Manusia, TUHAN dan AGAMA-nya

Tulisan orang gila, panjang dan boring ini melelahkan bagi pembaca yang tidak tertarik, Tetapi bagi Para penggemar filsafat, mereka merasa harus membacanya dengan teliti dan sampai akhir artikel, agar ikut gila.

Jadi yang tidak tertarik filosophy, PERINGATAN jangan membacanya! atau ANDA AKAN GILA ! 

Dikalangan para Agamis dan Theist, selalu tertanam dikepala para pengikut nya bahwa “Tuhan Maha Kuasa, Tidak ada yang Mustahil Bagi Tuhan”. Bila dihadapkan dengan kenyataan, seperti kalimat berikut “Bila Tidak ada yang Mustahil bagi Tuhan, kenapa tidak membuat Setan atau Iblis menjadi baik saja?”.

Ada banyak jawaban dari pertanyaan penulis diatas, tetapi sebelum lebih jauh, mari kita bahas masalah Exist atau ADA dan Not Exist atau TIDAK ADA, seandainya dianggap ada itu cuma imajinasi saja untuk memudahkan sesuai dengan tujuan awalnya.

Manusia punya 2 bagian pola fikir utama di otaknya yaitu :

Otak Logika : Dimana otak yang berhubungan dengan logika, apapun basic logikanya yang penulis sebutkan sebelumnya, tetapi orang awam biasanya bila mengatakan yang berhubungan dengan logika adalah untuk bidang science seperti Mate-matika, Fisika, Biologi, Kimia, Astronomi, Quantum Mecha-nic dan hal-hal exact analisa dan theory lainnya.

Matematika sebagai seni ilmu dasar dari Ilmu perhitungan sangat diperlukan untuk memudahkan menghitung ilmu-ilmu lainnya seperti ilmu Fisika yang masih berkembang ini, Ilmu Biologi, Ilmu Botani yang masih berkembang ini, otak logika merupakan Metaphor atau kiasan dari “Peng-gunaan Otak kiri”.

Dan semua ilmu exact lainnya yang memerlukan hitungan yang memang masih berkembang dan terus berkembang dan terus berubah!

“Satu-satunya yang abadi di alam ini hanya perubahan itu sendiri”

itu adalah pepatah umum yang selalu dipegang oleh orang yang mempelajari dan tertarik dengan sains/science/ ilmu pengetahuan!

Otak Kreasi : Keinginan & Emosi, dimana otak yang berhubungan dengan ilmu-ilmu Imajiner (Imajinasi/ Fantasi/ Kreasi) dan Emosi hingga disebut otak Kreasi dan Emosi orang awam menyebutnya dengan nama “perasaan”atau “hati”, pada-hal hati tidak bisa berfikir.

Kata “hati” ini hanya Metaphor, atau kiasan dari “Peng-gunaan Otak kanan”. Otak kreasi ini juga diperlukan untuk membantu menghitung secara imajiner bagi matematika yang tidak ada secara real didunia seperti nilai minus, misalnya –1, nilai minus 1 tidak ada didalam dunia real, tetapi bisa ada dan bisa dituliskan!

Otak Kreasi dan emosi ini disebut dengan nama Otak kanan (untuk saat ini sampai diketemukannya lagi pene-muan baru bila ada) juga sangat diperlukan dalam ber-karya seni dan sastra seperti mengarang, menggambar, mencipta lagu, mendisain, dan hal-hal imajiner lainnya!

Dan sisi kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia juga ada, termasuk juga emosi lainnya seperti Iri, Dengki, Fitnah, Curang, Bohong, dan emosi-emosi negative lainnya!

Agar kedua Pola Fikir otak kita bisa seimbang (neutral/balance/ yinyang/ equilibrium) dan mencapai titik maksimal dalam ilmu pengetahuan (sains/ science), maka harus di-usahakan agar memenuhi dulu dan memaksimalkan otak logika (otak kiri) saat mulai dewasa.

Hal ini diperlukan agar otak kanan (otak kreasi & emosi) tidak berlebihan dalam menilai sesuatu yang berlawanan dengan nilai hak asasi manusia, persamaan derajat dan mampu menekan emosi-emosi negative lainnya!

Hingga kita manusia secara individu akan menjadi manusia yang bijaksana, Mengangkat tinggi hak asasi manusia, peduli pada individu lainnya, Patuh pada hukum buatan manusia yang sesuai dengan jamannya!

Nah bagi kita yang sudah terlanjur terlalu berlebihan dalam berkhayal, hingga sudah sulit membedakan mana yang imajiner yang disebabkan oleh budaya, adat, tahayul, mistik, ghaib atau segala kekuatan bohong yang dianggap nyata dengan menggunakan doa-doa, jampi-jampi, mantra-mantra dan sejenisnya … hingga sulit bagi otak kanan kita untuk membedakan mana yang real (nyata) dan mana itu imajiner (khayalan/ fantasy/imajinasi) maka kita perlu belajar lagi untuk membedakan nya, mari kita mulai dulu dengan istilah dan symbol yang digunakan dalam ilmu Matematika.

Nyata (real/ exist) secara umum, dimana dan selama tidak ada manipulasi teknologi didalamnya. Nyata adalah Segala sesuatu, baik benda yang terlihat maupun yang tidak terlihat yang bisa terdeteksi secara sensor tubuh kita maupun dengan bantuan alat lainnya.

Misalnya :

  1. Mata bisa melihat benda yang dimaksud.
  2. Telinga bisa mendengar benda yang dimaksud walaupun tidak bias dilihat, diraba, & dibaui.
  3. Rabaan dengan menggunakan tangan atau bagian tubuh kita lainnya bisa meraba benda yang dimaksud walaupun tidak bisa dilihat, tidak bisa didengar dan tidak bisa dicium baunya.
  4. Pembauan (hidung) bisa mendeteksi keberadaan benda yang di-maksud walaupun tidak bisa dilihat, tidak bisa didengar dan tidak bisa diraba.
  5. Lidah bisa mencicipi cita rasa berbagai Rasa yang dimaksud.
  6. Menggunakan Alat bantu untuk melihat sesuatu yang belum ter-deteksi dengan 5 cara awam seperti yang tertulis diatas, misalnya :
    • Melihat Virus atau benda-benda renik lainnya dengan bantuan Micro-scope.
    • Melihat energi dengan detektor Panas, melihat frekwensi dengan detektor display seperti TV, radio dan alat-alat sejenis lainnya.
    • Melihat aliran listrik dengan detektor elektron, sensor, dan masih banyak penemuan lainnya yang akan membuka hal-hal lainnya yang belum bisa kita deteksi saat ini!.

Imajiner (tidak nyata) secara umum adalah hal-hal yang tidak ada, tidak nyata (unreal/ not exist) yang ada didunia nyata. Ketidakadaan dalam dunia nyata disebut dengan simbol 0 (nol/ kosong)! Nilai nol (0) juga seringkali dipakai sebagai pembatas (sebagai garis batas imajiner) untuk segala sesuatu dari sesuatu hal dengan hal yang lainnya.

Misalnya batas antara suatu daerah A dengan daerah B, siapa yang me-nentukan batas ini? Tentu saja kita sendiri manusia! Sedangkan nilai Minus ( – ), digunakan sebagai simbol perumpamaan untuk :

  • menandai sesuatu berpindah dari satu tempat ketempat lainnya.
  • atau dari sesuatu yang ada lalu dimakan hingga habis.
  • atau perpindahan-perubahan suhu dari panas ke dingin.
  • atau dari sesuatu yang ada lalu menguap hancur menjadi particle.
  • atau dari sesuatu melewati garis batas dari suatu area ke area lainnya.
  • atau dari segala sesuatu yang dianggap lengkap/ ada menjadi tidak seperti sebelumnya.

Matematika adalah perhitungan yang timbul sebagai symbol dari fikiran dan kata-kata, tetapi terkadang symbol Matematika saja tidak cukup, hingga diperlukan tambahan kata-kata juga sebagai penjelasan infor-masinya. Banyak hal yang tidak cukup hanya dijelaskan dengan Matematika dan Fisika, untuk melengkapinya, diperlukan kata-kata sebagai penjelasan nya!

Misal :

Didalam kamar A ada 8 buah Apel dan dikamar B ada 2 apel, bila di kamar A dipindahkan 4 apel ke kamar B maka bisa disimpulkan 8 Apel di kamar A – 4 Apel di kamar A yang dipindahkan ke kamar B = Tersisa 4 apel di kamar A dan di kamar B bertambah 4 Apel dari kamar A. Hingga total Apel di kamar B sekarang adalah 4 apel yang berasal dari kamar A + 2 Apel yang asli berasal dari Kamar B, hingga total Apel di Kamar B sekarang berjumlah 6 Apel.

Tetapi seringkali didunia Matematika hal-hal seperti tersebut diatas tidak disebutkan hingga hanya berupa hitungan saja tanpa ada ke-jadian sebagai penjelasan sebagai alat bantu untuk memudahkan dalam perhitungan.

Hingga yang muncul untuk melatih kemampuan hitungan Matematika salah satunya adalah cabang Arithmetic (aritmatika) yang kita pelajari hanya muncul seperti ini : (8 – 4) +2 = 6.

Selama untuk hitungan seperti diatas saja memang tidak akan menimbulkan masalah, tetapi akan menjadi membingungkan bila kita memasuki hitungan seperti berikut :

(-1) + (-1) = – 2

benarkah ?

Bagaimana bisa benar? Jangankan –1, nilai nol saja didunia nyata artinya “tidak ada”.

Atau permainan persamaan X = Y

Misalnya :

X+Y = X + Y

Karena X = Y, maka hal diatas bisa dituliskan X + X = X + X

Hal ini bisa dilakukan dalam dunia imajiner matematika, tetapi benar-kah demikian dalam dunia nyata?

Dalam dunia nyata X adalah X tidak bisa disamakan ataupun dianalogi-kan sebagai Y, karena hal tersebut bisa membingungkan bagi yang kurang faham antara dunia nyata (real/ fakta/ empriris) dengan dunia imajiner.

Contoh lagi analogi matematika berikut :

A = B

B = A

B = C

C = A

Maka A + B + C = A + A + A

Atau = B + B + B

Atau = C + C + C

Dalam dunia imajiner hal itu bisa terjadi, tetapi dalam dunia nyata …

benarkah ?

A = B ?

Tentu saja tidak!

Berarti boleh dong kalau seperti ini?

Pembaca = Superhero

Pembaca = Tuhan

Superhero = Tuhan

Boleh saja, karena itu analogi, tetapi …

benarkah demikian?

Tentu saja tidak! Tetapi didalam dunia imajiner kalkulasi Matematika itu bisa terjadi dan dianggap benar! Padahal didalam dunia nyata hal itu tidak mungkin terjadi dan di-anggap tidak benar!

Lalu bisakah hal-hal yang tidak ada (imajiner) itu dituliskan?

Tentu saja bisa!

Misalnya :

  • Angka 0 tidak ada, tetapi bisa dituliskan!
  • Angka minus 1 atau –1, tidak ada didunia nyata, tetapi bisa ditulis kan/ disymbolkan!
  • Angka –2 tidak ada didunia nyata, tetapi bisa dituliskan, demikian juga angka-angka minus lainnya, tetapi angka imajiner tersebut bisa berguna dalam membantu menghitung dalam bidang matematika, fisika, dan ilmu-ilmu exact lainnya!
  • Nol besar tidak ada, sebab 0 adalah nol, tidak ada besar dan kecil, tetapi bisa dituliskan.
  • – 0 (minus nol) adakah? Tidak ada, sebab 0 adalah netral, tidak ada nol itu minus, yang ada hanya 0, dan jika dituliskan,0000000000001-pun tidak bisa disebut dengan nama –0, sebab 0 tidak punya nilai plus ataupun minus!
  • 0 + (nol plus) adakah?. Tidak ada, sebab 0 adalah netral, tidak ada nol plus, namun bila ada, lalu nilai 0 itu sendiri apa? Sebab secara logika 0 secara otomatis pasti netral, bukan minus ataupun plus.

Dan jika dituliskan 0,00000000000000000000000001-pun tidak bisa disebut dengan nama 0+, sebab 0 tidak punya nilai plus ataupun minus! Atau secara sederhana disebut dengan symbol ambang/ batas netral imajiner.

Tetapi yang ada hanyalah kata-kata seperti ini “mendekati nol”, baik nilainya negative atau positive disesuaikan dengan kebutuhan. Bukankah nilai 0 berguna untuk angka 10, 100 dan lainnya? Memang benar, tetapi nol itu hanya sebagai lambang, oleh karena itu bebera-pa budaya tidak menyebut angka 1 dan 0 untuk angka “10” tetapi dengan symbol “X” atau kata “Sepuluh”, “Ten” atau lainnya sesuai dengan bahasa dan budaya tertentu.

Superhero adakah? Tidak ada di alam nyata untuk saat ini, sampai ada para mutant yang mau menjadi superhero muncul (^_^). Tetapi mereka ada di alam imajiner, bahkan bisa dituliskan namanya, bisa digambar dan bahkan bisa dibuat filmnya!

Matematika menjadi membingungkan bila hanya mengandalkan hitungan Imajiner Matematika dan Komputer TANPA alat Bantu acuan alam nyata walaupun penjelasan itu cuma sebagai perumpa-maan saja!

Sebab ada banyak hal yang tidak cukup bila hanya menggunakan symbol Matematika, untuk melengkapinya diperlukan kata-kata.

0 : 0= ?

Coba check kalkulator elektronik ataupun kalkulataur komputer yang kita punya, maka 0 : 0 = error, atau mungkin muncul kata “result of function is undefine”

Bahkan beberapa orang secara mantap menyebutnya 0 : 0 = infinite/ tak terbatas, benarkah?

Jawaban atau solusinya :

Sudah saya jelaskan semula bahwa hitungan Matematika diperlukan untuk membantu kita dalam kehidupan tetapi bukan untuk membingungkan kita!

Semua hal yang ada didunia secara real/ exist maupun buatan secara khayal bisa menggunakan hitungan Matematika sebagai alat bantu memecahkan masalah, namun tentu saja disesuaikan keperluannya dengan analisa Matematika yang sesuai dengan bidangnya, sebab bila salah penerapan, maka salah pula hasilnya.

Sekarang kita selesaikan masalah diatas dengan mengumpamakan dengan membagi buah apel di alam nyata!

ü      Saya punya 3 buah apel, saya bagikan 3 buah apel tersebut ke tiga orang yang bernama A, Bernama B, dan Bernama C, maka hitungan Bantu matematikanya adalah : 3 buah Apel : 3 Orang = Tak Tersisa Buat Saya. Dan setiap orang yang saya bagi mendapat satu buah Apel!

ü      Saya punya 2 buah apel, saya bagikan apel-apel tersebut ke dua orang yang bernama A, Bernama B, maka hitungan bantu matematikanya adalah : 2 buah Apel : 2 Orang = Tak Tersisa Buat Saya. Dan setiap orang yang saya bagi mendapat satu buah Apel!

ü      Saya punya 1 buah apel, saya bagikan 1 buah apel tersebut ke satu orang yang bernama A, maka hitungan bantu matematikanya adalah : 1 buah Apel:1 Orang = Tak Tersisa Buat Saya. Dan orang yang saya bagi mendapat satu buah Apel!.

Saya tidak punya buah apel, karena saya tidak punya Apel maka saya tidak membagikannya kesiapapun, maka hitungan bantu matematikanya adalah :

0 buah Apel : 0 Orang = tidak ada yang bisa dibagi. Sebab saya tidak punya apa-apa dan saya tidak membagikan apapun ke siapapun! Artinya 0 : 0 = 0, atau justru secara tegas bisa dikatakan “nol tidak bias dibagi dengan nol/ zero unable divided by zero”.

Mengapa kita bisa menyelesaikan masalah Matematika yang rumit itu dimana

kalkulator dan komputerpun belum bisa melakukannya?

Kini bisakah kita menyelesaikannya?

1+1 = 10

Jawabnya tidak bisa!

Mengapa?

Sebab ada “info lain” yang belum dimasukan, atau istilahnya “insufficient data”, data belum cukup!, harusnya ada tambahan, seperti :

1 unit setara dengan 5 sub unit, misalnya : 1 ufo memuat 5 alien, maka :

1+1 = 2

karena 1 unit sama dengan 5, maka :

1 (5) + 1 (5) = 2 (5)

5 + 5 = 10

Tetapi tetap tidak bisa 1+1=10, mengapa?

Sebab berupa barang bukan mahluk hidup, aturan penjumlahannya Adalah :

Unit + Unit = Total Unit

bukan Unit + Unit = Total sub Unit

Dan Anomali terjadi bila Hitungan diterapkan di mahluk hidup, missalnya :

1 babi Jantan + 1 babi betina = 8 Anak babi

Matematika tidak bisa di buat akal-akalan, matematika akal-akalan agar jadi

jelas harus ada “info tambahan sebagai pelengkapnya”.

Hingga tidak ada lagi tulisan masalah matematika seperti ini :

4+5 = 11

Sebab masalah matematika itu belum lengkap, dan perlu tambahan data, dan bila dijawab, maka “pasti” akan menimbulkan pertengkaran, sebab “kemungkinannya” lebih dari satu jawaban!

Pintarkah yang memberi soal matematika ini? jawabnya, tidak, tetapi tukang bikin bingung dan semaunya sendiri “iya”.

Nah karena kita manusia, bukan komputer yang hanya menggunakan hitung-an exact, kita bisa menggunakan alat bantu di alam nyata dan mengguna-kannya seolah-olah nyata di alam imajiner, dan kalkulator serta computer belum bisa menggunakan alat bantu itu!

Bisakah suatu saat? Tentu saja bisa bila teknologi kita sudah maju! fisika, quantum mechanic & nilai-nilai imajiner!

Dalam hitungan Fisika, ataupun Quantum Mechanic dan Ilmu-ilmu sejenis yang memerlukannya, kita akan menemukan hal yang berbeda dengan hitungan Matematika pada umumnya, mengapa berbeda?

Atom mempunyai 3 tahap muatan vibrasi energi yaitu :

  1. Electron, bermuatan negative dan diberi simbol ion Negative, ion nega-tive ini sangat powerful, karena dengan berpindahnya secara aktif ion negative ke ion positive lalu melompat lagi ke ion lainnya akan menimbul-kan vibrasi energi. Kata Electric berasal dari kata electron, hingga bahkan menjadi kata elec-tricity atau listrik dalam bahasa Indonesia kita. Electron ini mampu meng-hasilkan energi listrik yang bila kita bisa memanipulasinya sedemikian rupa. Energi listrik bisa kita dapatkan dari atom apapun dan sumber energi apapun :
    • Seperti memanfaatkan aliran air/ angin dan menggunakan turbin air/angin untuk menghasilkan vibrasi dan pergerakan electron yang akan menghasilkan energi listrik.
    • Seperti memanfaatkan ion electron atom Hydrogen disimpan dalam Batery Hyfrogen (Fuelcell) maka vibrasi dan pergerakan electron yang akan menghasilkan energi listrik.
    • Seperti memanfaatkan ion electron atom-atom lainnya yang dikenal maupun yang belum dikenal lainnya guna menghasilkan vibrasi dan pergerakan electron yang menghasilkan energi listrik.

  1. Proton, atau disebut juga dengan nama dengan Positron, artinya Positive Electron bermuatan positive dan diberi simbol ion Positive.

  1. Neutron, bermuatan netral (balance/ seimbang) dan disimbolkan dengan nilai 0, nilai balance ini berasal dari keharmonisan ion Elektron yang ber-muatan negative dengan ion proton yang bermuatan Positive.

Diumpamakan ion-ion tersebut bila dibesarkan sebesar bola kaki, maka ion muatan negative itu sebenarnya ada di alam nyata, jadi bukannya tidak ada seperti di hitungan Matematika, mengapa?

Karena hanya muatannya saja yang diberi simbol negative (elektron). Karena nilai ion Balance (netral) yang mempunyai simbol angka nol (0) ini maka sebenarnya muatan ion dengan nilai 0 (kosong) itu sebenarnya tidak kosong seperti dalam dunia matematika, karena nilai nol sebenarnya memuat ion negative dan ion positive yang saling harmoni menyeimbangkan!

Hingga dalam dunia fisika atau sejenisnya, 0 : 0 = memang hasilnya tidak terbatas dan tergantung kondisi yang ada!

Mengapa bisa begitu?

Sebab kita belum tahu berapa banyak sesungguhnya ion netral (0) yang ada didalam sekumpulan atom yang sedang dihitung muatannya tersebut!

Lalu bagaimana kita akan tahu hasilnya? Setelah diteliti berapa nilai muatan ionnya, maka kita bisa tahu hasilnya!

Misalnya mungkin saja nilai ion yang seimbang itu ternyata jumlah atom yang di awal memuat 8 ion harmoni netral dan atom yang kedua memuat 2 ion harmoni netral, maka bisa dilihat 8 ion : 2 ion = 4 ion netral yang harmoni. Dan nilai minus, menunjukkan muatan ion electron, misalnya –8, maka atom tersebut mempunyai muatan ion negative 8.

Jadi solusi dan kesimpulannya!

Ternyata kalkulasi Matematika digunakan untuk banyak tujuan salah satunya Matematika ekonomi, Matematika Fisika, dan Matematika untuk masalah lainnya yang belum saya sebutkan.

0 : 0 = 0, dalam hitungan Matematika Aritmatika Umum, dan jangan diguna-kan untuk hitungan untuk Matematika Fisika.

0 : 0 =∞, infinite, sesuai dengan kondisi yang ada, dan ingat ini dalam hitungan Fisika, Quantum Mechanic dan Ilmu lain sejenisnya tetapi tidak digunakan untuk hitungan Aritmatika Umum!

Real mana manusia dengan Tuhan?

Manusia adalah nyata (ada/ real/ exist) maka kita harus saling membantu sesama manusia (care to others), utamakan hak asasi manusia, utamakan persamaan derajat pria dan wanita (Gender Equality).

Junjung tinggi hukum manusia agar kita tidak melanggar hak-hak kemanu-siaan individu manusia lainnya dan itulah gunanya hukum yang sesuai dengan jamannya!

“Tujuan Hidup adalah bertahan Hidup, oleh karena itu,

kita bantu orang lain juga agar bisa bertahan hidup”

Tuhan dalam ilmu pengetahuan?

Di ilmu pengetahuan Tuhan adalah belum bisa dibuktikan ada atau tidak, bahkan science cenderung mengabaikan dan bisa disebut imajiner.

Mengapa?

Bila kita mengutamakan Tuhan yang belum tentu ada atau Imajiner, maka kita cenderung (akan selalu) mementingkan Kepentingan Kita sendiri atas nama Tuhan! Dan tidak peduli dengan manusia (yang jelas-jelas ada/ real) dan pasti mereka pengikut yang percaya Tuhan akan cenderung menjadi pelanggar nilai-nilai hak asasi manusia, oleh karena itu sebaiknya “Tuhan tidak ada”, agar nama Tuhan tidak dimanfaatkan.

Seperti memanfaatkan Tuhan untuk :

Membuat Agama Baru ataupun Meneruskan agama yang ada dengan mengatakan kepada manusia lainnya sebagai Penerus Nabi sebelumnya (Nabi sebelumnya? Apakah ada?) dan menciptakan perpecahan baru yang akan menimbulkan banyak pertumpahan darah di masa sekarang maupun di masa depan! Persis seperti yang pernah dilakukan oleh agama-agama yang sebelum-nya, begitu banyak pertumpahan darah yang disebabkan oleh agama dari dulu hingga sekarang, lalu mau nambah lagi?

Padahal orang-orang dulu yang mengaku sebagai nabi sebenarnya “mung-kin” cuma “bertahan hidup” dengan caranya sendiri di masa itu, bertahan hidup dari kekuasaan raja yang absolut dan semena-mena pada rakyat. Nah untuk menakuti raja yang demikian, maka diciptakanlah oleh manusia kekuatan lain yang keberadaannya tidak jelas ada atau tidak, yaitu Tuhan! Yang akhirnya Tuhan tadi kegunaannya untuk memanipulasi diri sendiri maupun orang lain, seperti :

v Membenarkan dirinya sendiri atas segala perbuatan jahatnya yang melang-gar hukum demi kebaikan atas nama Tuhan dan agamanya selama itu untuk kepentingan Tuhan dan agamanya, apapun halal! Terutama digunakan untuk memfitnah orang-orang yang menghalangi jalannya, yang tidak percaya pada Tuhan dan tidak menyembah Tuhannya, maka mereka halal dibunuh!

Ada banyak Tuhan di masa lalu seperti Zeus, Odin, Sheeva, Brahma, Marduk, Neptunes & mungkin ribuan atau jutaan Tuhan lagi yang namanya tidak dikenal di zaman ini.

v Mengutamakan Agama dan Tuhan daripada kemanusiaan, hingga sangat umum ada pepatah dikalangan para agamis, yaitu “Kau boleh merendah-kanku, boleh merendahkan orang tuaku, tetapi jangan pernah merendah-kan agama dan Tuhanku, karena itu aku akan membunuhmu!”

v     Sangat bertolak belakang dengan penjunjung tinggi hak asasi manusia yang cenderung punya pepatah “kau boleh merendahkanku, tetapi jangan pernah merendahkan orang tuaku, jangan pernah merendahkan ibuku, jangan pernah merendahkan Ayahku, karena itu aku akan menuntutmu secara hukum!”

v Menyalahkan orang lain dan mengalahkannya dengan memanfaatkan massa pengikutnya untuk membunuh orang yang tidak sependapat dengannya, dengan mengatakan orang-orang tersebut adalah musuh Tuhan, musuh agama dan penganut setan, maka halal untuk dibunuh dan siapa yang berhasil membunuh orang-orang tersebut akan mendapatkan surga!


v Kalah Pintar lalu agar tidak terlihat bodoh akan mengatakan “memang begitulah Tuhan menciptakan” atau membalik pernyataan orang yang cerdas tadi dengan pertanyaan, sebab dia sendiri tidak faham lalu agar tidak ketahuan bahwa dia bodoh, maka dia menggunakan trik tersebut lalu merasa menang dan merasa berhasil mengalahkan lawannya yang lebih pintar tadi. Kemenangan semu, tetapi begitulah sifat kebanyakan orang agamis/theist

Mencari kambing Hitam dan Selalu menunjukkan dirinya tidak bersalah, selalu bersih dengan berdalih setan yang dikutuk Tuhan-lah pelakunya atau sikap Munafik, dan sikap tersebut tercermin dalam perilaku mereka seperti :

v     Saya mau, tetapi saya tidak mau orang lain melihat saya, karena saya orang yang bersih menurut agama, tetapi bila ketahuan alasannya saya melakukannya karena setan yang membisikiku, saya tidak sadar dan saya tidak bersalah.

v     Saya membunuh karena setan yang membisikiku, saya tidak sadar dan saya tidak bersalah.

v     Saya memperkosa karena setan yang membisikiku, saya tidak sadar dan saya tidak bersalah.

v     Saya menipu karena setan yang membisikiku, saya tidak sadar dan saya tidak bersalah.

v     Saya korupsi dan menerima suap karena setan yang membisikiku, saya tidak sadar dan saya tidak bersalah, sedangkan korupsi dan menerima suap tidak ada dalam larangan agama, haaalaaal.

v     Saya menjual narkoba (drugs) karena karena setan yang membisikiku, saya tidak sadar dan saya tidak bersalah, sedangkan jualan narkoba tidak ada dalam larangan agama, haaalaal.

v     Saya merampok dan merampas harta orang lain yang bukan milik sendiri karena setan yang membisikiku, saya tidak sadar dan saya tidak bersalah.

v     Saya memfitnah dan iri dengki dengan kecerdasannya karena setan yang membisikiku, saya tidak sadar dan saya tidak bersalah.

v     Saya mengklaim hasil kerja orang lain karena setan yang membisikiku, saya tidak sadar dan saya tidak bersalah.

v     Saya merasa difitnah orang, maka saya bunuh dia, dan saya merasa benar,  sebab fitnah lebih kejam dari pembunuhan, maka balasan yang tepat adalah dengan membunuhnya, karena itu ajaran aliran agama saya.

v     Saya mendiskriminasi orang tersebut karena agamanya beda atau tidak beragama, maka gajinya saya kurangi, tidak sebanyak dengan yang se-agama seperti agama saya, walaupun kerjanya dia lebih bagus dan lebih berat. Tetapi karena tidak sefaham dengan saya, maka tentu saja saya bisa ber-buat semaunya pada dia, sebab bagi agama dan Tuhan saya, dia termasuk orang yang masuk neraka, jadi percuma juga dibantu!

v     Saya banyak melakukan banyak kejahatan dan melanggar hukum lainnya karena setan yang membisikiku, saya tidak sadar dan saya tidak bersalah.

v     Saya kalah hebat, saya kalah kuat, saya kalah kaya, saya kalah cerdas, saya kalah terampil, ijasah saya kalah tinggi, dan saya kalah segalanya oleh orang itu yang disana! Maka kufitnah dia dan kuhasut warga bahwa dia melakukan pemujaan dan berkawan dengan setan hingga orang yang disana itu jadi berhasil, maka dengan suka rela warga akan membunuh sainganku tersebut tanpa aku bersusah payah, nikmatnya memanfaatkan nama Tuhan! Terima kasih Tuhan!

Menyalahkan diri sendiri karena merasa kurang beribadah pada Tuhan!


Begitu banyak bencana transportasi yang terjadi di suatu Negara … lalu para pemuka agamis bilang “kita harus kembali pada Tuhan, ini hukuman Tuhan”, Tuhan menghukum? He he he.

Padahal itu menunjukkan betapa bodohnya rakyat suatu negara dan pemerintahannya, hingga negara tersebut hingga mampunya cuma bisa membeli barang bekas yang telah digunakan berpuluh-puluh tahun dari negara lain seperti pesawat udara, kapal laut, kereta dan alat-alat angkutan umum lainnya.


Sudah saatnya negara, pemerintahan dan rakyat negara tersebut mulai memproduksi sendiri alat-alat transportasi dari yang termudah dulu seperti sepeda Roda dua, Sepeda motor lalu ke hal yang lebih besar lainnya, dengan menirunya (copy – molding, reverse engineering) dulu, agar tidak terkena hak cipta karena meniru design misalnya, maka diubah (redesign) agar tidak terlalu mirip tetapi dengan fungsi yang sama.

Begitu banyak bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gunung meletus, gempa bumi, tsunami dan bencana-bencana alam lainnya … Lalu para pemu-ka agamis bilang “kita harus kembali pada Tuhan, ini hukuman Tuhan”, Tuhan menghukum? He he he.

Padahal itu menunjukkan betapa bodohnya warga negara tersebut, karena tidak tahu bahwa kita tinggal di daerah tropis yang memang rawan Tsunami karena kita negara kepulauan dimana lebih banyak lautnya.


Ada beberapa negara yang memang tinggal didaerah barisan pertemuan 3 lempeng gempa tektonik (tanah) yang membuat negara tersebut sering gempa.


Ada beberapa negara yang memang tinggal didaerah barisan gunung Volcano yang paling active didunia hingga tidak heran banyak gunung meletus.


Beberapa warga negara yang kaya akan hutannya, lalu mereka terlalu banyak menjual pohon-pohon dan menebang hutan untuk kepentingan perumahan, kertas, export dan hal-hal lainnya, pengaturan irigasi kota dan desa yang buruk, tidak memanage agar sungai-sungai dikeruk dan diper-dalam, membuang sampah sembarangan ke sungai. Maka secara cepat atau lambat akan membuat tanah longsor, banjir dan penyakit atau karena Pemanasan Global, maka permukaan laut naik sebab es di kedua kutub bumi mencair hingga banyak pulau kecil tenggelam dan pulau besar mulai menciut.

Memegang teguh pepatah “Tuhan tidak akan memberi cobaan kepada kita bila kita tidak akan kuat menahannya.

”Tuhan memberi cobaan? Darimana kita tahu kita kuat jika kita sudah mati? atau hal “manusia tidak bisa ketemu Tuhan saat hidup dan saat matipun sebab kita hanya manusia” lalu dimana letak “Maha Kuasa (Omnipotent)”- nya Tuhan?

Menjadikan Ketuhanan dan agama menjadi yang paling utama dalam kehidupan bernegara, hingga negara tersebut lebih banyak kekacauan karena agama, rakyat dan pemerintahannya cenderung meninggalkan teknologi karena percaya kekuatan Tuhan, hingga negaranya menjadi cenderung terbelakang dan tidak berkembang, hingga cenderung menjadi negara yang miskin dan banyak peperangan karena agama.

Maka sudah saatnya menggeser Ketuhanan dan keagamaan dihilangkan dalam urusan negara dan diserahkan sepenuhnya pada rakyatnya, hingga negara tidak lagi mengurusi hal-hal yang sebenarnya urusan pribadi dari-pada urusan negara. Hingga negara mulai fokus pada seni yang kuat yang menjadi ciri khas negara tersebut, bisnis seni dan pariwisata yang bagus, maka tanpa teknolo-gipun orang akan berdatangan, tetapi bila mulai merintis teknologi secara basic dulu lalu perlahan yang canggih juga OK, kalau sudah lebih pintar bisa melakukan research di bidang teknologi atau apapun, maka cepat atau lambat negara dan rakyatnya akan pintar dan makmur.

merasa tidak diterima Tuhan, merasa tidak akan mendapat surga dan merasa pasti bakalan masuk neraka.


Awalnya melakukan perbuatan kecil yang merasa di laknat agama seperti onani, masturbasi, mengintip dan hal-hal kecil lainnya yang sebenarnya tidak melanggar hukum.

Tetapi dianggap sudah melakukan dosa dalam agama dan hina dimata Tuhan, maka akan muncul pola fikir :


“daripada melakukan hal-hal kecil tetapi berdosa dan akhirnya juga masuk neraka, maka lebih baik melakukan kejahatan besar sekalian, toh sama-sama dosanya dan sama-sama masuk nerakanya”

Akhirnya kejahatan melanggar hukum yang dilakukannya semakin lama semakin meningkat levelnya, dan karena merasa sudah tidak ada turning point (titik balik) untuk menjadi baik versi agama, maka orang ini akan se-makin kejam dan kejam saja!


Contoh :


Seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan pasangan cowoknya diluar pernikahan resmi yang disahkan agama. Maka merasa bersalah, apalagi kemudian hamil, maka dirinya akan malu!

Sangat malu, sebab agama melarang perbuatan ini, dan anak yang lahir akan dianggap sebagai anak haram!. Padahal orang-orang mengenal cewek ini sebagai cewek yang taat beragama, lalu kenapa sampai hamil?


Maka muncul dikepalanya si cewek tadi, bagaimana cara dan usaha untuk menggugurkan kandungan, agar orang tidak tahu kalau dia hamil.

Akhirnya, dia mencari dan menemui ahli pengguguran kandungan, entah dokter, entah suster, entah tenaga medis lainnya yang dianggap bisa meng-gugurkan kandungan.

Usahanya berhasil, anak yang masih dalam kandungan dengan usia bebe-rapa minggu atau bulan itu berhasil digugurkan untuk menyelamatkan “harga dirinya” dari malu agama yang akan terjadi!

Namun bila ternyata cewek tersebut dan pasangannya tidak punya uang untuk baya pengguguran. Akhirnya si cewek ditinggalkan cowoknya yang ketakutan karena malu akan dicemooh oleh-oleh orang-orang beragama nantinya. Dan tinggalah si cewek yang merana menghadapinya sendiri dengan fikiran kalut. Sedang dia jauh dari orang tuanya. Akhirnya si anak lahir dan karena merasa malu akan dicemooh oleh orang-orang beragama dan anak yang lahir ini adalah anak haram tak layak untuk hidup. Maka dibunuhlah anak yang baru lahir itu, lalu disembunyikan agar orang tidak tahu, maka dirinya akan selamat dari cemoohan orang beragama dan dirinya akan tetap bersih dimata mereka.


Maka kini kita lihat dari sisi kemanusiaan :


Seks selama dilakukan senang sama senang tidak ada paksaan didalam-nya dan yang melakukannya sudah dewasa, adalah perbuatan manusia yang tidak melanggar hukum.


Nafsu Seks tidak untuk dihilangkan, tetapi dikendalikan, sebab tanpa nafsu Seks dan alat kelamin, manusia tidak akan tertarik dan tidak bisa untuk membuat keturunan.


Berapa banyak dan berapa kali pornography baik berupa gambar maupun video yang mampu mencegah terjadinya pemerkosaan?


Sebab tanpa melihat gambar dan video pornopun, seorang remaja yang sudah matang secara seksual akan menjadi penuh kantong spermanya (bila pria) pada saat tertentu, nah kebanyakan pemerkosaan disebabkan oleh para pria.



Pria ini akan menggagalkan pemerkosaan yang akan dilakukannya bila dia telah melihat gambar dan video porno hingga solo Seks (onani), hingga nafsunya telah teredam sebelum turun ke jalanan dan mencari mangsa wanita yang sedang sial untuk diperkosa karena nafsu Seks yang tidak tersalurkan lewat gambar dan video porno?!


Apa hukuman bagi pemerkosa?


Hukuman mati? hukuman mati tidak sesuai dengan Hak Asasi Manusia. Dan hukuman mati membawa masalah baru, sebab si pemerkosa pasti akan membunuh korbannya sebab tidak ingin ketahuan dan akhirnya malah dirinya dihukum mati.

Dan tentu saja si orang tua yang kehilangan anaknya pasti berfikir :


“lebih baik anak saya hidup walaupun telah diperkosa, sebab dengan dibawa ke area baru lagi. Orang lain pun tidak bakalan tahu dia telah diperkosa, yang penting dia masih hidup dan bisa kami peluk sampai saat ini daripada mati karena dibunuh dan mati sia-sia oleh pemerkosa yang ingin menghilangkan jejak!”


Makan dan minumpun bila tanpa nafsu, maka semua makanan menjadi tidak enak. Bekerja tanpa nafsu ambisi (cita-cita) untuk maju, berkompetisi dan berprestasi secara fair juga menjadi malas!


Nafsu tidak untuk dihilangkan, tetapi perlu di-manage, sebab nafsu itulah yang membuat kehidupan menjadi lebih indah dan menyenangkan! Melakukan Seks sendiri (solo Seks ) seperti Onani, masturbasi, memakai alat vibrator tidak melanggar hukum dan baik untuk mental dan kesehatan, daripada ke tempat pelacuran atau memperkosa!


Bila berpacaran dan belum siap untuk punya keturunan, ada baiknya secara cerdas memakai alat kontrasepsi (birth control) seperti kondom, pil dan sejenisnya. Hal ini diperlukan agar si wanita tidak hamil, bila hamil dan belum siap, maka akan membawa ke salah satu perbuatan melanggar hukum, yaitu mengugurkan kandungan. Cerdas dan Siaplah dalam berhubungan seksual! Dan juga hamil saat masih muda, mengakibatkan sedikit atau banyak akan merusak cita-cita, dan membuat masa depan menjadi lebih berat.


Hubungan sesama jenis tidak bisa disalahkan bila atas dasar suka sama suka, dan hubungan seperti ini tidak melanggar hukum, sebab secara genetic, yaitu gen-gen pembawa sifat dan fisik mungkin telah termutasi. Hingga bisanya suka (horny) dan nafsu hanya kepada sesama jenis bukan lain jenis!

Tetapi memang bila terlalu banyak yang suka dengan sesama jenis, maka populasi manusia akan turun, dan ini akan membahayakan populasi manusia itu sendiri, paling tidak pasangan yang sesama jenis tidak bisa membuat keturunan, kecuali bila teknologi cloning secara biologi atau secara fisika sudah bisa dilakukan, maka hal tersebut tidak jadi masalah.


Bila melihat dari sisi Tuhan, kenapa para homoseksual yang sudah dicipta-kan Tuhan, lalu Tuhan yang plin-plan ini menghancurkan mereka? seperti di cerita Sodom dan Gomora?, bahkan mengutuk perbuatan mereka, apa waktu mencipta Tuhan tidak memikirkannya lebih jauh?

Lalu bicara tentang pelacuran. Pelacuran muncul karena diperlukan bagi orang yang kurang puas dengan kebutuhan seks yang didapat dari pasangannya. Dan dengan adanya pelacuran ini, maka bisa terhindarkan adanya pemerkosaan!

Atau justru pelacuran digunakan untuk mengendalikan dan memperlambat populasi penyakit kelamin dan penyakit kotor lainnya disatu tempat sebab bila tidak ada tempat khusus (lokasisasi) pelacuran, maka penyakit bisa menyebar tanpa kontrol ke masyarakat luas dan sulit untuk dikontrol dan dikendalikan untuk penyembuhannya!

“Tujuan hidup adalah bertahan hidup,

dan bantu orang lain juga untuk bertahan hidup”

Maka walaupun hamil, tidak apa-apa, lindungi calon anak yang ada dalam tubuh sampai lahir dan pelihara sampai besar.


Tidak perlu merasa malu hamil diluar nikah, hamil diluar nikah tidak me-langgar hukum! yang melanggar hukum adalah membuang anak yang dilahirkan, apalagi membunuhnya!


Karena merasa malu dan merasa akan dicemooh oleh orang sekitar, maka ada baiknya mencari tempat baru yang lain. Tempat baru masih luas, daripada akhirnya melakukan kejahatan dan melanggar hukum, pilihan ini adalah yang terbaik. Bila ditanya, itu anak siapa, jawab saja anak suami saya.


Dan bila ada yang masih terus bertanya, suaminya mana, jawab saja sudah menceraikan saya, sebab saya kawin siri (dalam versi islam).

Kawin siri adalah nikah tanpa bukti surat-surat, maka masalah kita selesai tanpa melakukan kejahatan dengan membunuh anak, atau bahkan meng-gugur kan kandungan anak yang dikandung tersebut, sebab itu melanggar hukum!


Yang harus jadi pegangan adalah, hal-hal yang dianggap sangat hina oleh agama belum tentu disebut perbuatan melanggar hukum!

Orang Humanitarian, Atheist & Agnostic adalah orang yang patuh pada hukum negara yang pro Hak Asasi Manusia!




^^

Membisniskan agama & menjadi peminta-minta atas nama agama.


Banyak hal yang dilakukan oleh para agamis berdalih untuk melakukan tindakan ini, dan merasa benar karena begitulah yang dikatakan oleh Tuhan dan nabi mereka, seperti :

Para fakir miskin ajaran agama tertentu punya hak minimal 2,5% dari harta si Kaya hingga di hari-hari keagamaan tertentu mereka berbondong, bahkan menghadang si Kaya karena merasa punya hak kekayaan atas si Kaya, bila tidak diberi oleh si kaya, maka mungkin saja terjadi tindakan perampasan dengan berdalih “didalam kekayaannya ada hak kami!”

Benarkah?

Tentu saja tidak, si kaya bisa kaya karena berusaha sendiri, mau minta ambil sebagian kekayaannya? Bekerja dengan dirinya, menjadi pegawainya, maka kita akan mendapat-kannya!, itupun kalau kita berkualitas dan diterima, kalau tidak?


Apakah kita akan mencuri? Merampok? bahkan membunuh bila “meng-anggap” bagian yang “seharusnya” milik kita, menurut versi agama tidak diberikan oleh orang kaya tersebut?


Selalu saja para agamis berbenturan dengan hukum manusia!, ingat kita harus patuh pada hukum manusia yang berdasarkan pada kemanusiaan, bukan hukum yang dibuat oleh para agamis dan Tuhan yang diutamakan, tetapi hukum manusia! HUKUM MANUSIA!

Para pengurus agama mengumpulkan dana dari orang lain untuk mendiri-kan rumah ibadat, coba berfikir jernih, yang meminta dana terkadang menggunakan mobil untuk meminta dana dari masyarakat agamis yang sudah miskin.

Lalu mengapa dananya dipakai untuk membangun rumah ibadah yang lebih megah dari rumah-rumah disekitarnya?

Mengapa dana yang terkumpul tidak difokuskan untuk membangun daerahnya, mengentaskan kemiskinan?

Benarkah dana yang terkumpul tidak dibuat untuk hal yang lain lagi?


Beberapa agama bahkan mewariskan “kebiasaan” tidak mandiri ini dengan mengemis, salah satu caranya dengan memanipulasi kata-kata akan mendapatkan surga, hingga si pengikut agamis “seperti” orang bodoh berlomba-lomba menghabiskan duitnya, benarkah surga bisa dibeli dengan uang?


Pengikut beberapa aliran agamis turun dari tempat peribadatannya dengan berkala untuk meminta uang ataupun sumbangan yang lainnya untuk makan. Demikian juga beberapa pengurus & tokoh agama lainnya “makan” dari uang haram dengan menjual “agama” mereka apapun alasannya.


Dimana seharusnya para pengurus agama-agama yang ada ini “mandiri dan punya usaha sendiri” hingga memberikan income ekonomi bagi pengikutnya, bukan malah sebaliknya! kenapa tidak meminta dari Tuhannya langsung, hingga tidak perlu mencari dana?


Menciptakan kebiasaan bagi negaranya, areanya untuk “pilgrimage” atau “berjiarah ke area tertentu atas nama agamanya dan alirannya”, agar uang mengalir ke negara (wilayah) mereka tanpa susah payah, Negara yang ahli di bidang ini dan patut diacungi jempol adalah Arab. Dan negara mana yang menghabiskan duitnya karena warganya “bodoh” dan “pemerintahannya yang bodoh?”, dimana seharusnya uang yang banyak itu mampu untuk membangun negaranya sendiri malah dibuang ke negara orang lain?, negara manakah itu? Apakah negara kita salah satunya? Mengapa Arab menjadi kaya?

Karena uang beberapa negara yang berhasil dibodohi dan menjadi peng-ikut aliran dan kepercayaannya mengalir kesana adalah jawabannya, sampai kapan kita mau dibodohi?


Mengapa begitu?


it’s about survival, tidak bisa melakukan hal yang lain, bisanya agama dan membohongi orang dengan agamanya, maka disitu-lah dia hanya bisa hidup.


Carilah skill lain selain agama, agar kita fokus dan menghabiskan energi kita untuk skill, kreasi, inovasi dan memperbaiki negara bukannya meng-habiskan energi dan waktu dengan “berdebat masalah agama”, pantas orang kita bodoh!


Bermimpi mendapat surga pada setiap perbuatan baik dan tidak baik yang dilakukannya.


Boleh membunuh, boleh menghasut, boleh korupsi, dan membolehkan semua perbuatan yang merugikan orang lainnya selama untuk agama, demi mendapatkan surga dan untukmu Tuhan! Pola fikir yang sakit bukan?


Bila tidak mampu menjalani kehidupan karena banyak faktor, factor ekonomi misalnya, maka daripada hidup susah karena cobaan Tuhan, yang katanya Tuhan tidak akan memberi cobaan kepada kita bila kita tidak akan kuat menahannya.


Maka otak agamisnya yang keplintir tadi dengan jeniusnya akan mencari jalan ke surga dengan cara lain seperti :


ü      Membunuh anak-anaknya, karena kuatir akan tidak bisa makan dan masa depannya buruk, maka mengirim mereka ke surga yang belum tentu ada dan dianggapnya adalah tempat yang lebih baik, adalah pilihan tepat.

ü      Membunuh istrinya/ suaminya, agar juga tidak mengalami penderitaan yang berkepanjangan dan mengirim mereka ke surga yang belum tentu ada dan dianggapnya adalah tempat yang lebih baik.

ü      Membunuh dirinya sendiri, dan tidak merasa bersalah! Mengapa tidak bersalah? Sebab dia telah berbuat baik membunuh anak-anaknya serta istri/ suami nya untuk dikirim ke surga, maka karena berbuat baik itulah dia layak juga mendapat surga.

ü      Membalas kebaikan Ibu/ Bapaknya karena tidak bisa memberi kehidupan yang layak selama didunia, maka dengan jenius berfikir, kenapa tidak memberi yang lebih baik, yaitu surga! Maka dibunuhnyalah Bapak/ Ibunya agar bisa masuk surga sebagai balasan kebaikan mereka dan setelah membunuh bahkan merasa lega dan merasa tidak bersalah karena telah berbuat baik dengan memberi surga kepada orang tuanya!



Kekerasan dalam rumah tangga karena nama Tuhan dan versi melurus-kan kejalan Tuhan.


  1. Pria adalah pemimpin wanita, hingga dari pendapat itu lahirlah pola fakir :


“apa yang dikatakan pria harus dituruti”

Sebab bila tidak, si istri (wanita) akan masuk neraka karena begitulah wahyu Tuhan mengatakan, maka dalam rumah tangga saat si wanita punya pendapat dan jalan sendiri dalam mengatasi masalah, maka dianggap sebagai pembangkangan dan dianggap sebagai awal mula kejahatan dan sudah melanggar hukum dalam agama, maka si pria dengan angkuhnya bilang :


“kau tidak menuruti kata-kataku, kau tidak bisa diatur! Nerakalah tempatmu!”.

Maka dalam pola fikir seperti itu lahir pola fikir lain yaitu “boleh mengguna-kan kekerasan untuk mengatur para wanita!. Agar jadi wanita solehah, mawadah dan warohmah” dan dari kekerasan ringan hingga kekerasan sangat berat bahkan membunuhpun dihalalkan asal bisa mengatur wanita kejalan yang benar sesuai versi pola fikir pria, pola fikir agama dan pola fikir Tuhan!



Dan bila pola fikir ini menguasai suatu pemerintahan, maka error-lah satu pemerintahan tadi, rakyatnya tidak terlindungi dari hukum Tuhan yang jahat ini.

“Wanita itu seperti tulang yang bengkok”,


Selalu membangkang dan tidak bisa diluruskan!, begitu kata orang agamis aliran tertentu. Bagaimana kalau “agama itu seperti motor Type dan merk Scooter tertentu yang desainnya berat sebelah, setelah menaikinya, punggung akan menjadi bengkok seiring waktu dan tetap dirasa lurus-lurus saja”, setelah itu dia naik motor yang biasa, dan merasa motor biasa tersebut tidak lurus?


  1. Anak-anak harus berbakti dan menuruti pada orang tua, maka tidak jarang karena anaknya membantah (mendebat) sedikit saja apalagi sering, maka dianggap sebagai pembangkangan dan dianggap sebagai awal mula kejahatan dan sudah melanggar hukum dalam agama.


Atau memang secara genetik anak tersebut cerdas, hyperactive, terjadi evolusi pemikiran diotaknya karena generasi baru yang lebih cerdas dan sebab-sebab lain membuat anak tersebut akhirnya dianggap nakal tidak menurut dan tidak berbakti oleh orang tuanya.


Maka akan lahir pola fikir :


“Saya harus mendidik anakku menjadi anak yang berbakti, penurut dan patuh pada orang tua dan agama”.

Hingga dengan pola fikir ini lahir kekerasan tingkat kecil, tingkat berat sampai orang tua tega membunuh anaknya demi meluruskan si anak ke jalan yang benar menurut versi Tuhan dan agama!


Para agamis dan para orang yang percaya mengatakan bahwa Tuhan tidak peduli dengan hukum buatan manusia dan lebih menjunjung tinggi aturan agama dengan alasan aturan Tuhan diatas segala hukum buatan manusia.


Walaupun sebenarnya aturan itu melanggar hak asasi manusia, dan selama ini orang yang beragama lain, penyembah Tuhan lain serta wanitalah yang menjadi korban aturan agama dari Tuhan versi para pria ini!


Kenyataan : Berdebat bukanlah pembangkangan ataupun kejahatan tingkat kecil, tetapi diskusi mencari solusi yang terbaik, ada banyak orang yang menganggap berdebat adalah hal yang buruk.


Memang buruk kalau hanya berdebat tanpa mencari solusinya, akan menjadi baik bila mencari solusi dan melakukan solusi itu menjadi jalan keluar yang nyata bagi yang berdebat, tanpa merasa dirugikan oleh satu pihak dengan pihak lainnya!


Dan bila memang ada Tuhan maka tidak bakal terjadi kejahatan, kekeras-an, pemaksaan kehendak, pemerkosaan, tidak ada penyakit, tidak ada anak lahir cacat, tidak ada kecelakaan dan segala perbuatan yang me-rugikan satu orang kepada orang lainnya?


Mengapa begitu?


Sebab Tuhan akan menghentikan perbuatan itu segera dengan badan pelakunya tidak bisa bergerak misalnya! Tetapi dengan teknologi, maka di masa depan hal ini akan terjadi, dan bukan Tuhan yang melakukannya tetapi teknologi!


Dan juga juga tidak bakalan terjadi bencana alam?


Mengapa?


Sebab Tuhan tidak bakalan mencelakakan ciptaannya sendiri, sebab dia maha Pengasih dan Maha Penyayang!

Manusia adalah nyata (real) sesuatu yang real dan cerdas bisa mencipta-kan hal-hal imajiner (fantasy/ kreasi/ hayalan)! Dan hal-hal imajiner bisa terwujud/ tercipta oleh manusia dengan meng-gunakan kecerdasannya seperti :


ü Komputer? Dulunya tidak ada, menjadi ada diciptakan oleh manusia!

ü Mobilephone/ Cellphone? Dulunya tidak ada, menjadi ada diciptakan oleh manusia!

ü Pesawat terbang? Dulunya tidak ada, bahkan membodoh-bodohkan penemunya, mana ada metal yang berat bisa terbang? Kenyataannya? menjadi ada diciptakan oleh manusia!!

ü Stasiun Ruang Angkasa? Dulunya tidak ada, menjadi ada diciptakan oleh manusia!

ü Internet? Dulunya tidak ada, menjadi ada diciptakan oleh manusia!

ü UFO? Sekarang buatan kita belum ada, tetapi akan menjadi ada bila kita berusaha menciptakannya, hingga menjadi ada!

ü Superhero? Dulunya tidak ada, menjadi ada secara imajiner diciptakan oleh manusia!

ü Tuhan? Dulunya mungkin saja salah persepsi, yang sebenarnya mahluk yang sudah terevolusi lebih dulu dari kita, lalu terjadi pergeseran nilai kata hingga menjadi sekarang ini, dan mungkin saja imajiner diciptakan oleh manu-sia!


Atau bisa saja seperti cerita Superhero dmasa kini, jadi itu cuma cerita, lalu generasi berikutnya secara perlahan, mulai percaya cerita itu adalah sungguhan.


Baiklah, kembali ke pernyataan di berbagai kitab suci berikut :


“Tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan”


Hingga akan muncul pertanyaan berikut, karena ini dunia nyata :


“Bila tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan,

kenapa tidak dibuat baik aja setan atau iblis itu?”

atau …


“Kenapa tidak Tuhan saja yang melawan setan/ iblis, kan tinggal di hancur-kan saja oleh Tuhan, dan bukannya kita yang berperang melawan para setan/ para iblis itu?”


Jawaban yang paling mungkin dari pertanyaan itu dan dijawab oleh orang theist atau agamis adalah :


“Bila tidak begitu, maka dunia tidak rame, biar tidak boring”


Tetapi bukankah surga menjadi “boring?” karena tidak rame? Dan juga menurunkan kualitas surga tadi yang serba wah, gampang, dan tidak ada tantangan menjadi “neraka” versi baru?


Dan bila diteruskan lagi, bila Tuhan mau, setan bisa jadi baik atau buruk itu terserah Tuhan, kalau maunya Tuhan begitu ya biarin aja, lalu apa bedanya ada Tuhan atau tidak?


Sesuatu yang tidak bisa didefinisikan ada tiga kemungkinan yaitu :


  1. Tidak pernah ada.
  2. Kita yang belum tahu.
  3. Kita yang sok tahu.


Diperlukankah Tuhan?

Maaf mengecewakan, tidak diperlukan!


Dan ada yang lebih ekstrim lagi,


“bila kita tidak memerlukan Tuhan, maka otomatis Tuhan tidak ada”,


Itu kembali ke Anda masing-masing untuk men-jawabnya (^_^).


Apakah Agama dan Tuhan membawa damai?


Tidak akan pernah, hanya akan menimbulkan perang dan kebencian, baik di masa lalu maupun di masa depan!


Bukankah perang tidak hanya ditimbulkan oleh agama dan Tuhan?


Benar, tetapi minimal kita sudah menghilangkan salah satu faktor utama penyebab perang dan kebencian yaitu agama dan Tuhan, maka masa depan manusia akan lebih baik dan akan fokus kepada hal lain.


Tetapi penulis juga tidak bilang bahwa agama tidak diperlukan, tetap diperlu-kan tetapi diminimalkan sebagai perbandingan dan pembeda, bahwa bila tidak ada yang buruk maka kita tidak akan mengenal yang baik.


Tetapi di suatu masa hal-hal yang baik juga akan dianggap tidak baik, atau yang tidak baik dianggap menjadi baik, tergantung pola fikir dan persepsi generasi di masa tersebut.


Baiklah … kita akan bermain kata-kata logic, seperti Tuhan adalah maha kuasa, sedangkan manusia tidak bisa bertemu dengan Tuhan secara lang-sung, maka Tuhan sama dengan TIDAK maha kuasa.


Loh mengapa?


ya karena Tuhan tidak mampu mengatur dan mencari cara agar manusia bisa bertemu Tuhan! makanya Tuhan tidak maha kuasa! katanya Tuhan maha kuasa? kok tidak mampu?


“Bila Tuhan bukan hanya imajinasi manusia dan real, Tuhan bisa menghentikan semua pertikaian agama yang ada, menghentikan semua kejahatan, yang katanya dari Tuhan dengan cara menunjukkan dirinya sendiri, maka semua yang bertikai dan pertumpahan darah yang sia-sia atas nama Tuhan dan agama pasti berhenti, sebab mereka telah melihat dengan bukti bahwa Tuhan yang benar itu adalah dia dan juga membuktikan bahwa Tuhan itu ada”.

Sumber

Kapurwakan

3 Tanggapan to “Manusia, TUHAN dan AGAMA-nya”

  1. Tulisan yang bagus sekali. Mohon ijin untuk mengutip, Terima kasih.

    Terimakasih. Silahkan, semoga bermanfaat & menginspirasi. Salam. «Red»

  2. ini tulisan pengen menyesatkan Manusia ya?

  3. doelrembang Says:

    hebat sekali anda! semoga anda tambah sehat!
    Apakah anda benar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: