Wujud Allah

Jika  seorang  murid  ingin  mewakili  Guru nya,  dia harus membuat semua karakter  dan kepribadiannya (Personality) hilang, kemudian masuk ke dalam personality  Guru-nya.  Jika  masih ada yang tersisa, dia bukanlah wakil dari   Guru.  Seseorang  yang  hanya  meng-klaim / mengaku-ngaku   sebagai jelmaan  Guru,  tidak  dapat  mewakili  seorang Guru, dan Guru tidak  dapat  mewakili  mereka.  Ini tidak mungkin. Demikian juga, jika seseorang yang  mengatakan  bahwa  dia  mewakili  Rosulullah  Saw, itu tidak mungkin terkecuali  bila  dia  telah  Fana  (Memusnahkan  Personalitynya) ke dalam Personality Rosulullah Saw.

Hanya ada satu Muhammad. Saya adalah Muhammad, kalian adalah Muhammad. Ini menjadi  satu.  Jika kalian adalah Muhammad, ini berarti bahwa kepribadian kalian  tidak  ada. Kalian membuat kepribadian kalian menghilang, sehingga Rosulullah  Saw  nampak. Rosulullah Saw adalah penampakan dari Kebenaran (Al-Haq) dan jika beliau tidak membuat  personality-nya menghilang (Fana), Allah  tidak  akan  nampak dalam dirinya.

Dia adalah Yang Maha Awal, Maha Akhir, Maha Nyata/Nampak, Maha Tersembunyi. Allah Swt adalah Sebuah Manifestasi Ke-Esa-an dan kemudian melalui siapa Dia menampak/termanifestasi? (atau dengan siapa?). Apakah melalui matahari atau  melalui  bintang-bintang? Apakah melalui dunia ini? Apakah melalui binatang2  atau  malaikat  atau  jin?  Dengan,  atau  melalui siapa, Dia termanifestasi? Dia termanifestasi melalui Rosulullah Muhammad Saw, dan Rosulullah  Saw  menjadi  Fana  sehingga Allah Swt nampak didalam dirinya. Rosulullah Saw membuat dirinya musnah, hingga tidak ada yang tersisa dalam dirinya. Kemudian Allah Swt nampak didalam diri Rosulullah Saw.

Jika  tidak ada cermin yang memantulkan bayangan kalian, kalian tidak akan terlihat. Sebagai contoh, jika kalian berada dalam sebuah rumah yang tidak ada  cermin  didalamnya,  maka  bayangan  kalian tidak akan terlihat. Alam Semesta  ini, dari yang terendah hingga tertinggi, tidak akan nampak tanpa Cermin   Rosulullah   Saw.

Ketika   Rosulullah   Saw  mencapai  Sidrotul Muntaha (Batasan  tertinggi  di langit ketujuh) pada saat Miraj, datang sebuah  panggilan  kepada Rosulullah Saw, “Mari, Masuklah Ya Muhammad Saw”. Rosulullah  Saw kemudian memanggil Malaikat Jibril As “Mari.., bersamaku”  dan  Jibril As berkata, “Ya Muhammad, jika saya melintasi batas  itu, saya  akan  terbakar oleh cahayanya meskipun saya menggunakan nafas hingga pada setiap helai rambut. Kemudian datanglah sebuah pertanyaan, “Siapakah kamu?”, sebuah jawaban menyahut,  “Engkau,  Ya  Tuhanku”.

Itulah dua yang keberadaannya tidak lama.  Hingga  hanya  ada  Satu  yang  ada. Hanya ada Allah Swt, sedangkan Rosulullah Saw menjadi cermin bagi  penampakan semua ciptaan-Nya, dari suatu entitas yang  terkecil  hingga  yang  terbesar.  Menurut  Hakekat, Miraj   (Perjalanan)   itu   terjadi   dalam   keabadian   (Al-Quran mengatakannya).  Itu  tidak berlangsung dalam ruang yang sementara, tetapi tetap nampak  sepanjang  hayat Rosulullah Saw. Karena itu terjadi sebelum penciptaan  ruang  dan waktu, dan keberadaan seluruh isi dunia ini melalui cermin ini. Jika cermin ini tertutup, maka segala sesuatu akan tamat.

Menjadi  satu  dengan  ciptaan  memiliki tingkatan2nya. Tingkatan terakhir adalah  ketika hilangnya  identitas  personal, dan kalian menjadi sebuah cermin, dan  seorang pewaris Rosulullah Saw. Orang seperti ini adalah seorang  pembimbing  yang benar.  Siapapun, terkecuali seorang pembimbing yang  benar,  adalah  penipu  masyarakat ketika dia mengatakan “Lihatlah  Tembok  itu”, dan ternyata tidak ada cermin disana, hanya tembok dan dia adalah seorang pembohong.

Kita memohon kepada Allah Swt untuk menganugerahi kita sebagai orang-orang yang di berkati. Sehingga keberkatan itu melalui diri kita semua. Keberkatan Allah Swt itu, sejalan dengan kedekatan kalian dengan seorang Wali/Saint. Jika hati kalian selalu di diami olehnya / bersama dengannya dalam 24 jam. Jika hanya setengah hari, akan ada keberkatan juga padamu. Kita  harus  memohon  kepada  Para  Wali  sebuah  PUSAT kekuatan. Suatu kemampuan untuk melihat dengan bijaksana.

Jika kalian tidak peduli, syetan dan bala tentaranya akan dengan cepat membawamu pada posisi yang terburuk. Karena  itu hiduplah untuk Wali-Wali Allah dan bukan untuk egomu. Dengan keberkahan  mereka kalian  akan mencapai Allah Swt (The Lord of Heavens) dan segala Karunia-Nya, dimana untuk itulah tujuan dari para hamba-Nya.

Kapurwakan

3 Tanggapan to “Wujud Allah”

  1. ass……mas pur yth,
    kalau boleh sy tau bagai mana kita dapat melihat wujud A L L AH…?
    Bagaimana dan dgn cara apa…? mohon arahan

    wassalam

    Jika Anda berkemauan untuk belajar, saya sarankan ke http://gantharwa.wordpress.com/belajar/
    Salam. «Red»

  2. dini yanuarti Says:

    saat manusia mencuri apakah berarti ada wajah Tuhan dalam dirinya? menurut saya YA, karena Tuhan adalah maha dari segala maha.😀
    salam kenal..

    Ada ungkapan : Gusti iku adoh apa cedak gumantung kawula ngadoh apa nyedak. Salam. «Red»

    • dini yanuarti Says:

      Bagaimana dengan kalimat :”Tuhan ada pada sangka hambanya” ?
      (masih belajar: mode on)

      Kenalilah Tuhan sejauh Tuhan memperkenalkan diri. Salam. «Red»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: