Zuan Falun

Di Amerika ada seseorang yang berspesialisasi study elektronik, mengajar orang menggunakan lie detector (alat penguji kebohongan). Suatu hari sekonyongkonyong hatinya tergerak untuk menghubungkan kedua elektrode lie detector pada sebatang bunga Adhatoda Vasica, kemudian menyiramkan air pada bagian akar bunga, setelah itu dia menemukan pena elektronik dari lie detector dengan cepat menggoreskan suatu garis lengkung. Garis lengkung ini persis sama dengan garis lengkung dari otak manusia ketika dalam waktu yang sangat pendek mengalami suatu rangsangan maupun kegembiraan. Saat itu dia terkejut, bagaimana tanaman dapat memiliki emosi ! Dia hampir saja keluar ke jalan berteriak : “Tanaman memiliki emosi.”

Karena inspirasi dari peristiwa ini, segera dia mengembangkan studi di bidang ini, telah melakukan banyak eksperimen.

Pada suatu kali, dia meletakkan dua batang tanaman pada satu tempat, meminta siswanya menginjak-injak salah satu tanaman di hadapan tanaman yang lain, diinjak sampai mati. Kemudian tanaman yang lain dipindahkan ke dalam ruangan, dihubungkan dengan lie detector, meminta lima orang siswanya dari luar bergilir masuk ke dalam. Empat siswa pertama sudah masuk, tidak ada reaksi. Ketika giliran siswa kelima, siswa yang menginjak tanaman begitu masuk ke dalam, belum sampai berjalan mendekat, pena elektronik segera menggoreskan suatu garis lengkung, suatu garis lengkung yang terjadi saat manusia merasa ketakutan.

Dia sangat terkejut !

Peristiwa ini menunjukkan suatu masalah yang sangat penting : Selama ini kita selalu beranggapan bahwa manusia adalah kehidupan kelas tinggi, manusia punya fungsi indera, dapat mengidentifikasi, memiliki otak, dapat menganalisa. Tanaman bagaimana mungkin dapat mengidentifikasi, bukankah ini berarti memiliki alat indera? Dahulu siapa yang berkata tanaman memiliki alat indera, memiliki pemikiran, memiliki emosi, dapat mengenali manusia, orang akan mengatakan takhayul. Bukan hanya sebatas ini, dalam aspek tertentu tampaknya melampaui kita manusia sekarang.

Pada suatu hari dia menghubungkan lie detector pada sebatang tanaman, kemudian dia berpikir : “Membuat eksperimen apa ya ? Saya bakar daunnya dengan api, coba lihat ada reaksi apa.” Dia hanya berpikir demikian saja, belum sempat membakar, pena elektronik itu dengan cepat menggoreskan suatu garis lengkung, yakni suatu garis lengkung yang hanya tergores saat manusia berteriak minta tolong. Fungsi supersensory semacam ini, dahulu disebut menembus pikiran orang, adalah kemampuan terpendam maupun naluri manusia, namun manusia sekarang telah mengalami degenerasi, anda perlu Xiulian kembali, balik ke asal kembali pada jati diri yang asli, balik kembali pada watak hakiki bawaan anda, anda baru dapat memiliki. Namun tanaman sudah memiliki, apa yang anda pikirkan ia tahu, jika diceritakan sulit dipercaya, namun ini adalah eksperimen ilmiah yang sungguh-sungguh nyata. Dia telah membuat segala macam eksperimen, termasuk kemampuan Gong remote control jarak jauh. Setelah disertasinya dipublikasikan, timbul kegemparan di seluruh dunia.

Ilmuwan botani dari berbagai negara telah mengembangkan riset di bidang ini, negara kita juga telah melakukan, ini sudah bukan merupakan hal yang takhayul lagi. Pada hari yang lalu penulis pernah mengatakan, peristiwa yang terjadi pada umat manusia hari ini, yang telah diciptakan, maupun berbagai hal yang telah ditemukan, cukup untuk mengubah buku pelajaran yang kita pakai hari ini. Namun karena pengaruh konsep tradisional, orang tidak bersedia mengakuinya, juga tidak ada yang secara sistematis menyusun data ini.

Baca selengkapnya, download DISINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: