Suryamentaraman

Anggapan benar yang ada pada diri-sendiri ini, menimbulkan perselisihan. Dua orang yang berselisih, masing-masing sama-sama beranggapan benar. Misalnya si A berselisih dengan si B, si A merasa benar dan si B juga merasa benar. Maka merasa benar adalah perselisihan, dan orang berselisih karena merasa benar. Apabila merasa benar berarti berselisih, maka damai itu berarti merasa salah.

Jadi, di waktu kita berselisih dengan orang lain, dapatlah dimengerti bahwa kita sendiri yang salah, maka carilah kesalahan diri-sendiri itu sampai ketemu. Yakni bahwa kita hanya mengejar kepentingan diri sendiri dan tidak mempedulikan orang lain. Maka kita ini bertindak sewenang-wenang, tukang bertengkar atau juara pertengkaran. Karena persengketaan itu disebabkan oleh anggapan benar sendiri, sedang kita ini selalu merasa benar, maka kita selalu bersengketa, baik dengan isteri/suami, anak, orang tua, maupun dengan tetangga-tetangga kita.

Anggapan benar inilah yang menyebabkan perselisihan. Bila kita berselisih dengan siapa saja, maka kita akan menyadari dan mengerti, bahwa anggapan benar itu salah. Dan kita menghayati hidup sebagai manusia tanpa ciri yang bila bergaul dengan orang lain, selalu merasa damai.

Jadi, rasa yang menanggapi apa saja, tentu hanya rasa suka atau benci. Suka atau benci ini berarti membela diri, yang berwujud anggapan-benar. Oleh karena anggapan-benar ini menyebabkan perselisihan, maka dapat dimengerti bahwa anggapan-benar itu salah.

Download e-Booknya DISINI

Pass: #.kapurwakan.wordpress.com (ganti “#” menjadi “www”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: