau geraknya dan ini akan memacu sel-sel tubuh bereaksi lebih cepat dan lebih kuat dalam mengurai ATP jadi energy lebih banyak. Makanya kalau kita lihat jurus TD yang bagus biasanya suka aneh dan sulit posisinya, karena dengan demikian tubuh akan dipaksa membutuhkan energy semakin banyak dari keadaan normal.

1. Posisi diam

Tubuh tidak bergerak tapi dalam keadaan diam (statis), ditambah dengan pengaturan napas dan pengejangan, di HI contohnya adalah push-up ½ / ¼ atau jurus penyeimbang. Salah satu kegunaan dari posisi diam ini adalah bagi para pemula untuk bisa lebih mudah merasakan dan menggerakan hawa panas ditubuh, karena tidak terganggu konsentrasi pikirannya dengan gerakan.

2. Gerak jurus

Tubuh bergerak ditambah dengan pengaturan napas dan pengejangan, di HI contohnya adalah jurus air dan angin. Salah satu kegunaan dari gerak jurus, adalah untuk membiasakan diri untuk menyalurkan energy dengan cepat ke bagian tubuh yang diinginkan terutama untuk keperluan tarung (dimana dibutuhkan akselerasi energy yang cepat ditubuh)

Soal lebih bagus mana kita berlatih TD dengan posisi diam atau bergerak, sebetulnya yang penting adalah bagaimana caranya agar ‘memaksa’ tubuh membutuhkan energy lebih banyak dari keadaan normal, sehingga sel akan mengurai ATP lebih banyak lagi. Dan bisa menyalurkan energy dengan lebih merata tersebar di seluruh tubuh.

Ini sebenarnya proses kegunaan dari jurus TD, kebanyakan orang cuma asal melakukan saja tanpa tahu manfaat dari yang dilakukannya, jadi kemajuan latihannya sangat lambat. Jadi posisi apapun sebetulnya yang penting adalah bagaimana agar tubuh bisa membutuhkan energy semakin banyak dan konsentrasipun sangat penting dalam melakukannya.

PENGUASAAN OTAK KE ENERGY

Seperti telah dijelaskan diatas, tanpa direaksikan dengan O2 pun, ATP bisa menghasilkan energy, dengan cara penguasaan otak keenergy (konsentrasi). Seperti kita ketahui otak merupakan “komandan tertinggi” dari seluruh tubuh dan setiap metabolisme sel tubuh selalu dimulai dari otak.

Otak manusia yang terdiri dari 100 trilyun sel otak (Neuron). Neuron mempunyai fungsi untuk menerima, memproses, menyampaikan pesan perintah keseluruh tubuh yang mengendalikan fungsi bicara, visual, gerakan otot, pikiran, emosi, dan kerja semua organ tubuh dengan sinyal elektrokimia. Neuron mempunyai sifat dan bagian yang sama dengan sel tubuh lain, tapi aspek elektrokimianya membuat mereka bisa memancarkan sinyal dengan jarak jauh (sampai beberapa meter) dan mengirim pesan kesatu sama lainnya.

Neuron terdiri dari tubuh sel (yang mengandung unsur penting sel seperti nucleus (menyimpan DNA), endoplasmic reticulum dan ribosomes (untuk membuat proteins) dan mitochondria (membuat energy). jika tubuh sel mati, neuron juga mati).

Tubuh sel neuron ini mempunyai saluran memanjang bernama Axon yang berfungsi membawa pesan elektrokimia (nerve impulse atau action potential) sepanjang sel, dan ujung-ujung neuron bernama Dendrites (ujung syaraf) yang mempunyai fungsi membuat neuron saling berhubungan dan berkomunikasi dengan sel lain, menerima pesan dari neuron lain dan merasakan lingkungannya. Neuron bisa mempunyai dendrites lebih dari satu.

Sel yang merelay sinyal antar neuron ialah interneuron. Setiap permukaan neuron mempunyai ruang sempit yang disebut Synapse, neuron berkomunikasi dengan neuron lainnya dengan memancarkan pesan kimia (vesicles) melalui synapse, lalu pesan ini ditangkap neuron lain dan diteruskan ke neuron lainnya, dan setelah sinyal sampai ke sel yang diinginkan, pesan kimia ini bisa kembali ke neuron asal.

Setiap 1 neuron bisa menjalin hubungan dengan lebih dari 10.000 neuron lainnya. Dan kalau kita bayangkan kerja sel-sel otak ini adalah seperti trilyunan orang yang saling memanggil dan berkomunikasi satu sama lainnya, akan sangat rumit, kompleks, dan sangat menakjubkan.

Semakin banyak sel-sel otak ini bisa menjalin hubungan dengan sel-sel otak lainnya, maka otak akan semakin aktif dan semakin bisa menggunakan semua fasilitas kemampuan tubuhnya lebih baik lagi (salah satunya jadi semakin pintar dan semakin sehat). Sebagai contoh Albert Einstein, setelah otaknya diteliti, ternyata bagian otak yang berhubungan dengan matematika dan bahasa, 15% lebih besar dari manusia umumnya.

Otak memerintah seluruh tubuh dengan mengirim sinyal-sinyal elektrokimia neurotransmitter ketubuh lewat jaringan syaraf yang menyebar dan menjangkau seluruh tubuh. Jaringan-jaringan syaraf ini akan menghubungi otak dengan seluruh sel, setiap kelenjar, senyawa kimia tubuh dan anggota-anggota tubuh.

Sinyal-sinyal neurotransmitter ini bertindak seperti utusan-utusan dari otak yang membawa perintah-perintah khusus kepada seluruh sel, setiap kelenjar, senyawa kimia tubuh dan anggota-anggota tubuh untuk melakukan reaksi / hal-hal yang dibutuhkan oleh tubuh sesuai dengan panduan rancang bangun genetik tubuh manusia DNA.

Begitu pula dalam hal produksi energy tubuh, otak memerintahkan dengan sinyal neurotransmitter ke setiap kelenjar dalam hal ini khususnya kelenjar hipotalamus dan pituitary untuk memproduksi enzim ATPase yang mereaksikan ATP untuk menghasilkan energy di tingkat sel.

‘Perintah’ sinyal neurotransmitter dari otak ini sangatlah penting dalam setiap reaksi sel dalam tubuh, temasuk dalam produksi energy, semakin aktif sel-sel otak, semakin kuat sinyal perintah neurotransmitter dan semakin bagus jaringan syaraf maka otak akan semakin bisa mengendalikan, memerintah, maupun menjangkau lebih banyak bagian tubuh dan tubuhpun akan bermetabolisme lebih bagus lagi.

Perumpamaannya adalah seperti telepon rumah, untuk membuat telepon rumah ada beberapa hal yang harus ada yaitu sentral telekomunikasi yang memancarkan sinyal listrik yang membawa kode digital suara, pesawat telepon rumah penerima yang bisa menerjemahkan kode digital sinyal aliran listrik menjadi suara dan saluran kabel yang menghubungkan keduanya.

Semakin kuat sinyal listrik yang dipancarkan dari sentral telekomunikasi, semakin cepat dan kuat arus listrik yang dialirkan kabel telepon yang menghubungi, dan semakin bagus pesawat telepon yang menerima, maka suara yang didengarpun akan semakin jelas dan jernih.

Begitujuga dengan energy tubuh manusia, semakin aktif sel-sel otak, semakin kuat sinyal perintah neurotransmitter yang dikirim otak dan semakin bagus jaringan syaraf yang kita punyai, maka semakin tubuh kita bisa menjadi lebih sehat, lebih kuat, termasuk lebih sakti !

Contoh lainnya adalah proses bagaimana kita lupa akan sesuatu yang pernah kita lakukan atau alami, sebetulnya memori / data rekaman kenangan tetap ada tersimpan diotak, tapi karena otak tak bisa mengirim sinyal perintah ke bagian otak tempat memori tersimpan, jadi otak tak bisa mengakses / mengingat data memorinya.

Dan karena sel-sel otak manusia umumnya yang aktif hanya sedikit (sekitar 2,5%) maka otak hanya mampu menjangkau dan mengendalikan sedikit sekali bagian-bagian tubuh termasuk ATP-ATPnya. Karena sinyal otak neurotransmitter yang dikirim tidak sampai kebagian tubuh dan ATP yang dikehendaki, dan metabolisme tubuh juga tidak mendukung., sehingga menyebabkan energy tubuh yang bisa digunakan dan dibangkitkanpun hanya sangat sedikit sekali (sekitar 2,5%) dari total cadangan energy dalam tubuh manusia.

Jika kita menggunakan seluruh otak yang kita punya (100%) kita akan menjadi sangat sakti, karena kita bisa membangkitkan semua cadangan energy tubuh yang kita punya.

Khalifah dimuka bumi

Sebetulnya saya pikir Nabi Adam,as (bapak pertama manusia) dan generasi keturunan beliau yang pertama, mereka mempunyai tubuh yang sedikit berbeda dan jauh lebih bagus dengan manusia sekarang, terutama dalam kemampuan otak dan energy mereka. Mereka bisa langsung mengakses ke energy tubuh mereka, membangkitkan dan menggrakannya dengan pikiran, karena otak mereka hampir 100 % aktif dan tubuh merekapun seluruh DNAnya juga aktif.

Jadi mungkin Nabi Adam,as, dianugerahi kemampuan otak yang luar biasa (dimana beliau bisa menggunakan seluruh kemampuan otaknya) sehingga semua ‘informasi’ yaitu kandungan kuantitas & kualitas molekul, sifat reaksi ikatan antar atom, dll dari semua benda dialam semesta bisa diketahui sampai ketingkat atom-atomnya.

Jadi wajar kalau mereka mungkin sakti2, bisa terbang, bisa teleportasi (mungkin Nabi Adam,as dan isteri beliau Siti Hawa,as ‘turun ke bumi’ dari ‘surga’ dengan cara teleportasi / perpindahan materi dengan mendematerialisasikan tubuh, ingat ‘surga / jannah (jannah artinya suatu taman)’ disini bukanlah surga abadi yang akan di berikan untuk orang-orang beriman sesudah hari kiamat, mungkin ini ada disuatu tempat dialam semesta, karena surga yang asli telah dijelaskan dalam Al-Qur’an, penduduknya tidak akan dikeluarkan, didalamnya tidak ada perkataan / pebuatan yang menimbulkan dosa).

Bahkan mungkin tulisan dan bahasa tidak digunakan oleh Nabi Adam,as, keluarga dan keturunan pertamanya karena mereka bisa langsung berkomunikasi dengan gelombang otak (pikiran) dari otak ke otak, salah satu buktinya ada di Kitab Perjanjian Lama (Taurat), disana dijelaskan bahwa manusia generasi pertama, mereka tidak mengenal bahasa dan tulisan karena berkomunikasi langsung dengan pikiran. Jadi mungkin mereka berkomunikasi cuma dengan saling pandang saja dan tanpa ada batasan jarak, dengan tanpa bicara sepatah katapun tapi masing-masing bisa memahami ide-ide komunikasi pikiran mereka.

Menurut riwayat, manusia pertama yang mula-mula pandai menulis dan membaca adalah Nabi Idris,as, yaitu beberapa generasi keturunan setelah Nabi Adam,as. Dan wajar juga jika umur mereka bisa sampai ribuan tahun, Nabi Nuh diriwayatkan umur beliau sampai 950 tahun dan tubuh merekapun bisa sampai lebih dari 30 meter tinggi dan lebar 3,5 meter (di dekat Istana Pothala Tibet menurut satu buku, ada sepasang mayat ‘leluhur’ yang mempunyai ukuran tubuh lebih dari 4 meter dan berwajah mirip alien).

Logikanya kondisi dan cuaca alam dizaman Nabi Adam,as jelas berbeda dengan zaman sekarang, seperti suhu bumi masih sangat ekstrim, banyak dinosaurus / binatang buas raksasa yang berbahaya, sehingga kalau manusia tidak mempunyai tubuh yang sakti saya pikir sulit untuk bertahan hidup di masa itu dimana alat-alat modern sekarang belum ada. Mungkin inilah salah satu modal manusia pertama Nabi Adam, as yang ditugaskan menjadi seorang Khalifah dimuka bumi.

Junk DNA

Dan ada satu hal yang menarik yang bisa jadi bukti bahwa tubuh manusia sekarang berbeda dengan tubuh manusia generasi awal adalah dengan ditemukan bahwa tubuh manusia sekarang sebagian besar (sekitar 97%) DNAnya ternyata tidak memiliki kode informasi (non-coding DNA) dan hanya sebagian kecil (3%) yang punya !

Tubuh kita disusun dengan mempunyai panduan desain (blue print) yang tersimpan dalam kromosom sel kita dalam bentuk rantai double helix Deoxyribo Nucleic Acids (DNA). Tubuh mempunyai sekitar 3-4 juta genes dan setiap inti sel punya sekitar 100.000 gen. Genes ini yang bertanggungjawab atas semua aturan karakter tubuh (termasuk warna kulit-rambut-mata kita, tinggi-berat tubuh, sifat, dll ), penyusunan dan pengaturan fungsi organ tubuh, dan struktur genes, yang merupakan bagian paling sederhana dari system tubuh, dll.

Tapi pengetahuan tentang bagian system paling penting, pengaturan genes sendiri masih belum lengkap diketahui manusia sekarang. Kode bahasa genetic genes ini hanya diketahui orang sebagian kecil saja. Sampai sekarang, hanya sekitar 3% dari DNA yang diketahui fungsinya, sisanya 97% dari seluruh DNA tubuh manusia dianggap tidak mempunyai kode informasi (non-coding DNA), karena itu disebut “junk (sampah) DNA”. Tapi scientists sekarang pada umumnya percaya bahwa DNA ‘sampah’ ini musti menyimpan sesuatu kode informasi. Tapi kode dan fungsinya belum diketahui sepenuhnya.

Ada 2 teori yang mencoba menjelaskan tentang kenapa tubuh terdiri dari sebagian besar non-coding DNA. Satu theory bilang bahwa non-coding DNA adalah “sampah” karena terdiri dari sequences (urutan) yang diproduksi secara acak sehingga kehilangan kemampuan meng’kode’kan atau genes hanya menduplikasi sebagian sehingga tidak mempunyai fungsinya.Theory kedua bilang bahwa non-coding DNA ini ‘egois’, karena DNA ini lebih suka mereplikasi lebih banyak dengan efisien dari yang coding DNA, walaupun ini tidak menghasilkan keuntungan selektif (yang sebenarnya cuma bersifat merusak karena tidak ada gunanya seperti benalu).

Tapi teori-teori ini sendiri punya banyak persoalan, sehingga tidak diacuhkan bahkan oleh yang membuat teori ini sendiri. Pertanyaan yang utama yang melawan teori “DNA sampah” dan “DNA egois” ini adalah “kenapa Tuhan yang Maha Sempurna menciptakan tubuh manusia terdiri dari sebagian besar DNA yang ‘cacat / rusak’, tidak mempunyai informasi (non-coding) sehingga tidak ada gunanya ?”

Anggapan bahwa sebagian besar dari DNA kita adalah ‘sampah’, telah mengabaikan fakta bahwa satu hal kunci organisme biologis adalah berupaya mengeluarkan energy yang seoptimal / seefisien mungkin. Untuk membawa sejumlah luar biasa banyaknya molekul (DNA) yang ‘tidak diperlukan’ jelas tidak efisien. Jadi tidak mungkin tubuh terdiri dari 97% DNA yang tidak ada fungsinya.

Bukti baru kini banyak mengindikasikan ada banyak fungsi-fungsi DNA ‘junk’ ini, termasuk panduan aturan gen yang bervariasi. Ini berarti bahwa yang dikatakan non-coding DNA ini ternyata mempengaruhi sifat genes, the “coding DNA”, dengan cara-cara yang penting. Walau masih belum diketahui banyak tentang hubungan antara non-coding DNA dan genes DNA.

Jika kita bisa mengaktifkan non-coding DNA tubuh kita ini yang menyusun 97% DNA kita, kita mungkin bisa membuka pesan-pesan kode yang tersembunyi dan jika kita bisa memfungsikannya mungkin kita bisa memperoleh keuntungan yang sangat banyak.

Lalu pertanyaannya kenapa manusia sekarang tidak lagi mewarisi kemampuan tubuh yang hebat ini, dari leluhur kita Nabi Adam AS padahal kita semua adalah keturunan beliau ? jawabannya karena sifat manusia yang MALAS. Sifat manusia selalu ingin yang enak, mudah dilakukan, yang instan, dll, ini menyebabkan tubuh manusia bermutasi secara perlahan selama jutaan tahun menjadi berkurang kemampuannya, karena tubuh manusia cenderung jika tidak dipergunakan akan selalu menurun kemampuannya.

Contoh sederhananya adalah kalau kita malas berolahraga badan jadi lemas, lemah, dan gampang sakit jika dibandingkan kita sering olahraga. Contoh lain adalah warna kulit yang tadinya sama akhirnya bermutasi dalam jutaan tahun jadi berbeda-beda, ras Caucasian dan Mongoloid warna kulitnya putih cerah karena hidup didaerah 4 musim sehingga jarang terkena sinar matahari, jika dibanding ras Negroid dan ras Polynesia yang berkulit hitam dan gelap karena lebih banyak terkena sinar matahari. Dan karena ini berlangsung selama ribuan / jutaan tahun sehingga otak manusia dan DNA-nya yang aktif 100% kini tinggal jadi sekitar 2,5 -3% saja, sehingga energy tubuh yang bisa digunakan awalnya hampir 100% kini juga tinggal 2,5% juga.

Tapi terkadang setiap orang dalam keadaan terdesak bisa memakai energy tubuhnya lebih besar dari normal, seperti orang bisa lari sangat cepat ketika dikejar-kejar anjing, seorang ibu bisa mengangkat mobil untuk menolong anaknya yang kecelakaan. Atau dalam keadaan otak tertentu seperti tidur berjalan, trance, atau melepas sukma, sehingga orang bisa berjalan diatas air, melompati tembok setinggi 2 meter, dll.

Juga rahasia kenapa orang yang sering berkonsentrasi / fokus pikirannya bisa sakti (seperti wali, pendeta, pertapa, fakir, yogi, dll) atau misalnya Siddharta “Budha” Gautama yang bertapa di hutan dibawah pohon bodhi selama 6-7 tahun dan akhirnya mendapat “pencerahan” dan menjadi sakti.

Hal ini disebabkan karena dalam keadaan-keadaan tertentu diatas, otak bisa langsung mengirim sinyal perintah neurotransmitter ke ATP untuk menghasilkan energy dan otak bisa mengakses ke energy tubuh mereka dengan jalan pintas (shortcut) yang cepat tanpa proses reaksi kimia tubuh normal yang lebih lama dan lebih rumit (yang salah-satunya melibatkan O2 atau reaksi-reaksi kimia yang panjang).

Tapi memang keadaan diatas cuma berlangsung sebentar / sementara saja (tidak permanen) karena otak tak bisa mempertahankan hubungan dengan energy tubuhnya lebih lama lagi. Dan karena orang yang sering berkonsentrasi / fokus pikirannya sudah lama terbiasa demikian sehingga otak mereka telah membuat ‘saluran’ hubungan langsung yang lebih bagus dengan energy tubuhnya dan lebih permanen daripada orang pada umumnya, sehingga keadaannyapun permanen dan bisa dilakukan kapan saja mereka mau. Tapi jangan disangka hal ini gampang dilakukan karena mungkin perlu latihan bertahun2 atau bahkan puluhan tahun untuk menjadi seperti itu.

Pertanyaannya sekarang apakah kita bisa mengakses energy ditubuh secara langsung dengan cepat ? jawabannya BISA, tapi membutuhkan keadaan otak khusus tertentu sehingga bisa mengakses energy ditubuh secara langsung dengan cepat dan ini terasanya bahwa kita hanya akan MERASAKAN BAGIAN DALAM TUBUH SAJA (seperti urat, otot, pembuluh darah, tulang, dll) saja, sedang tubuh bagian luar (seperti kulit, daging bagian luar) tidak terasa sama sekali, dan ini cukup sulit dilakukan karena selain membutuhkan keadaan otak khusus tertentu juga membutuhkan konsentrasi yang bagus untuk mempertahankannya lebih lama.

SIFAT ENERGY TUBUH

Energy tubuh berasal dari proses kimia tubuh, dan karena sifatnya yang berbentuk energy sehingga bisa diubah-ubah sifatnya, energy tubuh bisa berupa energy panas yang terasa seperti hawa panas / dingin, bisa juga bersifat seperti listrik.

Dilihat dari sifatnya, energy tubuh ini bersifat 2 jenis yaitu panas dan dingin, dan kedua energy ini sama-sama dibutuhkan oleh tubuh manusia, karena jika salah-satunya tidak ada / kurang maka tubuh akan kehilangan keseimbangan metabolismenya, karena masing-masing mengimbangi dan saling melengkapi satu sama lainnya. Tubuh mempunyai dua mekanisme metabolisme yang walau berlawanan saling melengkapi, yaitu ada sistem tubuh yang meng’aktif’kan (misal seperti hormon adrenalin yang membuat tubuh siap sedia / waspada) dan ada juga sistem yang meng’pasif’kan (misal seperti hormon endorphin yang membuat tubuh ngantuk / relaks). Karena jika hanya ada satu sistem akan berbahaya bagi tubuh (tubuh akan lelah karena bekerja terus)

Dan semua hal yang dialam semesta ini juga selalu terdiri / terbagi dari 2 hal yang saling berbeda / berlawanan tapi saling melengkapi dan saling membutuhkan, seperti ada laki-laki–perempuan, baik-buruk, sehat-sakit, dll.

Energy tubuh PANAS

Energy tubuh panas ini bila sudah bangkit / terbuat akan terasa seperti hawa (gas) panas yang memancar dan mengalir di dalam tubuh. Mirip dengan uap / hawa hangat yang terpancar keluar dari air mendidih.

Tubuh lebih banyak memfungsikan hawa panas ini menjadi ‘bahan bakar’ sel untuk bermetabolisme dan menjaga tubuh agar tetap hangat. Termasuk produksi hormon, dan enzim yang bersifat ‘aktif” seperti hormon adrenalin (yang membuat tubuh waspada, dan aktif), atau hormon seks (sehingga terkadang orang suka mendinginkan tubuh / ‘mandi air dingin’ untuk meredakan nafsu seksnya).

Energy panas bisa diproduksi dengan cara pengejangan tubuh sewaktu mengeluarkan napas, hal ini mungkin berkaitan dengan sifat energynya yang ‘aktif’ sehingga ketika tubuh dikejangkan waktu mengeluarkan napas, tubuh memproduksi energy panas.

Energy tubuh DINGIN

Energy tubuh dingin ini bila sudah bangkit / terbuat akan terasa seperti hawa (gas) dingin yang memancar dan mengalir di dalam tubuh. Mirip dengan uap / hawa dingin yang terpancar keluar dalam lemari pendingin. Sekalipun tidak biasa terasa dalam keadaan normal, hawa dingin ini juga suka timbul bersama-sama dengan hawa panas ketika tubuh berusaha membunuh virus yang masuk dengan cara membuat suhu tubuh berubah-ubah (demam), karena virus tidak akan bisa hidup jika suhu tubuh berubah-ubah.

Energy dingin ini mempunyai sifat ‘pasif / yin’, sehingga berbeda dengan hawa panas yang bersifat ‘aktif / yang’, sehingga tubuh lebih menggunakan energy dingin ini untuk metabolisme sel dan produksi hormon / enzim yang bersifat ‘pasif’ seperti hormon noradrenalin yang membuat tubuh relaks, istirahat, dll.

Energy dingin yang berlebihan ditubuh bisa mengakibatkan metabolisme tubuh ‘melambat’, produksi hormone dan protein yang berkurang, dan hal ini menyebabkan kita bisa tidak punya nafsu selera atau impoten. Oleh karena itu energy dingin harus dimbangi dengan energy panas dalam kadar yang seimbang dalam tubuh.

Berbeda dengan energy panas, energy dingin bisa diproduksi dengan cara pengejangan tubuh sewaktu menahan napas, hal ini mungkin berkaitan dengan sifat energynya yang ‘pasif’ sehingga ketika tubuh dikejangkan waktu menahan napas, tubuh memproduksi energy dingin.

BANGKITNYA CADANGAN ENERGY TUBUH

Tanda dari cadangan energy tubuh (tenaga dalam) sudah bangkit / telah diproduksi adalah dengan terasanya semacam hawa yang memancar didalam tubuh, dan ada 2 jenis energy yang timbul tergantung dari pola latihan yang dilatih, bisa energy panas atau energy dingin.

Pertama kali yang paling awal terasa setelah berlatih biasanya badan menjadi hangat keringatan, dan capek, pegal, dan bosan tentunya. Setelah beberapa waktu kita berlatih, badan akan terasa semakin panas, dan berbeda dari sebelumnya yaitu mulai terasa ada semacam hawa panas (atau hawa dingin tergantung dari cara latihannya atau metabolisme tubuh orangnya) yang muncul di tubuh.

Biasanya yang paling sering terasa pertama kali ada di perut bagian bawah atau dari uluhati, mungkin ini sebabnya banyak orang menyangka sumber TD itu dari bawah perut (tantien / solar plexus) / uluhati, padahal bukan, tapi yang benar dari seluruh bagian sel tubuh manusia. Awalnya, hawa panas / dingin itu suka muncul atau hilang, tergantung dari konsentrasi kita, karena hawanya masih kecil. Lalu semakin lama kita berlatih semakin kuat hawa panas itu, dan juga hawa panas ini tidak mengalir jauh / statis.

Hal penting dalam latihan TD, yaitu kita harus konsentrasi yang kuat-kuat untuk merasakan energy kita walau sekecil apapun itu (kalau tidak terasa apa-apa, bayangkan saja dengan konsentrasi, bahwa hawa panas (atau dingin) itu mengalir seperti aliran listrik didalam tubuh, nanti lama-lama hawa panas akan mulai terasa.

Jangan terlalu mementingkan kejangnya, pengejangan hanya untuk membantu saja supaya energy bisa bangkit lebih cepat. Dan salah satu yang penting adalah kalau latihan TD, usahakan waktu menahan napasnya selama mungkin, supaya hawa panasnya bisa bangkit.

Jadi yang penting untuk yang baru belajar tenaga dalam ialah rasakan dulu hawa panasnya, jangan memikirkan yang lain, karena terkadang saya suka mendengar para pelatih mengajarkan kemurid pradasar, ucapan seperti: “putar hawa panasnya diuluhati”, “salurin saja TD ke pasien”, dll, hal ini tidak salah cuma musti dipikirkan juga apakah murid-murid pradasar itu sudah merasakan hawa panasnya atau belum ? kalau belum, apa yang mau diputar atau disalurin ? karena memutar dan menyalurkan hawa panas bagi yang baru berlatih itu sangat susah !

PENYALURAN / MENGGERAKAN ENERGY

Kenapa saya membedakan pembangkitan dan penyaluran ? karena setiap energy tubuh (hawa panas / dingin) yang telah terbuat, sifatnya cenderung stabil disel-sel tubuh tempat ia dibuat, sehingga energy itu harus di digerakkan / dialirkan ke bagian tubuh lainnya. Sehingga setelah bangkit, kini coba gerakkan hawa itu ketempat lain ditubuh

Biasanya yang paling banyak bangkit awalnya ialah pada daerah badan yaitu dada dan perut, karena metabolisme tubuh lebih banyak disana. Coba gerakkan hawa ini ke seluruh tubuh terutama anggota2 tubuh seperti kepala, tangan dan kaki.

Hal ini sangat penting supaya energy ini bisa semakin kuat dan bisa dipergunakan untuk hal-hal yang diperlukan seperti memecahkan benda2 keras atau untuk menyalurkan energy ke orang lain untuk pengobatan.

Menggerakan energy tubuh ini membutuhkan konsentrasi pikiran yang bagus, terutama ketika energy yang dimiliki masih kecil, kalau sudah besar energynya sih tidak terlalu perlu konsentrasi yang penuh.Dalam hal penyaluran / menggerakan energy ada 4 hal yang penting dilakukan adalah :

  1. Menembus / membuka bagian dalam tubuh
  2. Mempercepat dan memperbesar arus energy
  3. Memusatkan energy ke satu bagian tubuh
  4. Mengeluarkan energy keluar tubuh

MENEMBUS / MEMBUKA BAGIAN DALAM TUBUH

Untuk menggerakkan energy ke bagian tubuh yang lain, terlebih dahulu kita harus MENEMBUS bagian dalam tubuh kita, yaitu setiap aliran pembuluh darah, otot, urat dan tulang maupun kulit dalam tubuh kita yang masih TERTUTUP.

Semua bagian dalam tubuh ini harus kita tembus supaya energy kita bisa mengalir / bergerak ketempat yang lain. Ibaratnya seperti kita mau masuk dengan kendaraan kehutan belantara dimana kita harus lebih dahulu memotong pohon-pohon, semak-semak dan rintangan lainnya, agar kendaraan bisa masuk menembus kedalam hutan.

Begitupula bagian dalam tubuh manusia harus ‘ditembus / dibuka’ oleh energy dulu supaya energy bisa mengalir / bergerak didalam tubuh. Jadi kalau dikalangan persilatan dikenal istilah “dibuka jalur tenaga dalamnya” sebetulnya membuka bagian dalam tubuh manusia (yaitu setiap aliran pembuluh darah, otot, urat dan tulang maupun kulit dalam tubuh) ini cukup sulit dilakukan karena membutuhkan energy yang besar untuk membuka jalur-jalur energy di tubuh manusia dan ini sama saja dengan memberi energy TD kepada orang yang dibuka.

Jadi bukan “dibuka” diseperti istilah banyak perguruan silat yang sebenarnya cuma sekedar memperkuat tenaga metafisik saja, bukan membuka jalur-jalur energy tubuh (tenaga dalam) di tubuh seseorang dengan energy tubuh (TD).

Sedangkan orang yang mempunyai energy tubuh (TD) yang cukup besar untuk membuka jalur2 energy ini dizaman sekarang sangatlah jarang, karena berlatih tenaga dalam itu lebih sulit dan membutuhkan waktu yang lama jika dibanding dengan berlatih tenaga metafisik. Kenapa setiap pembuluh darah, urat, otot, masih ‘tertutup’ bagi energy tubuh sehingga kita harus menembusnya ? ini karena setiap proses pergerakan energy tubuh dikontrol dan diperintahkan otak dengan cara otak mengirim sinyal elektrokimia neurotransmitter lewat jaringan syaraf ditubuh ke energy tubuh untuk bergerak.

Dan sinyal otak ini belum bisa menjangkau atau sampai kesemua bagian tubuh yang dikehendaki, karena membutuhkan reaksi metabolisme tubuh yang mendukung dan ini yang menyebabkan jalur-jalur yang akan dilalui energy masih tertutup / masih susah ditembus. Dan semua bagian dalam tubuh yang dilalui energy ini baru ‘terbuka’ dan bisa dilalui energy setelah energy ini sendiri telah menembusnya / dilalui energy tubuh ini.

Ibaratnya seperti siaran TV jika pancaran siaran TV tidak sampai ke daerah TV kita berada, tentu TV kita tidak akan bisa menerima sinyal sehingga tidak akan ada gambar dan suaranya di TV. Oleh karena itulah FOKUS / KONSENTRASI PIKIRAN sangat PENTING dalam berlatih tenaga dalam, tanpa konsentrasi pikiran yang bagus, akan sulit bagi kita untuk menggerakkan energy ditubuh kita.

Proses menembus bagian dalam tubuh ini sendiri cukup sulit terutama kalau energy yang dipunyai masih kecil, dan bahkan untuk menggerakkan energy sejauh 1 cm saja bisa butuh beberapa hari, inipun kalau kita konsentrasi. Sekali energy kita bisa menembus bagian dalam tubuh, maka untuk selanjutnya energy akan lebih mudah bergerak / mengalir pada waktu yang lain. Ini disebabkan karena tubuh sudah ‘MENGINGAT’ sudah di tembus sehingga sinyal otak bisa lebih mudah sampai keenergy dan menggerakannya.

Jadi jelas membuka jalur-jalur energy didalam tubuh tidaklah mudah dan dibutuhkan usaha yang pelan-pelan dan secara bertahap, dan inilah yang menyebabkan jarang orang mempunyai energy tubuh yang besar karena membutuhkan usaha dan latihan bertahun-tahun baik untuk membangkitkan dan menggerakkan energy tubuh ini.

Lalu apakah tubuh manusia mempunyai jalur-jalur energy khusus seperti yang dikenal di ilmu accupuncture cina, yaitu garis-garis energy tubuh (meridian) ? sebenarnya tubuh sendiri tidak mempunyai jalur energy khusus seperti itu, karena energy tubuh bisa mengalir diseluruh bagian tubuh, dalam setiap aliran pembuluh darah, syaraf, urat, otot, tulang , daging ataupun kulit.

Setelah kita terbiasa menyalurkan energy tubuh, biasanya hawa panas yang timbul terkadang mulai “jalan-jalan” sendiri di tubuh, tanpa terkontrol, sehingga kadang-kadang badan / anggota badan (tangan/kaki) suka bergetar pelan dengan sendirinya.

MEMPERCEPAT & MEMPERBESAR ARUS ENERGY

Setelah energy tubuh (hawa panas / dingin) telah menjadi besar dan telah menembus bagian dalam tubuh, maka nanti ketika digerakkan akan terasa mengalir seperti ARUS LISTRIK dan sifatnya seperti energy listrik. Karena yang namanya energy tubuh yang mempunyai ion-ion yang bisa diubah-ubah sifatnya. Biasanya kalau sudah seperti ini kita akan semakin semangat berlatih, dan mengasyikkan, karena kita benar-benar mulai merasakan aliran dan hawa panas TD itu sendiri.

Kita mulai dapat menggerakkan hawa panas itu mengalir dengan cepat dan terasanya seperti aliran listrik yang mengalir di aliran darah tubuh dan bisa tersalur ke bagian badan yang kita inginkan (dengan semau kita) cuma dengan pikiran kita dan mengalirnya lebih jauh misal dari uluhati ke ujung jari tangan terus ke jari kaki terus ke kepala, dst.

Tentunya hal ini hanya bisa kalau ada 2 faktor yaitu, energy tubuh kita sudah lumayan besar (sehingga mudah untuk digerakkan), dan kita mempunyai konsentrasi yang cukup kuat untuk merasakan dan menggerakkan hawa panas itu.

Setelah tahap ini kita bisa menggunakan energy tubuh kita dengan tanpa banyak gerakan lagi (atau bahkan diam saja), tanpa pengaturan napas tertentu lagi (napas normal) dan tanpa pengejangan, karena latihan kita sudah FULL MIND CONTROL (PENGENDALIAN PIKIRAN), yaitu digerakkan dengan fokus pikiran karena energy tubuh kita sudah besar sehingga mudah dibangkitkan atau digerakkan dengan pikiran. Malah terkadang kalau pakai pengaturan napas atau dengan bergerak, suka kagok (jadi gak konsentrasi), tapi jelas hal ini hanya bisa dan boleh dilakukan oleh yang sudah mempunyai energy tubuh yang besar.

Jadi jangan heran kalau orang-orang yang sakti dan besar tenaga dalamnya, mereka berlatih tenaga dalam dengan cuma pengendalian fokus / konsentrasi pikiran saja dalam membangkitkan dan mengerakan energy tubuhnya.

Jadi kalau kita berlatih jangan cepat bosen, karena kalau kita sudah mencapai tahapan ini, maka kita akan semakin enjoy dan semakin enak latihannya, karena pada tahapan ini kita sudah mulai bisa mengendalikan energy seperti kalau kita lihat di film-film silat. Jadi kalau kita suka lihat di film silat si pendekar-nya kalau mengerahkan energy suka digambarkan aliran energy tubuhnya seperti aliran listrik / hawa panas yang menjalar di sekujur tubuhnya memang dikehidupan nyata benar-benar seperti itu.

MEMUSATKAN ENERGY KE SATU BAGIAN TUBUH

Hal lain yang sangat penting dan sangat sulit dilakukan dalam berlatih ialah memusatkan seluruh cadangan energy tubuh hanya disatu bagian tubuh saja dan ini membutuhkan konsentrasi pikiran yang sangat bagus.

Tujuannya supaya energy yang dimiliki bisa lebih besar daya kekuatannya dari jika tidak difokuskan. Karena setiap hal yang difokuskan akan menghasilkan daya yang lebih besar dari jika tidak fokus, misalnya saja, cahaya (yang relatif tidak berbahaya) jika difokuskan akan menjadi sinar laser yang bisa memotong besi.

Begitupula energy tubuh jika difokuskan akan menghasilkan daya kekuatan yang lebih besar sehingga untuk menghancurkan benda keraspun akan jauh lebih mudah. Karena ketika menghancurkan benda2 keras, yang menghancurkan itu adalah ENERGY yang terdapat dalam tubuh, bukan tubuhnya (bukan otot, tulang ataupun daging tubuhnya) tapi energy yang terkandung di tubuh (ditangan kalau memukul, dikaki kalau menendang, dll).

Ingat ! kita disini sedang melatih ENERGY tubuh (bukan tubuhnya, bukan otot, bukan tulang, bukan kulit, dll), tapi ENERGY ! Shalat pun sebetulnya kalau kita betul-betul fokus fikirannya dan dilakukan dengan sikap yang dicontohkan Rasul SAW, maka otomatis energy tubuh kita akan terlatih. Pada tahap ini indera ke-6 dan kepekaan kita akan meningkat cepat sekali terkadang kita bisa merasakan energy orang lain dengan otomatis dari jarak jauh seperti ketika bertemu dengan kita.

MENGELUARKAN ENERGY KELUAR TUBUH

Untuk mengeluarkan energy tubuh keluar dari tubuh membutuhkan energy yang besar dan setiap bagian dalam tubuh sendiri harus sudah tertembus setiap jalur-jalurnya sampai kekulit sehingga energy bisa keluar dengan lancar dan ini tidaklah mudah.

Untuk mengetahui apakah kita sudah bisa menyalurkan energy keorang lain salah satunya adalah dengan mengeluarkan hawa panas (atau kalau kita berlatih TD dingin maka yang keluar akan sebaliknya yaitu hawa ingin) keluar telapak tangan, yang nantinya di kulit orang yang disalurin energy akan terasa hangat dan semakin hangat kulitnya berarti energy kita sudah tersalur keorang tersebut.

Jadi kalau mau nyalurin TD keorang lain itu jauh lebih sulit, kecuali kalau TD yang dipunyai sudah besar kekuatannya yaitu sudah terasa seperti aliran arus listrik, kalo masih kecil jangan harap bisa salurin TD ke orang lain (walaupun ada ilmu TM penyedot TD).

Kalau kita salurkan energy keluar tubuh misal tangan maka dari telapak tangan akan terasa ada hawa panas yang terpancar keluar, jadi kalau akang-akang suka lihat film Dragon Ball, lihat Son Goku mengerahkan jurus Kame Hame-nya, suka terlihat semacam bola energy keluar dari telapak tangannya, atau ditembakkan seperti laser itu memang ada seperti itu di kehidupan nyata kalau kita mempunyai energy tubuh yang sangat besar, tapi yah orang yang punya TD sebesar ini sangat jarang sekali (SAYA BELUM BISA seperti itu, masih jauhlah, TD saya masih kecil sekali !)

Biasanya kalau sudah berlatih berjam-jam, badan akan terasa seperti “berenang di kolam energy” karena badan itu dipenuhi aliran energy yang mengalir terus-menerus seperti aliran listrik dan badan seperti terendam hawa panas yang mengalir kesana kemari dalam tubuh, jadi kalau untuk tarung kita akan kuat digebukin belasan orang dan kecepatan gerak kita akan semakin cepat. Kadang-kadang seperti merasa jadi “Super Saiyan” di film Dragon Ball itu, karena dari badan suka terasa hawa hangat yang terpancar keluar tubuh kita (walau masih lemah sekali).

Bila sudah besar energy tubuhnya, kita bisa memanaskan air dengan hawa panas TD kita tanpa menyentuh air itu, dan bahkan saya pernah baca dimajalah, demontrasi seorang biksu shaolin baru2 ini di biara shaolin, ia waktu itu dites seorang wartawan barat untuk unjuk kemampuan TD, lalu si biksu mengarahkan telapak tangannya ke lengan atas si wartawan tanpa menyentuh (dari jarak1-3 cm) lalu telapak tangan sibiksu digerakkan kebawah, lalu siwartawan merasakan dari telapak tangan sibiksu keluar hawa panas yang membuat darah siwartawan tersedot kebawah seakan2 tumpah ketelapak tangannya. Tapi SAYA BELUM BISA seperti itu, TD saya masih kecil sekali.

PENYIMPANAN & PENGENDAPAN ENERGY

Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan ialah energy tubuh setelah terbentuk dari reaksi kimia ATP mempunyai kecenderungan untuk “mengendap” lagi atau tersimpan disel dalam bentuk ATP lagi. Ketika sel telah kelebihan energy, kelebihan energy ini akan disimpan lagi dalam sel dengan mereaksikan ADP dan phosphate dengan membentuk kembali ATP (prosesnya dibalik).

Energy potensial hasil dari penyimpanan ini akan aktif lagi terurai jadi energy yang siap digunakan ketika otak kita (dengan pikiran) mulai menggunakannya lagi, ATP ini akan diuraikan lagi menjadi energy. Jadi sekalipun kita selama beberapa waktu tidak latihan tenaga dalam, energy yang kita punya TIDAK AKAN HILANG, tapi tersimpan lagi menjadi ATP.Kenapa hal ini terjadi ? karena tubuh manusia sangat canggih, ketika tubuh kelebihan energy dan kelebihan energy ini tidak digunakan oleh tubuh maka kelebihan energy ini akan secara otomatis disimpan lagi di sel.

Karena itulah biasanya orang yang berlatih tenaga dalam lalu kemudian tidak berlatih / menggunakan energy tubuhnya selama beberapa waktu, kelebihan energynya akan ‘mengendap / tersimpan’ dalam sel dalam bentuk ATP lagi, dan ia perlu waktu untuk membangkitkan energynya lagi. Karena itu kalau kita melatih energy tubuh harus rutin tanpa ada jeda waktu yang lama supaya energynya tidak menjadi ‘mengendap’.

Lalu apakah setelah kita latihan, energy perlu dikumpulkan di suatu bagian tubuh misal perut ? sebetulnya tanpa disimpan di bagian tubuh tertentupun, energy ini secara otomatis akan tersimpan sendiri disel, tapi untuk memudahkan pemusatan energy, kita lebih baik mengumpulkan energy kita setelah latihan.

REGENERASI ENERGY

Dan salah-satu hal yang menarik dari system energy tubuh kita adalah tubuh mempunyai kemampuan untuk me’regenerasi’ (memproduksi ulang) energy. Ketika tubuh kekurangan energy, seperti ketika kita mengeluarkan energy keluar tubuh atau memberikan energy kita keorang lain (misalnya mengobati) atau disalurkan kebenda, tubuh yang berkurang energy sebesar energy yang di keluarkan akan secara otomatis akan memproduksi energy lagi untuk mengisi kekurangan energynya.

Contohnya ketika kita kelelahan dan kekurangan energy setelah berolahraga, biasanya setelah istirahat sebentar, tubuh kita akan me’recharge’ / memproduksi energy lagi secara otomatis, sehingga kita akan merasa kuat dan segar bugar lagi.

Hal ini disebabkan karena tubuh secara otomatis akan ‘MENGINGAT’ ATP-ATP yang telah terurai menjadi energy dengan memproduksi PROTEIN dan ENZIM KHUSUS yang akan mengingat sifat dan kuantitas ATP-ATP yang telah terurai jadi energy, sehingga ketika ATP-ATP ini diuraikan jadi energy lagi, prosesnya akan jauh lebih CEPAT dari ATP yang sama sekali belum pernah terurai sebelumnya.

Jadi kita tidak perlu latihan dari awal lagi, cukup latihan sebentar (atau bahkan diam saja), sehingga ketika energy dilatih lagi, tubuh dengan cepat akan memproduksi (meregenerasi lagi) energy sebesar energy yang telah dimiliki sebelumnya. Jadi jangan khawatir energy tubuh kita habis kalau kita memberi energy tubuh ke orang untuk pengobatan atau sehabis memenghancurkan benda keras.

PERBEDAAN TENAGA DALAM DAN TENAGA METAFISIK

Perbedaan tenaga dalam & tenaga metafisik yang utama yaitu :

  • Kalo tenaga dalam (energy tubuh) itu jelas terasanya didalam tubuh (terasa mengalir dan memancar dialiran darah, syaraf, pembuluh nadi, kulit dan lain-lain), kalo tenaga metafisik terasanya diluar tubuh (diluar kulit). Terasanya tenaga metafisik (sebenarnya tenaga metafisik juga merupakan energy tubuh) atau yang dinamakan orang dengan Aura itu seperti energy yang memancar diluar tubuh seperti atmosfir melindungi tubuh, kalau kita konsentrasinya sudah bagus bisa merasakan pergerakan molekul-molekulnya. Kalau TM itu tidak keluar dari dalam tubuh, tapi dari luar tubuh seperti ilmu saepi geni yang bisa mengeluarkan hawa panas dari tapak tangan yang bisa menghanguskan orang.
  • Tenaga dalam (energy tubuh) itu kalo udah besar bisa langsung kerasa oleh orang lain (efeknya langsung terasa oleh tubuh), dan bisa dicoba dengan alat ohmmeter jadi jelas sekali ada efeknya (bisa kelihatan efeknya) seperti mukul orang ada angin pukulan yang kencangnya (TM ngga ada angin pukulan).

Catatan : Kesimpulannya, kita harus selalu menambah ilmu pengetahuan kita sebanyak mungkin, semakin kita tahu akan sesuatu maka kita akan bisa membuat hidup kita lebih baik dan lebih mudah lagi. Begitu juga dengan pengetahuan kita akan energy tubuh manusia ini, semakin kita mengetahui tentang energy tubuh kita, kita akan semakin bisa meningkatkan seluruh kemampuan tubuh dan energy tubuh kita dengan lebih baik lagi.

Jadi kunci pembuka kesaktian itu adalah SCIENCE (ilmu pengetahuan) bukan cara-cara yang nggak nyambung yang dilakukan dengan yang diinginkannya (seperti puasa, wirid beribu-ribu ayat, gerak sana gerak sini, dll, sambil dia sendiri nggak mengerti bagaimana proses detail dari manfaat hal yang dilakukannya).

Inilah yang sering terjadi dimasyarakat, saya juga kalau mau melatih seseorang, saya hanya mengajarkan apa yang saya tahu betul proses detail dari yang akan saya ajari dan pernah mengalaminya, jika tidak, saya tidak akan mau mengajari karena takut salah (kasihan yang diajari).

Jadi kalau mau mengajari tenaga dalam (ataupun kemampuan tubuh lainnya) keorang lain, yang pertama kali harus diajari adalah SCIENCE, ilmu biologi, kedokteran, fisika, dll. Dan setelah mengerti betul proses yang mendasarinya, baru ajari latihan tenaga dalamnya. Kalau nggak begini nantinya kasihan yang diajari, insya Allah, tidak akan maju-maju dan suka melenceng kearah yang aneh-aneh (misal bertapa, campur jurus ini itu, dll).

Jelas tulisan saya pasti akan banyak kesalahan, dan kekurangan, karena itu, silahkan tulisan saya ini dikritik, dikoreksi, dan lain-lain tanpa melibatkan emosi berlebihan, karena yang bebas dari kesalahan dan kekurangan hanyalah Allah SWT.

teknis belajar tenaga dalam ( pernafasan)

Pertama : anda mesti meluangkan waktu untuk ini, mulailah dengan 0,5 – 2 jam awalnya anda harus benar-benar commit dengan waktu yang anda tentukan… apapun yang terjadi anda harus lakukan latihan setiap hari … anggap dia sebagai makananan yang harus anda makan ..

Kedua : saat memulai latihan kosongkan pikirkan anda, blank lah …. jangan mikir macam-macam, berangan-angan cepet sakti atau dsb lah .. lempeung jeung cueklah .. jangan ada beban dipikiran anda …

Ketiga : mulai dari awal teori dan kuasai permateri dahulu baru melangkah ke materi berikutnya … mulailah dengan menguasai nafas perut .. latih sampai anda benar-benar merasakan hawa panas, biasanya kecepatan seseorang berbeda-beda ada yang tiga empat kali tarik dia sudah merasakan hawa panas tapi ada juga yang nggak bisa-bisa …. jika nggak bisa juga lakukan sambil berbaring .. pusatkan benar-benar pikiran anda ke hawa panas … dan rasakan hawa panas tersebut didalam rongga perut anda .. target utama anda pada tahap ini adalah anda merasakan hawa panas dirongga perut saja .. dan apabila anda pegang bagian luar perut anda harus terasa dingin jadi yang panas hanya bagian dalam saja … paksakan untuk memusatkan hawa panas tersebut didalam rongga perut anda .. daya khayal, konsentrasi dan pemusatan pikiran anda harus bermain disini … Setelah anda menguasainya mulailah menggunakan nafas dada untuk memindahkan hawa panas tersebut kedada … hawa panas harus betul-betul pindah seluruhnya kedada yaitu didalam rongga dada anda … yang hangat hanya dalam rongga dada anda saja … diluar tetap dingin juga bagian tubuh anda yang lain harus tetap dingin … usahakan hawa panas betul-betul terpusat di rongga dada saja … Ditahap ini biasanya anda pertama-tama mungkin akan merasakan bahwa hawa panas tersebut masih menyebar-nyebar .. kenapa .. artinya anda belum menguasai sepenuhnya hawa panas tersebut .. kuasai dia dan kendalikan dia sehingga berkumpul didada atau perut sesuai dengan nafas yang sedang anda gunakan …. atau kalaupun sangat sulit untuk mengumpulkan seluruhnya minimal 80 % usahakan terkumpul … paling bagus sih seluruhnya … hanya mungkin tahap awal akan sulit tapi anda mesti punya target .. bahwa setiap hari tingkat pemfokusan hawa panasnya meningkat .. yah.. yang kemaren cuman bisa 80% hari ini kalo bisa 90% lah … bikin target anda sendiri … so anda akan punya target yang harus dikejar .. mungkin untuk tahap ini saja jika anda latihan 0,5 – 2 jam sehari mungkin perlu dua tiga hari … that’s ok .. yang penting ada progrees nya lah …. keep latihan lah … jangan terburu-buru keep relax and fokus saja …. jangan takut nggak ada yang dikejar kok …setelah anda mampu memfokuskannya mulailah.

Keempat : inti angin /nafas dada adalah pemindahan hawa panas dari dada ke telapak tangan dan dari telapak tangan ke dada … tahap awal anda harus menggunakan pengejangan sepenuhnya ditelapak tangan anda ….. ingat yang kejang cuma telapak tangan saja .. yang lain hanya ikut saja … pengejangan dimaksudkan untuk membantu penyaluran hawa panas anda ketelapak tangan … usahakan seluruh hawa panas pindah ketelapak tangan anda .. tahap awal mungkin masih nyebar-nyebar.. nggak apa-apa fokus saja dan paksa hawa panas tersebut mengumpul ditelapak tangan anda ketika buang nafas .. dan tarik kembali kedada saat anda menarik dan menahan nafas ….. mungkin tahap awal masih susah yah .. tapi anda harus punya target bahwa anda harus mampu mengendalikan hawa panas tersebut …. sampai benar-benar fokus dan bergerak sesuai dengan inti angin satu.. sama seperti sebelumnya jika anda kemaren hanya mampu memindahkan sepertiganya atau sedikit saja hari ini anda harus mampu memindahkannya lebih dari yg kemaren … target jelas sehingga anda termotivasi untuk latihan …… ok.. keep latihan sampai anda benar-benar menguasainya ……. jangan lompat ke yang lain dulu beresin angin satu saja dulu .. sampai mahir …. setelah anda mahir anda boleh mencoba air satu saja dulu … sama seperti angin satu kuasai konsepnya dan kendalikan hawa panas seperti teori yang diajarkan .. kalo mesti menyebar keseluruh tubuh yah .. targetnya sampai seluruh tubuh benar-benar tersebar hawa panasnya …… step by step .. untuk proses ini mungkin lebih lama yah …. tapi sabar aja keep latihan capai target .. that’s it …..

Kelima : anggap sekarang anda sudah rajin latihan pada awal latihan coba ukur resistansi tubuh anda .. anda bisa beli Multimeter analog apa saja … catat resistansi tubuh anda … apabila anda latihan seperti diatas .. secara perlahan-lahan pergerakan molekul-molekul tubuh anda akan menjadi searah … yang mengakibatkan resistansi tubuh anda akan semakin mengecil … caranya yah mudah saja .. pegang pin pengukur dengan jari anda .. satu jari tangan kanan dan satunya lagi dijari tangan kiri … catat perkembangannya setiap minggu … terutama saat bangun tidur dan seusai latihan amati perubahannya … anda harus punya target resistansi tubuh anda semakin mengecil (sekedar pemicu motivasi saja..) kemudian anda boleh mulai latihan memadamkan lilin …. nyalakan lilin dan letakkan didepan anda kemudian pukul dengan telapak tangan membuka kearah lilin … tentu saja anda mesti menyalurkan hawa panas ke telapak tangan anda … pukul sampai padam .. kemudian mulailah bermain dengan jaraknya …diperjauh .. sampai anda bisa sejauh mungkin …. anda harus sering melatih ini untuk belajar melontarkan hawa panas .. yang memadamkan lilin memang angin .. tapi itu adalah angin pukulan yang terfokus .. karena TD .. membuat angin pukulan terfokus … saya tidak bisa lebih jelas lagi menguraikan teori memukul lilin ini .. karena anda harus berlatih untuk mengetahui selahnya .. atau cara memukulnya… dengan latihan ini anda akan tahu sendiri kok .. oh begini lho mestinya mukul tuh …. kemudian yah .. coba memukul benda-benda keras …. kikir, batu, kertas apa aja deh …… but keep latihan yah …. latihan pemukulan ini dilakukan diluar jam latihan rutin anda dirumah yah …..

menambah materi latihan dengan penyaluran .. seusai latihan rutin anda (angin satu/nafas dada ) lakukan latihan penyaluran ke perut, dada, tulang ekor, punggung atas, sepanjang tulang belakang, rusuk kiri dan kanan, kaki serta kepala. that’s it … ini aja dulu latih bener-bener deh ….. kita lihat entar hasilnya …… tapi mesti kecapai targetnya lho dimana anda menyalurkan hawa panas harus fokus ditempat tersebut ! YANG PENTING RUTIN LAKUKAN TIAP HARI… DAN CAPAI TARGET OK !!!!! SELAMAT BERLATIH …….

About these ads

5 Tanggapan to “Rahasia Tenaga Dalam”

  1. Mas…ijin share yah….thanks n regards

    Silahkan, semoga bermanfaat. Salam. «Red»

  2. mas saya mau belajar mas bisa ngajarin saya mass….
    saya rasa ini semua berguna untuk masa depan saya……..?
    saya tidak mau jadi orang yang tidak mengenal dunia ini….
    dari awal saya latihan sampek saya tiudr dada di bagian ulu hati saya panas terus mas….? bingung saya apa itu pertanda nya mass

    (Bagus, pertahankan semangat Anda. Kelak ‘semangat’ Anda itulah yang akan membawa Anda pada keberhasilan (dalam segala hal). Tapi silahkan dikoreksi terlebih dahulu, apakah (saat ini) Anda benar2 siap secara fisik maupun mental untuk belajar hal2 semacam ini? «Red»)

  3. ok masss …. plisss coment back ….?

    (silahkan dikoreksi terlebih dahulu, apakah (saat ini) Anda benar2 siap secara fisik maupun mental untuk belajar hal2 semacam ini? «Red»)

  4. mudah mudahan udah siap mas…

    semoga tuhan membantu saya agar cepat siap….

  5. Panjang amat artikelnya …

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.342 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: